Home BAHAN BELAJAR BIOLOGI Sifat Kerja Otot Dan Prosedur Kontraksi Otot

Sifat Kerja Otot Dan Prosedur Kontraksi Otot

by CerdaskanKita

– Mekanisme Kontraski Otot. Otot merupakan sebuah jaringan dalam badan insan atau binatang yang berfungsi sebagai alat gerak aktif. Manusia sanggup bergerak alasannya otot menggerakkan rangka atau tulang pada manusia. Rangka insan hanya akan bergerak apabila digerakkan oleh otot. Itu sebabnya otot disebut sebagai alat gerak aktif lagikan rangka atau tulang disebut sebagai alat gerak pasif. Keduanya tentu saling bekerja sama membentuk suatu sistem yang disebut sistem gerak. Sifat atau aksara yang dimiliki oleh otot dan tulang mecukupkan insan untuk melaksanakan bermacam gerakan atau acara sekaligus menopang tubuhnya. Pada hari ini ini, Bahan berguru sekolah akan membahas prosedur kerja otot dan sifat kerja otot menurut gerakan yang dihasilkannya.

Karakter Otot

Otot disusun oleh dua macam filamen utama ialah aktin dan miosin. Aktin dan miosin merupakan serabut protein yang tak gampang larut dan merupakan protein utama dalam otot. Campuran keduanya membentuk aktomiosin. Selain itu, otot juga didukung oleh protein miogen, ialah protein yang gampang larut.

Miogen dibuat oleh asetilkolin yang terurai ketika otot terangsang. Asetilkolin merupakan senyawa protein yang sangat peka terhadap rangsangan. Setelah terbentuk, miogen akan memicu terbentuknya aktomiosin. Ketika miogen seputar akotmiosin, maka otot akan berkontraksi dan mengakibatkan tulang bergerak.

Otot menjadi alat gerak aktif alasannya terdapat kemampuan untuk berkontraksi dan berelaksasi. Ketika otot berkontraksi, maka otot akan memendek. Sebaliknya, otot akan memanjang ke bentuk semula ketika otot berelaksasi. Otot akan berkontraksi ketika melaksanakan acara dan berelaksasi ketika beristirahat.

Selain sanggup berkontraksi dan berelaksasi, sebagai alat gerak aktif, otot juga terdapat kemampuan lain yang sangat menguntungkan bagi pergerakan tubuh, ialah kemampuan berekstensi. Dengan kemampuan ini, otot sanggup memanjang dari ukuran semula.

Baca Juga:   Petunjuk Dan Bukti-Bukti Terjadinya Evolusi Makhluk Hidup

Dengan demikian, sebagai alat gerak aktif otot terdapat tiga kemampuan utama, yaitu:
1. Kontraksibilitas : kemampuan memendek dari ukuran semula
2. Ekstensibilitas : kemampuan memanjang dari ukuran semula
3. Elastisitas : kemampuan kembali ke ukuran semula.

Otot rangka atau otot lurik sanggup menggerakan rangka alasannya otot lurik menempel pada tulang dan diikat oleh tendon, ialah jaringan ikat antara tulang dan otot. Berdasarkan perlekatan pada tulang, tendon dibedakan menjadi dua jenis, ialah origo dan insersio.

#1 Origo
Origo merupakan tendon yang menempel pada tulang yang tak berubah kedudukannya ketika otot berkontraksi. Dengan kata lain, perlekatan atau tendon origo mengakibatkan tulang tak sanggup digerakkan atau hanya sedikit bergerak selama otot berkontraksi.

#2 Insersio
Insersio merupakan tendon yang menempel pada tulang yang sanggup bergerak ketika otot berkontraksi. Karena tulang kawasan otot menempel sanggup bergerak, maka tulang tersebut akan bergerak ketika otot berkontraksi.

Sifat Kerja Otot, Antagonis dan Sinergis

Berdasarkan gerakan yang dihasilkan, sifat kerja otot dibedakan menjadi dua jenis, ialah antagonis dan sinergis. Otot-otot yang bekerja secara antagonis disesebu sebagai otot antagonis dan otot-otot yang bekerja secara sinergis disebut otot sinergis.

#1 Otot Antagonis
Antagonis merupakan sifat kerja otot yang kontraksinya menjadikan efek gerak yang berlawanan. Beberapa gerakan yang dihasilkan oleh otot antagonis antaralain:
a). Fleksor (membengkokkan) >< ekstensor (meluruskan)
b). Abduktor (menjauhi tubuh) >< adduktor (mendekati tubuh)
c). Supinator (menengadah) >< pronator (menelungkup)
d). Elevator (mengangkat) >< depresor (menurunkan)

#2 Otot Sinergis
Sinergis merupakan sifat kerja otot yang kontraksinya menjadikan gerak searah. Dengan kata lain, otot-otot ini bekerja untuk menghasilkan gerakan yang arahnya sama contohnya pronator teres dan pronator kuadratus.

Baca Juga:   Struktur, Sifat, Dan Fungsi Sitoplasma

Kontraksi Otot Model Sliding Filaments

Otot lurik tersusun dari kumpulan serabut halus yang dikenal sebagai miofibril. Miofibril ini terdiri dari sejumlah protein miofilamen berupa aktin dan miosin. Berdasarkan model sliding filaments, kontraksi otot terjadi menurut adanya dua set filamen aktin dan miosin di dalam sel otot kontraktil.

 Otot merupakan sebuah jaringan dalam badan insan atau binatang yang berfungsi sebagai alat ge SIFAT KERJA OTOT DAN MEKANISME KONTRAKSI OTOT

Filamen aktin disebut juga filamen tipis dan filamen miosin disebut juga filamen tebal. Filamen tebal terdiri dari ekor molekul miosin yang memanjang. Kepala molekul miosin menjulur ke arah filamen tipis sebagai jembatan silang yang potensial sebagai penghubung filamen-filamen tersebut.

Pada mode sliding filaments, terdapat sedikit bagian, yaitu:
1. Sarkomer : penggalan miofibril yang terletak antara dua garis Z
2. Zona H : penggalan jelas di antara dua pita gelap
3. Pita A : pita gelap yang disusun oleh filamen tebal
4. Pita I : pita jelas yang disusun oleh filamen tipis
5. Garis Z : kawasan bertautnya filamen tipis

Mekanisme kontraksi otot diawali dengan pembentukan asetilkolin, ialah zat yang peka terhadap rangsangan. Pembentukan kolin menjadi asetilkolin berlangsung di dalam otot. Proses ini diikuti oleh proses penggabungan ion kalsium, troponium, dan tropomisin yang memicu terbentuknya aktomiosin.

Rangsangan akan diterima oleh asetilkolin dan pada ketika itu aktomiosin akan memendek atau berkontraksi. Saat otot berkontraksi, pita I akan menyempit dan zona H akan hilang alasannya garis Z saling mendekat. Besar penyempitan pita I tergantung pada kekuatan kontraksi.

You may also like