Home CONTOH OPTIKA GEOMETRIS Soal Dan Pembahasan Aturan Pemantulan Cahaya

Soal Dan Pembahasan Aturan Pemantulan Cahaya

by CerdaskanKita
Pemantulan pada cahaya sanggup dibedakan menjadi dua jenis yakni pemantulan teratur dan pemantulan baur (difus). Pemantulan teratur merupakan pemantulan cahaya oleh permukaan halus contohnya cermin datar. Pemantulan teratur kerap juga disebut sebagai pemantulan spekular atau specular reflection.

Pemantulan cahaya oleh permukaan bernafsu ibarat kertas disebut pemantulan baur atau kerap juga disebut sebagai pemantulan difus (diffuse reflection). Gambar di bawah ini menunjukkan diagram sinar dari pemantulan teratur oleh bidang pantul yang permukaannya halus.

Hukum Pemantulan

Hukum pemantulan berdasarkan Snellius :
  1. Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal berpotongan pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar.
  2. Besar sudut tiba (i) sama dengan sudut pantul (r)
Berdasarkan aturan pemantulan tersebut, maka kita sanggup menyimpulkan bahwa saat suatu berkas cahaya seputar suatu bidang pantul dengan sudut tertentu maka cahaya tersebut akan dipantulkan dengan sudut yang sama besar dengan sudut datangnya.

Jika sinar tiba dengan sudut 30o, maka sudut pantul juga 30o. Sinar tiba merupakan sekumpulan kecil berkas cahaya yang bergerak menuju bidang pantul lagikan Sinar pantul merupakan sekumpulan kecil berkas cahaya yang bergerak menjauhi bidang pantul sesudah membentur bidang pantul. Garis normal merupakan garis khayal yang tegak lurus terhadap bidang pantul.

 Pemantulan pada cahaya sanggup dibedakan menjadi dua jenis yakni pemantulan teratur dan pem SOAL DAN PEMBAHASAN HUKUM PEMANTULAN CAHAYA

Hal yang harus diperhatikan dalam aturan pemantulan ini merupakan penentuan sudut tiba dan sudut pantul. Seringkali murid keliru dalam menetukan besar sudut tersebut. Untuk memilih sudut tiba dan sudut datang, kita harus memperhatikan hal berikut :

  1. Sudut tiba merupakan besar sudut yang dibuat oleh sinar tiba dan garis normal. Jadi, patokannya merupakan sinar tiba dan garis normal, bukan sinar tiba dan bidang pantul.
  2. Sudut pantul merupakan besar sudut yang dibuat oleh sinar pantul dan garis normal. Jadi, patokannya merupakan sinar pantul dan garis normal, bukan sinar pantul dan bidang pantul.
Baca Juga:   Contoh Soal Impuls Memilih Kecepatan Pantul
Contoh Soal :

  1. Jika diagram pemantulan cahaya oleh suatu bidang pantul ditunjukkan ibarat gambar di bawah ini, maka tentukanlah besar sudut pantulnya.

     Pemantulan pada cahaya sanggup dibedakan menjadi dua jenis yakni pemantulan teratur dan pem SOAL DAN PEMBAHASAN HUKUM PEMANTULAN CAHAYA

    Pembahasan :
    Karena sinar tiba membentuk sudut 60o terhadap bidang pantul, maka :
    i = 90o – 60o
    ⇒ i = 30o
    Karena i = r, maka besar sudut pantulnya merupakan 30o.

  2. Tentukan besar sudut tiba dari diagram sinar di bawah ini.

    Pembahasan :
    Pada gambar di atas diperoleh :
    i + r = 120o
    Karena i = r, maka :
    ⇒ r + r = 120o
    ⇒ 2r = 120o
    ⇒ r = 60o.

  3. Seberkas sinar seputar bidang pantul A dengan sudut tiba 60o. Kemudian dari bidang pantul A dipantulkan menuju bidang B yang tegak lurus dengan bidang A ibarat gambar Di bawah ini.

     Pemantulan pada cahaya sanggup dibedakan menjadi dua jenis yakni pemantulan teratur dan pem SOAL DAN PEMBAHASAN HUKUM PEMANTULAN CAHAYA

    Bila sinar tersebut akan dipantulkan dari bidang pantul B sebesar sudut r2, tentukanlah besar sudut tersebut.

    Pembahasan :
    Berdasarkan aturan pemantulan, maka :
    r1 = 60o

    Karena sinar pantul oleh bidang A membentuk sudut 60, maka sinar tiba pada bidang B membentuk sudut i sebesar :
    i = 90o – 60o
    ⇒ i = 30o

    Sesuai dengan aturan pemantulan :
    i = r
    ⇒ r2 = i
    ⇒ r2 = 30o.

You may also like