Home BAHAN BELAJAR FISIKA Rangkuman Bahan Fisika Kelas Xi Sma Semester Genap

Rangkuman Bahan Fisika Kelas Xi Sma Semester Genap

by CerdaskanKita

– Ringkasan teori dan konsep fisika untuk kelas sebelas semester genap. Di semester genap kelas sembilan akan dipelajari sedikit materi seputar dinamika gerak benda, fluida, gas, dan termal. Pada rangkuman ini, materi akan dibagi menjadi empat bab, ialah dinamika rotasi dan benda tegar, mekanika fluida, teori kinetik gas, dan termodinamika. Pembahasan materi pada rangkuman ini hanyalah pembahasan secara garis besar mencakup sedikit subtopik yang paling kerap dibahas atau merupakan materi pilihan untuk masing-masing topik. Untuk pembahasan lebih lanjut, akan dibahas pada masing-masing topik.

Bab 6 Dinamika Rotasi dan Benda Tegar

Pada potongan ini, materi dibagi menjadi sedikit subtopik, ialah dinamika gerak rotasi, momen gaya, momen inersia, dan kesetimbangan benda tegar. Pada materi dinamika gerak rotasi akan dipelajari perbandingan antara gerak rotasi dengan gerak tranlasi, momen gaya, momen inersia benda, relasi inersia dan momen gaya, serta energi kinetik rotasi. Pada materi kesetimbangan benda tegar akan dipelajari wacana syarat kesetimbangan dan titik berat.

Melalui pembelajaran dinamika rotasi dan kesetimbangan benda tegar, murid dibutuhkan sanggup mencapai sedikit standar kompetensi menyerupai menterangkan relasi antara gerak rotasi dengan gerak translasi, memahami relasi antara momen inersia dan momen gaya, memilih energi kinetik total benda yang bergerak rotasi, memilih titik berat suatu benda, dan bisa menuntaskan bermacam pola masalah terkait kesetimbangan benda tegar.

Gerak rotasi merupakan gerak benda yang lintasannya berupa lingkaran. Beberapa besaran dalam gerak rotasi antaralain jari-jari puataran, perpindahan sudut, kecepatan sudut, percepatan sudut, momen gaya, dan momen inersia. Besaran-besaran tersebut sanggup dinyatakan ke dalam bentuk besaran gerak translasi, contohnya besaran kecepatan sudut merupakan hasil bagi antara kecepatan translasi dengan jari-jari putarannya.

Momen gaya merupakan besaran yang menjadikan benda bergerak rotasi. Besar momen gaya berbanding lurus dengan hasil kali gaya dengan panjang lengan gayanya. Momen inersia merupakan besaran yang menyatakan kelembaman benda dalam gerak rotasi. Jika dihubungkan dengan momen inersia, maka besar momen gaya merupakan sama dengan hasil kali momen inersia dengan percepatan sudut.

Baca Juga:   Ciri-Ciri Lensa Cembung Dan Kegunaannya Sehari-Hari

Kesetimbangan benda tegar merupakan suatu kondisi dimana benda berada dalam keadaan setimbang, ialah apabila benda tak bergerak baik secara translasi atau secara rotasi. Dengan kata lain, kesetimbangan benda akan tercapai apabila resultan gaya yang bekerja dalam arah translasi sama dengan nol dan resultan momen gaya dalam arah rotasi juga sama dengan nol.

Bab 7 Mekanika Fluida

Pada potongan ini akan dipelajari sedikit subtopik utama, ialah fluida statis dan fluida dinamis. Pada materi fluida statis akan dipelajari seputar konsep tekanan, tekanan hidrostatis, tekanan atmosfer, aturan Pascal, aturan Archimedes, tegangan permukaan, kapilaritas, dan aturan Stokes. Sedangkan untuk materi fluida dinamis akan dipelajari asa kontinuitas, persamaan bernoulli, venturimeter, tabung pitot, dan gaya angkat pada adminp pesawat terbang.

Untuk materi ini, murid dibutuhkan sanggup menterangkan definisi dari sedikit besaran atau istilah yang dipakai menyerupai tekanan, hidrostatis, Archimedes, kapilaritas, viskositas, dan kecepatan terminal, bisa menterangkan konsep dan persamaan dari tekanan hidrostatis, aturan Pascal, aturan Archimedes, asa kontinuitas, persamaan Bernoulli, serta bisa mengapliksikannya dalam menuntaskan sedikit pola kasus.

Secara simpel, tekanan sanggup diartikan sebagai perbandingan antara gaya yang bekerja dengan luas bidang sentuh yang mengalami gaya tekan. Besar tekanan yang dirasakan oleh suatu benda berbanding lurus dengan besar gaya tekan dan berbanding terbalik dengan besar luas bidang sentuhnya. Artinya, semakin besar luas bidang sentuh, maka semakin kecil tekanannya. Sebaliknya, semakin kecil luas bidang maka semakin besar tekanannya.

Pembahasan seputar konsep tekanan selanjutnya dikaji secara lebih khusus dalam tekananan hidrostatis (tekanan pada dasar bejana), tekanan tamosfer, dan aturan Pascal. Hukum Pascal menyatakan bahwa tekanan yang diberikan pada suatu zat cair yang ada di dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar. Prinsip aturan Pascal merupakan menghasilkan gaya yang besar dari gaya yang relatif kecil.

Hukum Archimedes membahas bagaimana kondisi benda yang dicelupkan ke dalam air. Menurut aturan ini, sebuah benda yang tercelup ke dalam zat cair akan mengalami gaya apung yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkannya. Hukum ini juga menterangkan bagaimana benda sanggup tenggelam, melayang, atau terapung.

Baca Juga:   Ciri-Ciri Lensa Cekung Dan Kegunaannya Sehari-Hari

Bab 8 Teori Kinetik Gas

Pada potongan ini akan dipelajari sedikit subtopik, ialah gas ideal, proses dan bisnis gas, teori kinetik gas, dan energi dalam. Pada pembahasan ini murid diharapakan sanggup memahami sedikit besaran dana teori kinetik gas menyerupai tekanan, volume, suhu, dan jumlah mol, bisa menterangkan konsep seputar gas ideal dan sifat-sifatnya, serta bisa menterangkan sedikit konsep proses dan bisnis gas.

Gas ideal merupakan sebuah konsep teoritis yang diartikan sebagai gas yang terdapat jumlah partikel sangat kaya namun interaksi antar molekulnya sangat kecil sesampai kemudian sanggup diabaikan. Setiap partikel gas ideal selalu bergerak dengan arah acak atau sembarang dan terdistribusi secara merata pada seluruh ruang yang ditempatinya. Tumbukan antara partikel dengan partikel dan antara partikel dengan dinding wadah bersifat lenting tepat sesampai kemudian kecepatan sebelum dan setelah tumbukan sama besar namun dengan arah yang berlawanan.

Beberapa aturan yang membahas wacana gas, antaralain aturan Boyle, aturan Charless – G4y Lussac, dan aturan Boyle G4y Lussac. Ketika aturan tersebut diperoleh dengan menjaga salah satu variabelnya knonstan. Hukum Boyle berlaku apabila suhu gas konstan, aturan Charless – G4y Lussac berlaku apabila V/T konstan, lagikan aturan Boyle – G4y Lussac berlaku apabila PV/T konstan.

Proses dan bisnis gas sanggup dibedakan menjadi empat macam, ialah proses isobarik, proses isotermik, proses isokhorik, dan proses adiabatis. Pada proses isobarik besaran yang konstan merupakan tekanan, pada proses isotermik besaran yang konstan merupakan suhu, pada proses isokhorik besaran yang konstan merupakan volume, dan proses adibatis berlaku ΔQ = 0.

Teori kinetik gas merupakan suatu teori yang mempelajari atau membahas seputar sifat-sifat gas yang ditinjau menurut tinjauan energi dan gaya antar partikelnya. Pada kajian teori kinetik gas akan dipelajari seputar tekanan gas ideal, energi kinetik rata-rata, energi dalam gas ideal, dan kecepatan efektif.

 Ringkasan teori dan konsep fisika untuk kelas sebelas semester genap RANGKUMAN MATERI FISIKA KELAS XI Sekolah Menengan Atas SEMESTER GENAP
DINAMIKA ROTASI
  • A. Gerak Rotasi
    B. Momen Gaya
    C. Momen Inersia
    D. Kesetimbangan Benda Tegar
    E. Pusat Massa
  • Pelajari >>
 Ringkasan teori dan konsep fisika untuk kelas sebelas semester genap RANGKUMAN MATERI FISIKA KELAS XI Sekolah Menengan Atas SEMESTER GENAP
MEKANIKA FLUIDA
  • A. Konsep Tekanan
    B. Hukum Archimedes
    C. Kapilaritas dan Viskositas
    D. Asas Kontinuitas
    E. Persamaan Bernoulli
  • Pelajari >>
 Ringkasan teori dan konsep fisika untuk kelas sebelas semester genap RANGKUMAN MATERI FISIKA KELAS XI Sekolah Menengan Atas SEMESTER GENAP
TEORI KINETIK GAS
  • A. Gas Ideal
    B. Hukum wacana Gas
    C. Proses dan Usaha Gas
    D. Teori Kinetik Gas
    E. Energi Dalam
  • Pelajari >>
 Ringkasan teori dan konsep fisika untuk kelas sebelas semester genap RANGKUMAN MATERI FISIKA KELAS XI Sekolah Menengan Atas SEMESTER GENAP
TERMODINAMIKA
  • A. Hukum I termodinamika
    B. Perubahan Energi Dalam
    C. Kapasitas Kalor Gas
    D. Hukum II Termodinamika
    E. Mesin Kalor
  • Pelajari >>

Bab 9 Termodinamika

Pada potongan ini akan dipelajari sedikit subtopik, ialah aturan I Termodinamika dan aturan II Termodinamika. Pada pembahasan aturan I termodinamika akan dipelajari seputar suara aturan pertama termodinamika, perubahan energi dalam, dan kapasitas kalor pada gas monoatomik dan gas diatomik. Pada pembahasan aturan II Termodinamika akan dipelajari wacana suara aturan kedua termodinamika, entropi, dan mesin kalor.

Dari potongan ini dibutuhkan murid sanggup menterangkan seputar aturan I termodinamika dan aturan II Termodinamika serta melihat perbedaannya, memahami konsep perubahan energi dalam, menterangkan kapasitas kalor pada gas monoatomik dan diatomik, memahami konsep sedikit mesin kalor, serta bisa mengaplikasikannya pada sedikit pola kasus.

Hukum pertam termodinamika menyatakan bahwa meskipun energi kalor telah bermetamorfosis bisnis luar dan energi dalam, jumlah seluruh energi tersebut selalu tetap atau konstan. Kapasitas kalor gas merupakan kayanya energi yang dibutuhkan untuk menaikan suhu gas sebesar 1oC. Kapasitas kalor untuk gas monoatomik berbeda dengan gas diatomik.

Hukum kedua termodinamika menyatakan kalor mengalir secara impulsif dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tak megalir secara impulsif dalam arah sebaliknya. Total entropi jagad raya tak berubah dikala proses reversibel terjadi dan cenderung bertambah dikala proses ireversibel terjadi.

Demikianlah rangkuman teori fisika kelas sebelas semester genap yang sanggup edutafsi bagikan. Semoga sanggup dipakai sebagai alat pendukung pembelajaran. Jika rangkuman ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share yang tersedia. Terimakasih.

You may also like