Home Bahasa indonesia Syarat-Syarat Kalimat Yang Cermat Dan Santun

Syarat-Syarat Kalimat Yang Cermat Dan Santun

by CerdaskanKita

Dalam komunikasi, ketersampaian pesan merupakan poin penting yang menjadi tujuan utama. Selain itu, menjaga relasi baik antara pembicara dan pendengar juga perlu diperhatikan. Dengan kata lain, selain memberikan pesan tertentu kita juga harus saling menjaga perasaan dalam berbicara. Selain memakai kalimat yang komunikatif, kita juga harus memakai kalimat yang cermat dan santun dalam berkomunikasi. Jika kalimat komunikatif dibutuhkan semoga komunikasi berlangsung efektif, kalimat yang cermat dan santun dibutuhkan semoga komunikasi berlangsung dengan baik dan sesuai rencana sesampai kemudian dihasilkan relasi yang harmonis. Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari syarat-syarat kalimat komunikatif. Pada hari ini ini, kita akan membahas kriteria-kriteria yang harus dipenuhi semoga sebuah kalimat tergolong kalimat yang cermat dan santun. Melalui pembahasan ini, dibutuhkan murid sanggup mengetahui syarat-syarat kalimat santun sesampai kemudian sanggup berbicara dengan sopan memakai kalimat-kalimat yang santun.

Syarat-syarat Kalimat Santun

Kalimat yang cermat dan santun merupakan kalimat yang sempurna dalam pemilihan kata atau diksi. Dalam pemilihan kata atau diksi yang tepat, ada sedikit poin penting yang harus diperhatikan, yakni memakai konotasi yang baik, menghindari kalimat yang ambigu, memakai kata contoh yang tepat, dan memperhatikan situasi kebahasaan.

#1 Menggunakan Konotasi yang Baik
Kriteria pertama yang harus dipertimbangkan semoga memperoleh kalimat yang santun merupakan penggunaa konotasi. Untuk memperoleh kalimat yang santun, kita harus cermat dalam menentukan kata atau diksi yang sempurna yakni dengan cara memperhatikan konotasi kata apakah konotasi tersebut terdengar sopan atau tak.

Penggunaan konotasi yang baik untuk mengakibatkan kesan sopan berkaitan dengan nilai rasa dari makna suatu kata. Nilai rasa ini dpengaruhi oleh sedikit faktor menyerupai budaya, lokasi, masa, konteks kalimat, dan sebagainya. Adakalanya konotasi yang baik terdengar tak sopan dalam konteks kalimat tertentu yang berbeda penerapannya.

Baca Juga:   Cara Gampang Membedakan Homofon, Homograf, Dan Homonim

Suatu kalimat akan bernilai santun apabila kita memakai kata-kata yang berkonotasi baik secara umum dan menghindari penggunaan kata-kata berkonotasi tak baik yang sanggup menyinggung perasaan.

Kata-kata yang berkonotasi baik dan sopan antara lain istri, asisten, gaji, hamil, tunawisma, dan sebagainya. Sedangkan kata-kata yang berkonotasi tak baik dan kurang sopan antara lain bini, pembantu, upah, bunting, gelandangan, dan sebagainya.

Konotasi Baik Konotasi tak Baik
Andre menjemput istrinya ke lokasi kerja Andre menjemput bininya ke lokasi kerja
Dian bekerja sebagai ajudan rumah tangga di kota Dian bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kota
Setiap awal bulan, Rina bertugas mengirim honor pegawai Setiap awal bulan, Rina bertugas mengirim upah pegawai
Dea mengurangi acara alasannya lagi hamil Dea mengurangi acara alasannya lagi bunting
Karena kehadapatn modal, laki-laki itu menjadi tunawisma di Jakarta Karena kehadapatn modal, laki-laki itu menjadi gelandangan di Jakarta

Baca juga : Contoh Kalimat Konotasi Positif dan Konotasi Negatif.

#2 Menghindari kalimat yang Ambigu
Kalimat ambigu merupakan kalimat yang bermakna ganda sesampai kemudian mengakibatkan kebingungan dan sanggup mengakibatkan kesalahpahaman. Makna ganda biasanya timbul alasannya penggunaan kata atau jeda yang tak tepat. Agar suatu kalimat tergolong kalimat cermat dan santun, maka kalimat tersebut tak boleh bermakna ganda.

Agar tak bermakna ganda, maka kita harus cermat dalam menentukan kata dan memakai jeda. Penggunaan jeda yang salah sanggup mengakibatkan makna kalimat yang berbeda sesampai kemudian sanggup mengurangi nilai rasa dari kalimat tersebut. Agar tak timbul makna ganda, maka penulisan harus dilafalkan dengan jeda dan intonasi yang terang.

Kalimat Ambigu Makna
Pemimpin perbisnisan itu sudah tak beruang Tidak terdapat ruang
Tidak mempunyai uang
Demi kamu/ anjing Dani akan dipindahkan ke hutan Pemindahan anjing dilakukan demi kau
Demi kau anjing/ Dani akan dipindahkan ke hutan Dani dipindahkan demi kamu/ menganggap kau anjing
Baca Juga:   Perbedaan Surat Resmi Dan Tidak Resmi Bahasa Indonesia Beserta Contoh

#3 Menggunakan Kata Acuan yang Tepat
Kalimat yang cermat dan santun sanggup diperoleh dengan penggunaan kata contoh yang tepat. Dengan memakai kata contoh yang tepat, maka kesalahan dalam penafsiran sanggup kita hindari. Dengan demikian, info yang ingin disampaikan sanggup diterima oleh pendengar dan terdapat nilai rasa yang santun.

Kalimat yang memakai kata contoh tak sempurna akan mengakibatkan kebingungan alasannya terkesan ambigu. Akibatnya, maksud yang ditangkap oleh pendengar belum tentu sama dengan maksud yang ingin disampaikan oleh pembicara. Dengan kata lain, kalimat tersebut mempunyai kandungan sedikit kecukupan.

Penggunaan Kata Acuan Makna
Anda memasuki daerah bebas parkir/ Boleh parkir sesukanya di daerah itu
Tidak boleh parkir di daerah itu
Area ini merupakan tempat parkir Boleh parkir di tempat itu
Dilarang parkir di sini Tidak boleh parkir di tempat itu

Dari ketiga contoh kalimat di atas, kalimat pertama merupakan kalimat yang memakai kata contoh tak sempurna yakni daerah bebas parkir. Kalimat pertama mengakibatkan kebingungan alasannya ada dua kecukupan maknanya. Agar lebih terperinci maksudnya, maka kalimat pertama sanggup dimengganti dengan kalimat kedua atau ketiga sesuai dengan maksud yang diinginkan.

Baca juga : Syarat-syarat Penggunaan kalimat Komunikatif. 

#1 Memperhatikan Situasi Kebahasaan
Kriteria selanjutnya yang juga harus diperhatikan oleh pembicara semoga memperoleh kalimat yang cermat dan santun merupakan situasi kebahasaan. Situasi kebahasaan sanggup diamati melalui gerak-gerik pembicara. Saat berkomunikasi sebaiknya pembicara tak memakai gerak-gerik yang berlawanan dengan makna kalimat dan terkesan kurang santun.

You may also like