Home Bahasa indonesia Pola Pengembangan Paragraf Dan Teladan Karangan

Pola Pengembangan Paragraf Dan Teladan Karangan

by CerdaskanKita

Berdasarkan letak gagasan utamanya, paragraf sanggup dibedakan menjadi paragraf deduksi, paragraf induksi, dan paragraf campuran. Pada paragraf deduksi, gagasan utama berada di awal paragraf. Pada paragraf insuksi, gagasan utamanya berada di tamat paragraf. Sedangkan paragraf adonan terdapat gagasan utama pada awal dan tamat paragrafnya. Ketiga jenis paragraf tersebut sanggup dikembangkan dengan pola yang berbeda-beda. Pola paragraf menjadi pola atau kerangka fikir bagi penulis dalam berbagi paragraf. Pada hari ini sebelumnya, telah disebutkan secara ringkas apa-apa saja pola yang biasa dipakai untuk berbagi sebuah paragraf. Pada hari ini ini, kita akan membahas pola-pola tersebut lebih jauh beserta contoh paragrafnya. Dengan begitu, dibutuhkan murid sanggup memahami sedikit pola pengembangan paragraf dan sanggup memanfaatkannya dalam acara menulis atau mengarang sesuai dengan pemahamannya.

Penalaran Deduksi dan Induksi

Penalaran deduksi merupakan suatu proses atau metode pengembangan paragraf dengan cara mengemukakan hal-hal umum sebagai kalimat utama terlebih dahulu kemudian kalimat tersebut dikompleksi dengan hal-hal khusus yang memperterang kalimat utama.

Dengan kata lain, pada kecerdikan budi deduksi kita mengemukakan fakta umum di awal paragraf disusul gagasan-gagasan penterang dan pekompleks. Penalaran mirip ini kerap disebut dengan kecerdikan budi umum-khusus. Pola pengembangan yang biasa dipakai dalam kecerdikan budi deduksi merupakan silogisme dan entimen.

Sebaliknya, kecerdikan budi induksi merupakan proses atau metode pengembangan paragraf dengan cara mengemukakan hal-hal khusus yang berfungsi sebagai penterang terlebih dahulu gres kemudian menyimpulkan gagasan utamanya yang bertindak sebagai fakta umum.

Dengan kata lain, pada kecerdikan budi induksi kita mengemukakan hal-hal khusus berkenaan dengan fakta umum di awal paragraf lagikan gagasan utama atau fakta umumnya berada di tamat paragraf. Pola pengembangan mirip ini kerap disebut kecerdikan budi khusus-umum.

Pada paragraf campuran, penulis sanggup memanfaatkan kecerdikan budi deduktif dan kecerdikan budi induktif untuk menghasilkan sebuah paragraf yang padu dan sanggup dimengerti. Untuk keterangan lebih lanjut seputar pola-pola pengembangan paragraf, baca penterangannya berikut ini.

Baca juga : Pengertian, Unsur, Syarat dan Jenis-jenis Paragraf.

Pola Pengembangan Paragraf

Sebagaimana yang telah diterangkan sebelumnya, pola pengembangan paragraf berfungsi sebagai pola atau kerangka fikir bagi penulis dalam berbagi paragraf. Sebelum berbagi sebuah paragraf, ada baiknya kita memilih pola pengembangan yang akan kita gunakan supaya lebih terarah.

Beberapa pola pengembangan paragraf yang umum dipakai dalam paragraf deduksi, induksi, dan adonan merupakan pola umum-khusus, pola khusus-umum, pola definisi luas, pola proses, pola alasannya yaitu akibat, pola ilustrasi, pola kontradiksi dan perbandingan, pola analisis, pola pengklasifikasian, pola titik pandang, dan pola seleksi.

Baca Juga:   Pengertian, Jenis Jenis, Dan Pola Konjungsi

#1 Pola Umum-Khusus
Pola umum-khusus merupakan pola pengembangan yang paling umum digunakan. Pola ini meliputi pola umum-khusus dan khusus-umum. Sesuai dengan namanya, pola ini diawali dengan pernyataan yang sifatnya umum/khusus kemudian disusul pernyataan yang sifatnya khusus/umum.

Pada paragraf deduksi pola pengembangan umum-khusus disebut dengan silogisme lagikan pada paragraf induksi pola pengembangan khusus-umum disebut generalisasi. Pada pola umum-khusus, fakta atau pernyataan umum menjadi kalimat awal lagikan pada pola khusus-umum, fata atau pernyataan umum menjadi kalimat akhir.

Contoh Pola Umum-Khusus
Rina merupakan seorang gadis yang sangat dermawan. Di lingkungannya, ia dikenal sebagai sosok yang ramah dan suka menolong orang lain. Ia tak segan-segan memberi pertolongan kepada merea yang membutuhkan. Bersama sahabat komunitasnya, Rina kerap mengadakan program sosial untuk membantu korban peristiwa atau penggalangan dana untuk pasien kanker yang membutuhkan uluran dana.

Contoh Pola Khusus-Umum
Rina dikenal sebagai sosok yang ramah dan suka menolong. Ia tak akan segan memberi pertolongan pada warga yang membutuhkan. Bersama sahabat komunitasnya, Rina kerap mengadakan program sosial dan penggalangan dana untuk membantu korban peristiwa dan pasien kanker yang membutuhkan uluran dana. Rina merupakan seorang gadis yang sangat dermawan.

Baca juga : Keterampilan Menyimak Wacana Lisan Secara Efektif.

#2 Pola Definisi Luas
Pola definisi luas merupakan pola pengembangan paragraf dengan cara menawarkan keterangan atau arti terhadap suatu kata atau hal. Paragraf ini menguraikan gagasan yang abnormal atau istilah yang luas sesampai kemudian sanggup menimbulkan kontroversi yang mmebutuhkan penterangan.

Contoh Pola Definisi Luas
Memilih pasangan hidup melalui media umum merupakan kesalahan besar yang seharusnya dihindari. Bagaimanapun, berkenalan dengan orang melalui dunia maya beresiko membahayakan diri sendiri. Terlebih apabila terlalu gampang percaya dengan bualan dan rayuan. Niat awal mencari pasangan malah menjadi korban tindakan kriminal. Alhasil, pengguna media umum menjadi sasaran empuk para penjahat yang mengatasnamakan cinta.

#3 Pola Proses
Pola proses merupakan pola pengembangan paragraf dengan cara membuat suatu urutan dari suatu tindakan atau kejadian. Berikut sedikit hal yang harus diperhatikan penulis dalam pola proses:
1. Mengetahui perincian secara menyeluruh
2. Membagi proses atas tahap-tahap kejadiannya
3. Menterangkan tiap urutan dengan detail yang terang

Contoh Pola Proses
Memahami isi buku secara keseluruhan sanggup dilakukan dengan teknik SQ3R. Langkah pertama merupakan dengan cara melaksanakan survey terhadap isi buku melalui daftar isi dan pendahuluan. Kemudian, susunlah sedikit pertanyaan dari poin-poin penting hasil survey. Langkah berikutnya, baca potongan yang perlu dengan teknik pemindaian sesuai dengan kata kunci pada pertanyaan. Setelah itu, tulis dan susun kembali pertanyaan dan jawaban yang telah diperoleh. Langkah terakhir, periksa kembali catatan dan diskusikan dengan teman.

Baca Juga:   Syarat-Syarat Kalimat Yang Cermat Dan Santun

#4 Pola Sebab Akibat
Sesuai dengan namanya, pola alasannya yaitu akhir merupakan pola pengembangan paragraf dengan cara melihat dan memaparkan hubungan alasannya yaitu akhir pada tema yang akan dibahas. Pada pola ini kita sanggup memakai hubungan sebab-akibat atau akibat-sebab sesuai dengan cara yang kita inginkan.

Contoh Pola Sebab Akibat
Dalam sebulan, dani sanggup bolos dari kelas sekaya 4 kali. Menurut teman-temannya, Dani kerap terlihat lagi bermain di sebuah warung internet di dikala jam sekolah. Saat di kelas, Dani kerap mengganggu teman-temannya yang lagi mendengarkan penterangan guru. Dani juga jarang mengerjakan kiprah dan kerapkali tiba terlambat. Tak heran apabila balasannya Dani tinggal kelas dengan nilai rapor merah.

#5 Pola Ilutrasi
Pola gambaran merupakan pola pengembangan paragraf yang biasanya dipakai untuk menyusun sebuah karangan dengan gagasan utama yang terlalu umum sesampai kemudian membutuhkan ilustrasi-ilustrasi nyata sebagai pendukung untuk memperterang gagasan utama.

Contoh Pola Ilustrasi
Kehidupan masyarakat di pemukiman kumuh sangat memprihatinkan. Sebagian besar rumah penduduk berada di pinggir sungai yang telah terkotori akhir sampah. Masyarakat juga terpaksa memanfaatkan air sungai yang tak layak pakai untuk memenuhi kebutuhan mereka mirip mandi, mencuci, dan memasak. Sebagian warga juga memanfaatkan sungai sebagai pembuangan atau WC. Banyak orang bau tanah dan belum dewasa yang terkena penyakit kulit akhir kotor dan sebagian lagi mengalami gangguan pencernaan.

Baca juga : Pengertian dan Jenis-jenis Karangan Beserta Contohnya.

#6 Pola Perbandingan
Pola perbandingan merupakan pola pengembangan paragraf dengan cara membandingkan dua hal atau lebih. Pola perbandingan biasanya dipakai untuk berbagi paragraf yang membahas dua hal atau objek menurut persamaan dan perbedaannya.

Contoh Pola Perbandingan
Rani dan Rina merupakan dua eksklusif yang sangat bertentangan. Rani terdapat sifat yang ramah lagikan Rina sangat pemarah dan egois. Dari segi fisik, kedua gadis itu juga sangat berbeda. Rani terdapat badan tinggi semampai kolam model dengan wajah tirus lagikan Rina bertubuh pendek gemuk dengan wajah bulat. Pipi Rina sangat bundar dan tembam ibarat tomat.

#7 Pola Analisis
Pola analisis merupakan pola pengembangan paragraf yang biasa dipakai untuk menyusun paragraf eksposisi atau argumentasi. Pola analisis dipakai untuk menterangkan suatu hal atau gagasan yang sifatnya umum ke dalam perincian-perincian yang logis.

Baca Juga:   Ciri-Ciri Bahasa Baku Dan Pola Kalimat

Contoh Pola Analisis
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) terus menjamur di Indonesia. Tidak hanya dilakukan oleh para pejabat tinggi namun korupsi juga oleh pejabat kecil termasuk instansi pendidikan. Korupsi seolah menjadi penyakit menular yang menjalar dari pemimpin teratas hingga kemudian bawahan dan sulit untuk disembuhkan. Sepanjang semester pertama tahun 2019, lebih dari 30 masalah diperiksa oleh KPK. Berdasarkan data rekapitulasi penindakan dana korupsi, per 31 mei 2019 KPK melaksanakan penyelidikan 37 perkara, penyidikan 35 perkara, penuntutan 26 perkara, dan sanksi 29 perkara.

#8 Pola Klasifikasi
Sesuai dengan namanya, pola pengembangan pembagian terstruktur mengenai merupakan pola pengembangan paragraf dengan cara mengelompokkan hal, peristiwa, atau benda yang dianggap memiliki kesamaan-kesamaan tertentu. Melalui kesamaan tersebut, penulis mencoba menghubungkan bermacam hal menjadi satu kesatuan yang utuh.

Contoh Pola Klasifikasi
Berdasarkan bahasa yang digunakan, kamus dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu kamus ekabahas, kamus dwibahasa, dan kamus multibahasa. Kamus ekabahasa merupakan kamus yang hanya memakai satu bahasa contohnya kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). Kamus dwibahasa menggunaan dua bahasa contohnya kamus Indonesia-Inggris. Kamus multibahasa memakai lebih dari dua bahasa contohnya kamus Indonesia-Arab-Inggris.

Baca juga : Pengertian, Bagian, Jenis dan Fungsi Kamus.

#9 Pola Sudut Pandang
Pola sudut pandang merupakan pola pengembangan paragraf yang memakai sudut pandang pengarang untuk melihat atau menceritakan sesuatu. Pengembangan paragraf dengan pola sudut pandang didasarkan pada persepsi yang berkaitan dengan posisi atau kawasan penulis pada karangan tersebut.

Contoh Pola Sudut Pandang
Pagi itu, saya berdiri di depan pintu dengan niat menghirup udara segar. Aku memandang halaman yang luas dan melihat seorang bocah lagi tertidur di bawah jendela kamar. Ia tidur dengan hanya beralaskan surat kabar. Dari kejauhan saya sanggup melihat anak itu memeluk tubuhnya sendiri dan berbisnis menahan hambar yang menusuk tubuhnya. Aku mendekatinya dan membangunkannya dengan tujuan membawanya masuk dan memberikannya tumpangan untuk tidur.

#10 Pola Seleksi
Pola seleksi merupakan pola pengembangan paragraf yang menggambarkan suatu objek secara perbagian. Jadi, penggambaran objek tak dilakukan secara utuh dan menyeluruh melainkan dipilih secara perbagian.

Contoh Pola Seleksi
Warga Jombang dihebohkan dengan inovasi jenazah di dalam kardus. Mayat perempuan yang sudah tak teridentifikasi tersebut terlihat sangat rusak terutama potongan wajahnya. Bola mata sebelah kanan terlihat keluar lagikan hidung dan bibirnya hancur mirip terbentur benda keras. Polisi mengira perempuan tersebut merupakan korban tabrak lari.

You may also like