Home BAHAN BELAJAR BIOLOGI Sumber Energi Yang Diharapkan Untuk Gerak Dan Kontraksi Otot

Sumber Energi Yang Diharapkan Untuk Gerak Dan Kontraksi Otot

by CerdaskanKita

– Kontraksi Otot. Sebagai alat gerak aktif, otot memegang peranan penting dalam sistem gerak manusia. Bersama dengan rangka atau tulang, otot menyusun sistem gerak sedemikian rupa sesampai kemudian insan sanggup bergerak sekaligus menopang tubuhnya. Salah satu abjad otot sebagai alat gerak aktif merupakan kemampuannya untuk berkontraksi. Secara simpel, kontraksi otot sanggup disebut sebagai proses pengerutan aktomiosin sesampai kemudian otot terlihat memendek. Aktomiosin mengerut ketika terjadinya kontraksi alasannya adanya rangsangan yang diterima oleh asetilkolin. Sama menyerupai proses pada umumnya, proses kontraksi otot juga membutuhkan energi. Energi tersebut dalam bentuk ATP yang berasal dari oksidasi karbohidrat dan lemak. Pada hari ini ini, materi mencar ilmu sekolah akan membahas sumber energi untuk kontraksi otot dan ketika otot berelaksasi.

Energi untuk Kontraksi Otot

Selain memerlukan energi dalam bentuk ATP (adenosine triphospate), untuk berkontraksi otot juga membutuhkan oksigen. Pasokan oksigen untuk kontraksi otot diperoleh dari darah lagikan energi ATP diperoleh dengan memanfaatkan asam lemak dan glukosa yang ada dalam jaringan otot.

Kontraksi otot melalui proses ikatan antara kepala miosin dan filamen aktin. Saat filamen-filamen aktin meluncur menuju tengah sarkomer dan garis Z bergerak saling mendekat, maka otot akan memendek atau berkontraksi. Filamen-filamen tersebut akan kembali ke posisi semula ketika relaksasi.

Agar kepala miosin sanggup membentuk ikatan dengan potongan tubuh filamen aktin, maka diperlukan energi. Energi tersebut diperoleh melalui proses pemecahan ATP menjadi ADP (adenosine diphsospate) dengan reaksi sebagai berikut:

Baca Juga:   Glosarium Istilah Biologi Menurut Aksara A

ATP → ADP + H3PO4 + Energi (untuk pemanfaatan seketika).

Interaksi antara aktin dan miosin dengan derma energi dari ATP dan enzim kontraksi yang disebut ATPase. Kombinasi tersebut akan menghasilkan aktimiosin dengan reaksi sebagai berikut:

Aktin + Miosin →(ATPase)→ Aktomiosin

Karena sel otot hanya menyimpan sedikit ATP dan hanya cukup untuk sedikit kali kontraksi, maka otot membutuhkan energi ATP yang lebih kaya biar sanggup berkontraksi secara berulang-ulang. Oleh alasannya itu otot memakai sumber energi cadangan berupa kreatin fostat atau fosfokreatin dan cadangan oksigen dalam bentuk oksimioglobin.

Fosfokreatin merupakan persenyawaan fosfat berenergi tinggi yang terdapat dalam konsentrasi tinggi pada otot. Fosfokreatin akan dipecah menjadi kreatin dan asam posfat dengan membebaskan energi. Energi tersebut kemudian dipakai untuk mensintesis ATP dari ADP.

 otot memegang peranan penting dalam sistem gerak insan SUMBER ENERGI YANG DIBUTUHKAN UNTUK GERAK DAN KONTRAKSI OTOT

Proses pemecahan ATP dan fosfokreatin untuk menghasilkan energi tak membutuhkan oksigen sesampai kemudian berlangsung secara anaerob. Oleh alasannya itu, kontraksi otot disebut fase anaerob. Ketika cadangan oksigen otot habis, energi untuk kontraksi diperoleh melalui pemecahan glikogen menjadi asam laktat.

Glikogen → asam laktat + energi (untuk resintesis kreatin fosfat).

Kontraksi otot yang berlangsung terus menerus akan mengakibatkan kelelahan alasannya kosentrasi asam laktat meningkat. Ketika asam laktat dioksidasi dengan penggunaan oksigen terlalu kaya, maka napas akan tersengal-sengal.

Pada kondisi istirahat, otot akan berelaksasi dan asam laktat yang dihasilkan sebelumnya akan dioksidasi menjadi air dan karbondioksida. Pada proses tersebut juga dilepaskan energi yang akan dipakai untuk membentuk kembali glikogen dari asam laktat.

You may also like