Home BAHAN BELAJAR KIMIA Penggolongan Zat Adiktif Menurut Efek Yang Ditimbulkan

Penggolongan Zat Adiktif Menurut Efek Yang Ditimbulkan

by CerdaskanKita

– Seiring dengan perkembangan dunia medis dan teknologi penelitian, bermacam jenis obat-obatan yang berguna untuk badan pun berhasil ditemukan. Secara umum, inovasi obat tersebut biasanya ditujukan untuk membantu proses peyembuhan atau diharapkan dalam tindakan medis. Akan tenamun, sebagian obat-obatan tersebut kemudian disalahgunakan dan dikonsumsi secara berlebihan. Jenis obat-obatan yang biasa disalahgunakan merupakan golongan obat yang bersifat adiktif atau bersifat candu. Penyalahgunaan obat-obatan ini tak hanya sanggup merusak kesehatan penggunanya tetai juga dihentikan keras di sebagian besar negara lantaran merupakan tindakan yang ilegal atau dilarang.

Obat-obatan yang rentan disalahgunakan dan kerap disebarkan secara ilegal kemudian disebut sebagai obat-obatan terlarang dan digolongkan sebagai zat adiktif. Pada hari ini ini, edutafsi akan membahas pengertian zat adiktif dan penggolongan zat adiktif menurut imbas yang ditimbulkannya serta dampaknya bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.

A. Pengertian Zat Adiktif

Adiktif merupakan suatu kata sifat yang memperlihatkan adanya kecenderungan suatu hal menjadi candu atau ketergantungan bagi penggunanya. Dengan demikian, menurut arti katanya zat adiktif merupakan zat-zat kimia yang penggunaannya sanggup mengakibatkan kecanduan atau ketergantungan. Biasanya pengguna akan ketagihan untuk mengkonsumsinya.

Di masyarakat luas, zat adiktif yang disalahgunakan umumnya dikenal sebagai narkoba, yakni narkotika dan obat-obatan berbahaya. Namun, zat adiktif bahwasanya merujuk pada suatu istilah yakni NAPZA yang merupakan abreviasi dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

#1 Narkotika
Menurut undang-undang RI nomor 22 tahun 1977, narkotika merupakan semua zat atau obat-obatan yang berasal dari tanaman, baik itu sintesis inginpun semi sintesis, yang sanggup mengakibatkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, dan menimbulkan ketergantungan contohnya candu, morfin, hiroin, kokain, ganja, opium, dan sebagainya.

Baca Juga:   Partikel Dasar Penyusun Atom (Proton, Neutron Dan Elektron)

Secara medis, narkotika berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit. Meski begitu, lantaran obat-obatan ini bekerja mensugesti susunan sistem syaraf pusat, maka sifatnya yang adiktif kerap menjadi pemicu orang-orang tak bertanggungjawab untuk menyebarluaskan dan menyalahgunakan obat-obatan ini.

#2 Psikotropika
Menurut undang-undang RI nomor 5 tahun 1997, psikotropika merupakan zat atau obat-obatan, baik itu alamiah inginpun sintesis, bukan termasuk narkotika, yang mempunyai kegunaan psikoaktif melalui dampak selektif pada susunan syaraf sentra yang mengakibatkan perubahan pada kegiatan mental dan sikap penggunanya.

Dalam dunia medis, psikotropika biasanya dipakai untuk mengatasi bermacam gangguan kejiwaan. Namun, sifatnya yang candu mengakibatkan jenis obat-obatan ini rentan disalahgunakan sesampai kemudian penggunaanya tak lagi ditujukan untuk tujuan medis melainkan sebagai bentuk kesenangan atau pelarian dari suatu masalah.

#3 Zat Aiktif Lainnya
Zat lain yang tak tergolongan narkotika dan psikotropika tenamun bersifat candu disebut zat adiktif lainnya. Zat adiktif lainya merupakan zat atau obat-obatan yang sanggup menimbulkan ketergantungan dan sebagian besar dipakai secara luas contohnya kafein, inhalansia, dan nikotin.

B. Penggolongan Zat Adiktif

Berdasarkan imbas yang ditimbulkannya, obat-obatan yang sanggup mensugesti pikiran insan dibedakan menjadi tiga golongan, yakni stimulan, depresan, dan halusinogen. Ketiga zat ini terdapat imbas yang berbeda bagi badan penggunannya. Berikut defenisi dan imbas yang ditimbulkan ketiga zat tersebut.

#1 Stimulan
Stimulan atau dikenal sebagai obat perangsang merupakan golongan obat-obatan yang sanggup memperlihatkan rangsangan secara efektif kepada otak dan sistem syaraf. Contoh obat-obatan yang tergolong stimulan contohnya amfetamin (ecstasy) dan kokain.

Selain mengakibatkan ketergantungan, penggunaan obat perangsang secara berlebihan sanggup mengakibatkan kekacauan fikiran, rasa gugup dan cemas yang berlebihan, halusinasi, sikap brutal, serangan jantung, hingga kemudian stroke.

Baca Juga:   Menentukan Nomor Atom, Nomor Massa Dan Jumlah Neutron

#2 Depresan
Depresan atau dikenal sebagai obat penenang merupakan golongan obat-obatan yang sanggup memperlambat kegiatan sistem syaraf sentra sesampai kemudian sanggup meyebabkan turunnya tingkat kesadaran. Sesuai dengan namanya, obat ini sanggup memperlihatkan imbas jangan khawatir pada penggunanya. Contoh obat penenang antaralain morfin dan barbital.

Di duna medis, depresan umumnya dipakai sebagai obat penenang khususnya bagi pasien yang mengalami tekanan atau kondisi stress. Penyalahgunaan obat penenang secara berlebihan sanggup mengakibatkan pingsan, koma, hingga kemudian kematian.

#1 Halusinogen
Sesuai dengan namanya, halusinogen merupakan golongan obat-obatan yang sanggup menimbulkan halusinasi pada penggunanya. Mengkonsumsi halusinogen mengakibatkan penggunanya cenderung melihat atau mendengar sesuatu yang tak nyata. Contoh zat halusinogen contohnya ganja dan LSD (Lysergsaure diethylamid).

 Seiring dengan perkembangan dunia medis dan teknologi penelitian PENGGOLONGAN ZAT ADIKTIF BERDASARKAN EFEK YANG DITIMBULKAN

Selain mengakibatkan timbulnya halusinasi, penyalahgunaan zat halusinogen secara berlebihan sanggup mengakibatkan timbulnya rasa takut dan cemas yang berlebihan (paranoid), penurunan daya komunikasi, hingga kemudian kecenderungan untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

Demikian pembahasan singkat seputar zat adiktif dan penggolongannya menurut imbas yang ditimbulkannya yang sanggup edutafsi bagika. Semoga gosip ini bermanfaat buat kita semua. Jika konten yang anda baca bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share yang tersedia. Terimakasih.

You may also like