Home BAHAN BELAJAR FISIKA Sinar Istimewa Dan Pembentukan Bayangan Pada Lensa Cembung

Sinar Istimewa Dan Pembentukan Bayangan Pada Lensa Cembung

by CerdaskanKita

– Sinar-sinar spesial Lensa Cembung. Lensa cembung merupakan benda bening transparan yang dibatasi oleh dua bidang lengkung atau satu bidang lengkung dan satu bidang datar. Dalam konsep pembiasan, biasanya yang dipakai merupakan lensa cembung yang kedua permukaannya berbentuk cembung (melengkung ke luar). Jika dilihat dari segi ketebalan, lensa cembung (lensa konveks) merupakan lensa yang belahan tengahnya lebih tebal dibanding belahan tepinya. Semakin ke tepi, ketebalan lensa cembung akan semakin tipis. Karakter tersebut menghipnotis sifat pembiasan pada lensa cembung. Pada hari ini ini, edutafsi akan membahas sinar-sinar utama yang menterangkan sifat pembiasan pada lensa cembung.

A. Hukum Pembiasan Cahaya

Pada lensa terjadi insiden pembiasan cahaya. Cahaya yang tiba akan dibiaskan dan difokuskan pada suatu titik. Prinsip pembiasan cahaya pada lensa cembung mengikuti konsep aturan pembiasan cahaya atau dikenal sebagai aturan Snellius ihwal pembiasan cahaya. Sesuai dengan namanya, aturan pembiasan ini pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan berjulukan Willebrord Snellius.

Hukum pembiasan cahaya menterangkan bagaimana fenomena pembelokkan arah rambat cahaya ketika cahaya melewati suatu medium yang terdapat perbedaan kerapatan optik. Hukum ini mengambarkan secara jelas bagaimana kekerabatan antara sinar tiba dan sinar bias pada proses pembiasan cahaya serta mengatakan efek indeks bias suatu medium terhadap pembiasan cahaya.

Secara simpel, pembiasan cahaya sanggup diartikan sebagai insiden berubahnya arah rambat cahaya ketika cahaya berpindah dari satu materi ke materi lain yang berbeda kerapatan optiknya. Pembiasan terjadi apabila arah tiba cahaya tak tegak lurus terhadap bidang batas kedua medium dan laju cahaya pada kedua medium juga berbeda.

Baca Juga:   Rumus Umum Cermin Lengkung Dan Perjanjian Tandanya

Berikut poin dalam aturan Snellius ihwal pembiasan cahaya:
1). Sinar datang, sinar bias, dan garis normal berada dalam satu bidang datar
2). Perbandingan sinus sudut tiba dengan sinus sudut bias merupakan bilangan tetap.

Pada poin kedua, diterangkan bahwa perbandingan antara sinus sudut tiba dengan sinus sudut bias pada dua medium yang berbeda selalu merupakan bilangan yang tetap. Bilangan inilah yang disebut indeks bias relatif, yaitu perbandingan antara indeks bias mutlak kedua medium. Secara matematis, poin kedua di atas sanggup dinyatakan dalam persamaan berikut.

n1 sin θ1 = n2 sin θ2

Keterangan :
n1 = indeks bias mutlak medium pertama
n2 = indeks bias mutlak medium kedua
θ1 = besar sudut tiba dalam medium pertama
θ2 = besar sudut bias dalam medium kedua.

B. Bagian-bagian Lensa Cembung

Sebelum membahas lebih lanjut seputar sinar-sinar istimewa pada lensa cembung, ada baiknya kita membahas terlebih dahulu seputar bagian-bagian lensa cembung. Bagian yang dimaksud merupakan belahan yang umum digambar dalam melukis pembantukan bayangan, yaitu sumbu utama, titik fokus, titik sentra optik, dan sebagainya.

#1 Lensa Cembung
Bagian utama yang akan digambar ketika melukis sinar-sinar istimewa lensa cembung tentu merupakan lensa cembung itu sendiri. Umumnya lensa cembung yang digambar berbentuk bikonveks yaitu lensa cembung yang kedua permukaannya berbentuk cembung.

#2 Sumbu Utama
Sumbu utama merupakan sebuah garis lurus yang melalui titik fokus dan titik sentra optik serta membagi lensa menjadi dua belahan yang sama panjang. Pada sedikit buku, garis ini cukup digambar memakai garis putus-putus.

#3 Titik Fokus
Pada lensa cembung terdapat dua titik fokus, yaitu fokus utama dan fokus kedua. Fokus utama (F1) lensa cembung berada di belakang lensa lagikan fokus kedua (F2) berada di depan lensa. Fokus utama berfungsi sebagai kawasan dikumpulkannya sinar bias dari sinar yang tiba sejajar sumbu utama dan disebut sebagai fokus aktif. Sedangan fokus kedua disebut sebagai fokus pasif.

Baca Juga:   Menentukan Posisi Jarak Dan Ketinggian Gerak Parabola

Perlu diperhatikan bahwa fokus aktif pada lensa cembung merupakan fokus faktual atau fokus sejati. Karena merupakan fokus sejati, maka jarak fokus (f) untuk lensa cembung bernilai positif. Itu sebabnya, lensa cembung dikenal juga sebagai lensa positif.

#4 Titik Pusat Optik
Titik sentra optik merupakan titik yang berada sempurna di tengah lensa. Pada gambar, titik ini berada sempurna pada perpotongan antara sumbu utama dengan garis tengah lensa. Titik sentra optik umumnya ditulis dengan abjad O. Jarak antara sentra optik (O) ke titik fokus (F) disebut jarak fokus (f).

Selain keempat belahan di atas, sesungguhnya masih ada belahan lainnya contohnya sentra kelengkungan, garis normal, dan jari-jari kelengkungan. Hanya saja, alasannya yakni belahan ini cukup jarang digunakan, maka pada hari ini ini hanya dibahas keempat belahan utama saja.

C. Sinar-sinar spesial Lensa Cembung

Sama menyerupai cermin, pada lensa juga terdapat sinar-sinar istimewa. Hanya saja sinar-sinar istimewa ini sudah berbeda konsepnya. Kalau pada cermin, sinar-sinar istimewa yang dimaksud berafiliasi pemantulan cahaya pada cermin. Sedangkan pada lensa, sinar-sinar istimewa yang dimaksud merupakan sinar-sinar dari proses pembiasan cahaya pada lensa.

Mengapa sinar-sinar tersebut disebut sinar istimewa? Sinar-sinar tersebut dikatakan istimewa alasannya yakni kekerabatan antara sinar tiba dan sinar biasanya cenderung gampang untuk dilukiskan. Sinar-sinar istimewa ini merupakan sinar-sinar yang sejajar sumbu utama, yang menuju titik fokus, dan sinar yang melalui sentra optik lensa.

Berikut arah pembiasan sinar-sinar istimewa pada lensa cembung:
1). Sinar tiba sejajar sumbu utama dibiaskan menuju fokus utama (F1)
2). Sinar tiba melalui fokus kedua (F2) dibiaskan seajar sumbu utama
3). Sinar tiba melalui sentra optik diteruskan tanpa dibiaskan.

 Lensa cembung merupakan benda bening transparan yang dibatasi oleh dua bidang lengkung atau  SINAR ISTIMEWA DAN PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA LENSA CEMBUNG

D. Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung

Pembentukan bayangan pada lensa cembung sanggup dilukis memakai sinar-sinar istimewa yang telah dibahas di atas. Kita sanggup memakai dua atau ketiga sinar sekaligus tergantung pada kondisinya. Bayangan benda yang dihasilkan pada lensa cembung dibuat oleh perpotongan sinar-sinar bias.

Baca Juga:   Cara Melukis Bayangan Yang Dihasilkan Lensa Cekung

Berikut langkah-langkah untuk melukis pembentukan bayangan pada lensa cembung:
1). Gambarkan lensa cembung dan bagian-bagiannya
2). Gambarkan benda sesuai dengan posisi yang diminta
3). Lukis sinar istimewa pertama, yaitu sinar yang sejajar sumbu utama
4). Lukis sinar istimewa kedua, yaitu sinar yang melalui fokus kedua
5). Perpotongan antara sinar bias menghasilkan bayangan benda.

Sifat bayangan yang dihasilkan oleh sebuah lensa cembung sangat bervariasi. Variasi tersebut tergantung pada posisi benda di depan lensa. Variasi sifat bayangan yang dihasilkan mencakup jenis bayangan (maya atau nyata), orientasi bayangan (tegak atau terbalik), dan ukuran bayangan (diperkecil atau diperbesar). Contoh melukis pembentukan bayangan sanggup anda baca pada materi berguru berikutnya.

Demikianlah pembahasan singkat seputar sinar-sinar istimewa dan pembantukan bayangan pada lensa cembung. Jika materi berguru ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share di bawah ini. Terimakasih.

You may also like