Home AGAMA ISLAM Rukun, Syarat Dan Aturan Jual Beli Dalam Islam

Rukun, Syarat Dan Aturan Jual Beli Dalam Islam

by CerdaskanKita

– Jual beli merupakan salah satu kegiatan sosial yang umum terjadi di masyarakat. Sejak zaman dahulu, kegiatan jual beli sudah menjadi salah satu cara bagi insan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada dasarnya, jual beli merupakan kekerabatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Penjual mendapat uang atau barang yang setimpal dengan menjual suatu barang sementara pembeli mendapat benda atau produk yang dibutuhkannya. Akan tenamun, tentu saja di dalam Islam semua ada aturannya termasuk jual beli. Lalu bagaimana rukun dan aturan jual beli berdasarkan agama Islam?

Pada hari ini ini, edutafsi akan membahas sedikit persyaratan jual beli yang harus diperhatikan dalam Islam dan aturan jual beli. Karena jual beli melibatkan kekerabatan sosial antar manusia, maka kegiatan ini termasuk ke dalam muamalah, yaitu aturan yang mengatur kekerabatan antar manusia.

Apa yang Dimaksud dengan Jual Beli?

Jika ditinjau dari segi arti kata pembentuknya, maka jual beli terdiri dari dua kata yang artinya berbeda, yaitu jual dan beli. Secara mudah jual sanggup diartikan sebagai mengatakan suatu barang dengan harga tertentu, lagikan beli artinya mengatakan sejumlah uang atau barang yang senilai untuk mendapat barang yang dibutuhkan.

Berdasarkan arti kata pembentuknya, maka jual beli secara mudah sanggup diartikan sebagai kegiatan mengatakan suatu barang atau produk dengan harga sesuai dengan nilai barang dan membayar sejumlah uang untuk mendapat benda yang dijual sesuai dengan janji antar penjual dan pembeli.

Dengan kata lain, jual beli merupakan persetujuan saling mengikat antara penjual dan pembeli. Penjual merupakan orang yang mengatakan dan menyerahkan barang sementara pembeli merupakan orang yang membayar sejumlah uang atau barang senilai yang sesuai dengan harga barang.

Dalam Islam, jual beli merupakan kegiatan yang diperbolehkan oleh Allah SWT. Meski demikian, umat muslim harus tetap memperhatikan rukun dan aturan jual beli dalam Islam semoga tak hanya mempunyai kegunaan dalam segi ekonomi, tenamun kegiatan tersebut juga mendapat berkah dan ridho dari Allah SWT.

Apa saja Rukun atau Syarat Jual Beli?

Rukun jual beli mencakup tiga aspek yang ada dalam kegiatan jual beli. Ketiga aspek tersebut antara lain penjual dan pembeli, barang atau produk yang dijual, dan ijab kabul. Berikut sedikit persyaratan yang harus diperhatikan untuk keempat aspek tersebut.

a). Penjual dan Pembeli
Agar kegiatan jual beli sanggup berlangsung, maka ada sedikit persyaratan yang harus dipenuhi sebagai penjual dan pembeli. Beberapa syarat tersebut antaralain :
1). Berakal sehat (akil)
2). Dewasa (balig)
3). Atas kehendak sendiri

Dari ketiga poin di atas sanggup dilihat bahwa syarat utama bagi penjual dan pembeli merupakan berakal sehat atau waras. Sebagai kedua pihak yang akan menjalin janji dalam kegidtan jual beli, tentu saja penjual dan pembeli haruslah berakal sehat semoga sanggup membuat janji dengan baik dan tak merugikan pihak lain atau bahkan dirinya sendiri.

b). Produk yang Dijual
Dalam kegiatan jual beli, tentu harus ada barang atau produk yang diperjualbelikan. Barang yang dijual biasanya merupakan barang yang mempunyai kegunaan atau kaya dicari oleh pembeli alasannya yaitu sangat dibutuhkan. Selain itu, berikut sedikit syarat benda yang dijual dalam Islam.

#1 Benda dalam Keadaan Suci
Salah satu syarat yang harus diperhatikan dalam kegiatan jual beli merupakan benda yang diperjualbelikan harus bersifat suci. Benda yang tak suci atau bersifat najis menyerupai anjing dan babi tak boleh diperjualbelikan alasannya yaitu merupakan najis dalam Islam.

#2 Benda Membawa Khasiat
Selain merupakan produk yang dicari oleh pembeli, barang atau produk yang dijual hendaknya merupakan barang yang mengatakan manfaat. Khasiat atau kegunaan dari suatu barang ini termasuk salah satu aspek yang menghipnotis nilai atau harga suatu barang. Barang yang tak bermanfaat atau justru membawa kesbisnisn bagi pembeli sebaiknya tak diperjualbelikan.

#3 Benda Kepunyaan Penjual
Syarat selanjutnya yang juga sangat penting untuk diperhatikan dalam kegiatan jual beli merupakan seputar kepemilikan benda. Dalam Islam, benda yang dierjualbelikan haruslah benda kepunyaan penjual atau benda yang telah wewenang kepada penjual untuk menjualnya.

#4 Benda sanggup Diserahkan
Berikutnya, benda yang diperjualbelikan haruslah benda yang sanggup diberikan oleh penjual kepada pembeli. Benda yang tak sanggup diserahkan, menyerupai halnya ikan yang masih berada di lautan luas atau burung yang masih terbang di udara, tak boleh diperjuabelikan.

#5 Wujud Benda Diketahui
Kegiatan jual beli intinya terjadi alasannya yaitu adanya ketertarikan atau kebutuhan pembeli akan suatu produk atau barang yang dijual. Hal itu hanya sanggup terjadi apabila pembeli sanggup melihat wujud dari produk tersebut. Oleh alasannya yaitu itu, dalam jual beli, barang yang dijual harus diketahui oleh penjual dan pembeli baik zat, bentuk, ukuran, inginpun sifatnya.

c). Ijab Kabul
Ijab kabul merupakan perkataan yang diberikan oleh penjual dan pembeli. Dalam jual beli harus ada perkataan yang memperlihatkan terjadinya janji jual beli antara penjual dan pembeli. Dalam hal ini, terjadi obrolan antara penjual yang mengatakan produknya dengan pembeli yang ingin membeli produk tersebut.

Bagaimana Hukum Jual Beli dalam Islam?

Secara garis besar, aturan jual beli dalam Islam sanggup dibedakan menjadi empat macam, yaitu mubah, wajib, haram, dan sunah.

#1 Mubah
Hukum yang pertama dan merupakan aturan asal jual beli yaitu mubah yang artinya jual beli dalam Islam diperbolehkan. Jual beli diperbolehkan selama kegiatan tersebut memenuhi persyaratan atau rukun yang telah dibahas sebelumnya.

#2 Wajib
Dalam masalah khusus, adakalanya jual beli menjadi suatu kegiatan yang wajib untuk dilakukan. Kondisi ini membuat seseorang terdapat kewajiban untuk melaksanakan jual beli mislnya kewajiban seorang hakim menjual harta orang muflis, yaitu orang yang terdapat hutang lebih besar dari hartanya.

 Jual beli merupakan salah satu kegiatan sosial yang umum terjadi di masyarakat RUKUN, SYARAT DAN HUKUM JUAL BELI DALAM ISLAM

#3 Sunah
Hukum selanjutnya yaitu sunah. Dalam Islam, jual beli juga termasuk kegiatan yang dianjurkan untuk dilakukan oleh insan sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Umat Islam dianjurkan menjual suatu barang kepada pembeli terutama kepada orang yang sangat membutuhkan barang tersebut.

#4 Haram
Selain anjuran, dalam Islam, jual beli juga sanggup menjadi kegiatan yang hukumnya haram. Jual beli diharamkan apabila seseorang terdapat ketakbolehan atau larangan untuk melaksanakan jual beli. Sebagai teladan menjual harta benda untuk berjudi.

Demikian pembahasan singkat seputar rukun dan aturan jual beli yang sanggup edutafsi bagikan, semoga bermanfaat khususnya untuk proses pembelajaran. Jika konten yang anda baca bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share yang tersedia. Terimakasih.