Home BAHAN BELAJAR BIOLOGI Peran Bioteknologi Di Bidang Pertanian Dan Perkebunan

Peran Bioteknologi Di Bidang Pertanian Dan Perkebunan

by CerdaskanKita

Bioteknologi telah diterapkan di bermacam bidang kehidupan termasuk pertanian dan perkebunan. Dalam bidang pertanian atau perkebunan, bioteknologi bertujuan untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang unggul dan mencukupi ketersediaan pangan. Penerapan bioteknologi di bidang pertanian difokuskan pada tumbuhan budidaya yang menghasilkan materi makanan dan sandang pangan. Dengan memakai bioteknologi, para hebat berbisnis menemukan solusi untuk mengatasi sedikit problem yang ada di bidang pertanian ibarat penyediaan benih, penanggulangan penyakit tanaman, peningkatan kualitas produk pertanian, kerawanan pangan global, dan sebagainya. Melalui teknik bioteknologi khususnya rekayasa genetika, para hebat telah menghasilkan sedikit jenis tumbuhan budidaya dengan kualitas unggul. Pada hari ini ini, materi berguru sekolah akan membahas sedikit produk bioteknologi di bidang pertanian.

Tanaman Transgenik yang Kebal

Tanaman transgenik merupakan jenis tumbuhan yang sudah direkayasa secara genetik sesampai kemudian terdapat substansi yang bukan bab dari metabolisme normalnya. Untuk menghasilkan tumbuhan transgenik, tumbuhan budidaya disisipi gen basil sesampai kemudian menghasilkan senyawa endotoksin.

Senyawa endotoksin merupakan senyawa racun yang akan membantu tumbuhan mengatasi hama atau penyakit yang menyerangnya. Bakteri yang dipakai merupakan basil Bacillus thuringiensis. Tanaman transgenik tak perlu disemprot dengan pestisida lagi lantaran telah terdapat kandungan racun yang sanggup memberantas hama.

Berikut sedikit kelebihan tumbuhan transgenik:
1. Dapat menghasilkan pestisida sendiri
2. Tahan terhadap antibiotik tertentu
3. Mampu memfiksasi nitrogen
4. Dapat memupuk dirinya sendiri
5. Dapat tumbuh di tanah yang kurang subur
6. Memiliki kandungan gizi yang tinggi dan beranekaragam
7. Dapat mengkode aktivitas metabolismenya

Baca Juga:   Prinsip Dan Mekanisme Teknik Kultur Jaringan
Tanaman Gen Sifat
Jagung Gen Cry Tahan terhadap hama penggerek batang
Kapas Gen Cry Tahan terhadap hama penggerek bunga
Padi Gen Cry Tahan terhadap hama penggerek batang
Kedelai ESPS Tahan terhadap herbisida glisofat
Kentang Cry V Tahan terhadap penggerek daun dan umbi
Kakao Gen Bt Tahan terhadap hama penggerek buah
Padi Bt dan GNA Tahan terhadap penggerek batang dan wereng coklat
Tebu Gen Bt Tahan terhadap hama penggerek batang
Ubi jalar Gen Pin II Tahan terhadap hama boleng
Tomat Enzim pektinase Tahan usang dan tak cepat busuk

Pade tabel di atas disaapabilan sedikit teladan tumbuhan transgenik yang sudah dikembangkan. Beberapa teladan tumbuhan transgenik yang paling terkenal merupakan tomat transgenik yang buahnya tak gampang busuk, tumbuhan jagung transgenik yang mempunyai kandungan gen cry yang sanggup menghasilkan racun dan membunuh hama ulat, tumbuhan kapas transgenik, dan sebagainya.

Pembuatan Pupuk Hayati (Biofertilizer)

Pupuk merupakan salah satu faktor eksternal yang menghipnotis pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk diharapkan untuk menyuburkan tanah dan mencukupi kebutuhan unsur atau mineral yang diharapkan oleh tanaman. Akan tenamun, penggunaan pupuk buatan sanggup mencemari lingkungan sekitarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, bioteknologi berperan dalam pembuatan pupuk hayati atau biofertilizer. Pupuk hayati merupakan pupuk berisi inokulum mikroba yang berfungsi menyuburkan tanah. Pupuk hayati dibentuk dengan memanfaatkan teknologi rekayasa genetik dengan memanfaatkan basil penambah nitrogen, basil pelarut posfat, atau mikoriza.

Produksi Bibit atau Benih Unggul

Salah satu teknik bioteknologi di bidang pertanian yang paling terkenal merupakan teknik kultur jaringan. Kultur jaringan merupakan teknik kloning yang dilakukan pada tumbuhan. Kultur jaringan dipakai untuk menghasilkan benih atau hibrida dalam jumlah besar dan seragam dalam waktu relatif singkat.

Baca Juga:   Jenis Dan Pola Gerak Pada Tumbuhan

Teknik kultur jaringan sanggup mengatasi problem penyediaan benih sesampai kemudian sanggup meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan. Teknik kultur jaringan mecukupkan pengadaan benih yang unggul dengan sifat yang seragam dan sesuai dengan yang diinginkan.

Prinsip kultur jaringan merupakan dengan menumbuhkan jaringan tumbuhan yang diambil dari jaringan meristematik contohnya potongan daun, ujung akar, batang, atau bunga di dalam medium buatan. Medium yang dipakai berbentuk cair dan padat.

Berikut sedikit laba kultur jaringan:
1. Menghasilkan hibrida dan seragam
2. Sifat genetik benih sama persis dengan induknya
3. Menghasilkan kaya benih dalam waktu relatif singkat
4. Salah satu sarana melestarikan plasma nutfah
5. Sebagai konservasi tumbuhan langka.

Padi Emas (Golden Rice)

Salah satu gebrakan bioteknologi dalam bidang pertanian merupakan dihasilkannya tumbuhan padi emas (golden rice). Padi emas merupakan tumbuhan padi yang telah direkayasa secara genetika dengan cara memasukkan gen-gen yang mengkode pembentukan beta-karoten sesampai kemudian dihasilkan padi berwarna keemasan.

Beta-karoten merupakan prekusor vitamin A sesampai kemudian padi emas yang dihasilkan juga mempunyai kandungan vitamin A. Dihasilkannya padi emas merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan vitamin A dan mengatasi defisiensi vitamin A.

Tanaman Dengan Kemampuan Fiksasi Nitrogen

Nitrogen merupakan salah satu unsur makro yang diharapkan oleh tumbuhan dalam jumlah besar. Defisiensi nitrogen sanggup menjadikan tumbuhan tumbuh buruk dan berwarna hijau muda. Permukaan daun bab bawah berwarna kuning atau cokelat muda dan batangnya menjadi pendek dan kurus.

Sebagian besar tumbuhan pertanian yang merupakan sumber makanan pokok tak terdapat simbion basil di akarnya sesampai kemudian tak bisa memfiksasi nitrogen. Oleh lantaran itu, diharapkan pupuk buatan yang mempunyai kandungan nitrogen untuk mencukupi kebutuhan nitrogen tanaman.

Baca Juga:   Macam-Macam Jaringan Epitel Dan Fungsinya

Untuk meningkatkan produkstivitas tumbuhan sekaligus mengurangi penggunaan pupuk buatan, maka bioteknologi dipakai untuk menghasilkan tumbuhan yang sanggup memfiksasi nitrogen tanpa derma mikroba pengikat nitrogen sesampai kemudian sanggup memenuhi kebutuhan nitrogennya sendiri.

Tanaman yang sanggup memfiksasi nitrogen dihasilkan dengan memanfaatkan gen nif yang bertugas mengontrol fiksasi nitrogen. Gen nif disisipkan pada tumbuhan serealia yang terdapat nilai ekonomi tinggi ibarat padi, gandum, jagung, jelai, haver, dan sebagainya.

Pemulihan Produktivitas Tanah 

Salah satu hambatan dalam pertanian merupakan menurunnya produktivitas tanah akhir tingginya kadar garam dalam tanah. Banyak tanah pertanian yang mempunyai kandungan garam akhir irigasi dan menjadi tak produktif. Kadar garam yang tinggi pada tanah menjadikan tergganggunya pertumbuhan, produktivitas tumbuhan dan fungsi-fungsi fisiologis tumbuhan terutama pada jenis-jenis tumbuhan pertanian

Untuk mengatasi problem tersebut, sanggup dilakukan transfer gen yang toleran terhadap garam dari tumbuhan mangrove ke tumbuhan pangan sesampai kemudian tumbuhan budidaya tersebut tetap sanggup tumbuh di tanah yang kadar garamnya tinggi.

You may also like