Home CONTOH REAKSI REDOKS Soal Dan Pembahasan Reaksi Reduksi Dan Oksidasi (Redoks)

Soal Dan Pembahasan Reaksi Reduksi Dan Oksidasi (Redoks)

by CerdaskanKita
Pada tahap awal, pengertian oksidasi dan reduksi hanya dikaitkan dengan pengikatan atau pelepasan oksigen. Akan tenamun, alasannya defenisi tersebut cenderung terlalu sempit dan kurang sesuai menterangkan sedikit reaksi yang tergolong reaksi oksidasi, maka pengertian oksidasi dan reduksi karenanya dikaitkan dengan bencana pelepasan dan penangkapan elektron.

Karena terjadi serah terima elektron tentu akan terjadi perubahan bilangan oksidasi. Itu sebabnya kita sanggup menandai suatu reaksi tergolong reduksi atau oksidasi dengan cara melihat bilangan oksidasinya. Di bawah ini disaapabilan ilustrasi konsep dasar reduksi dan oksidasi.

Kekeliruan yang umum terjadi dalam penentuan reaksi redoks merupakan kesalahan dalam memilih senyawa yang bertindak sebagai reduktor dan senyawa yang bertindak sebagai oksidator. Ingat bahwa reduktor merupakan senyawa atau unsur yang mengalami oksidasi sebaliknya oksidator merupakan senyawa atau unsur yang mengalami reduksi.

Soal dan Jawaban Reaksi Redoks

  1. Nyatakan apakah proses berikut tergolong oksidasi, reduksi, atau redoks.
    a. C + O2 → CO2
    b. Mg(g) → Mg2+(g) + 2e
    c. Ag2O(s) + C(s) → 2Ag(s) + CO(g)

    Pembahasan

    1. C + O2 → CO2
      Jika dilihat menurut oksigen, reaksi di atas terperinci mengatakan bahwa terjadi bencana pengikatan oksigen sesampai kemudian rekasi tersebut tergolong oksidasi. Selanjutnya perhatikan bilangan oksidasinya. Atom carbon mengalami kenaikan biloks dari 0 menjadi +4 pada CO2, lagikan O2 mengalami penurunan biloks dari 0 menjadi -4. Ingat bahwa kenaikan biloks merupakan bencana oksidasi dan penurunan biloks merupakan bencana reduksi.

      Jadi, reaksi di atas merupakan reaksi redoks.

    2. Mg(g) → Mg2+(g) + 2e
      Reaksi di atas tergolong reaksi oksidasi alasannya terjadi pelepasan elektron dan kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi +2.
    3. Ag2O(s) + C(s) → 2Ag(s) + CO(g)
      Reaksi tersebut merupakan reaksi redoks alasannya apabila dilihat bilangan oksidasinya terperinci terjadi perubahan biloks. biloks Ag mengalami penurunan dari +1 menjadi 0, lagikan biloks C mengalami kenaikan dari 0 menjadi +2. Makara reaksi di atas merupakan raksi redoks.

  2. Dari proses berikut ini, tentukanlah oksidator, reduktor, hasil reduksi, dan hasil oksidasi.
    a. 2Na + H2 → 2NaH
    b. N2 + 3H2 → 2NH3

    Pembahasan

    1. 2Na + H2 → 2NaH
      Pada reaksi di atas, Na mengalami kenaikan biloks dari 0 menjadi +1 lagikan H mengalami penurunan biloks dari 0 menjadi -1.

      Maka diperoleh :
      ⇒ Oksidator = mengalami reduksi = biloksnya turun = H2
      ⇒ Reduktor = mengalami oksidasi = biloksnya naik = Na
      ⇒ Hasil oksidasi = NaH
      ⇒ Hasil reduksi = NaH.

    2. N2 + 3H2 → 2NH3
      Pada reaksi di atas, N mengalami penurunan biloks dari 0 menjadi -3 lagikan H mengalami kenaikan biloks dari 0 menjadi +1.

      Maka diperoleh :
      ⇒ Oksidator = mengalami reduksi = biloksnya turun = N2
      ⇒ Reduktor = mengalami oksidasi = biloksnya naik = H
      ⇒ Hasil oksidasi = NH3
      ⇒ Hasil reduksi = NH3.

Baca Juga:   Soal Dan Pembahasan Memilih Isomer Alkana

You may also like