Home BAHAN BELAJAR KIMIA Perbedaan Antara Larutan Elektrolit Dan Larutan Nonelektrolit

Perbedaan Antara Larutan Elektrolit Dan Larutan Nonelektrolit

by CerdaskanKita

– Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektrolit. Apa perbedaan antara larutan elektrolit dan larutan elektrolit? Mengapa larutan elektrolit sanggup menghantarkan listrik sementara larutan nonelektrolit tak? Pada artikel sebelumnya, edutafsi telah membahas pengertian larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit beserta contohnya. Pada pembahasan tersebut sekilas telah diutarakan sedikit perbedaan antara larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. Dari pengertian kedua jenis larutan tersebut, maka terperinci salah satu perbedaan antara larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit terletak pada daya hantar listriknya. Selain daya hantar, berikut akan dibahas sedikit perbedaan antara larutan elektrolit dan nonelektrolit.

Daftar Isi

A. Teori Ion Arrhenius

Sebelum membahas perbedaan antara larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit, maka kita perlu mengetahui teori ion yang diajukan oleh Svante Arrhenius. Teori tersebut merupakan teori yang paling memuaskan dalam menterangkan sifat daya hantar yang ada pada larutan elektrolit.

Pada mulanya, sesudah diketahui bahwa ada larutan yang sanggup menghantar listrik dan ada yang tak sanggup menghantar listrik, para peneliti kemudian menjadi ingin tau akan alasan mengapa larutan elektrolit sanggup menghantarkan listrik.

Pertanyaan tersebut jadinya sanggup diterangkan dengan baik oleh teori ionisasi yang diajukan oleh Arrhenius. Menurut teori ionisasi, larutan elektrolit sanggup menghantarkan listrik alasannya yaitu mempunyai kandungan ion-ion yang sanggup bergerak bebas.

Arrhenius menterangkan bahwa zat elektrolit yang dilarutkan ke dalam air akan terionisasi dan membentuk ion nyata dan ion negatif yang sanggup bergerak bebas. Ion-ion tersebutlah yang kemudian menghantarkan arus listrik melalui larutan.

Baca Juga:   Cara Memilih Konfigurasi Elektron Dan Elektron Valensi

Sementara itu, dikala zat-zat nonelektrolit dilarutkan ke dalam air, zat tersebut tak akan mengalami ionisasi sesampai kemudian masih dalam bentuk molekul dan tak terbentuk ion. Karena tak ada ion-ion yang bergerak bebas, maka larutan tersebut tak sanggup menghantar listrik.

B. Perbandingan Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Teori ionisasi yang diajukan Arrhenius tak hanya berhasil menjawab pertanyaan seputar penyebab munculnya kemampuan larutan elektrolit dalam menghantar listrik, namun juga sanggup memperlihatkan sedikit poin lagi yang membedakan larutan elektrolit dengan nonelektrolit.

Secara garis besar, perbedaan antara larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit sanggup ditinjau dari lima aspek, yaitu menurut daya hantar listriknya, tanda-tanda dalam uji elektrolit, ionisasi dan derajat ionisasi, serta polarisasi.

#1 Daya Hantar Listrik
Sesuai dengan definisinya, maka terperinci perbedaan antara larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit sanggup dilihat dari daya hantar listriknya. Kalau larutan elektrolit sanggup menghantar listrik melalui larutan lagikan larutan nonelektrolit tak sanggup mengahantarkan listrik.

Ditinjau dari daya hantarnya, larutan elektrolit pun masih sanggup dibedakan menjadi larutan elektrolit besar lengan berkuasa dan elektrolit lemah. Larutan elektrolit besar lengan berkuasa sanggup menghantar arus listrik dengan baik lagikan larutan elektrolit lemah terdapat daya hantar yang buruk.

#2 Gejala Hantaran
Pada uji daya hantar listrik untuk larutan, terdapat tanda-tanda hantaran listrik yang sanggup diamati. Gejala tersebut merupakan munculnya gelembung gas pada larutan sebagai akhir dari ionisasi dan menyalanya lampu indikator sebagai tanda bahwa listrik dihantarkan.

Pada pengujian, larutan elektrolit memperlihatkan kedua tanda-tanda tersebut, yaitu adanya gelembung gas dan nyala lampu. Untuk elektrolit lemah, nayala lampu redup atau bahkan tak menyala. Sementara pada larutan nonelektrolit, tak ada tanda-tanda gelembung gas dan nyala lampu.

Baca Juga:   Mengapa Larutan Elektrolit Sanggup Menghantarkan Listrik?

#3 Polarisasi
Dari ada taknya kutub atau polar, larutan elektrolit mempunyai dua kutub atau polar yaitu kutub nyata dan kutub negatif. Hal ini berkaitan dengan proses ionisasi yang berlangsung pada larutan elektrolit. Sedangkan pada larutan nonelektrolit tak terbentuk kutub atau polar.

#4 Ionisasi
Ionisasi merupakan proses terbentuknya ion-ion dalam larutan. Pada larutan elektrolit berlangsung ionisasi sesampai kemudian terbentuk ion-ion yang bebas bergerak lagikan pada larutan nonelektrolit tak terjadi ionisasi.

Pada larutan elektrolit juga sanggup dilihat perbedaan antara elektrolit lemah dan elektrolit besar lengan berkuasa dalam hal ionisasi. Elektrolit besar lengan berkuasa mengalami ionisasi tepat membentuk ion nyata dan ion negatif lagikan elektrolit lemah hanya terurai sebagian.

 Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektrolit PERBEDAAN ANTARA LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NONELEKTROLIT

Ilustrasi tersebut memperlihatkan garam dapur NaCl yang merupakan zat elektrolit dilarutkan ke dalam air. Elektrolit NaCl mengalami ionisasi dan terurai menjadi ion Na+ dan ion Cl.

#5 Derajat Ionisasi
Karena larutan elektrolit mengalami ionisasi, ada yang terurai tepat dan ada yang terturai sebagian, maka larutan elektrolit terdapat derajat ionisasi. Derajat ionisasi untuk larutan elektrolit merupakan 0 < α ≤ 1, lagikan larutan elektrolit derajat ioniasinya merupakan α = 0.

Demikianlah penterangan singkat seputar perbedaan antara larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. Jika artikel yang anda baca bermanfaat, silahkan bagi kepada teman anda melalui tombol share yang tersedia.

You may also like