– Selain drama, salah satu karya sastra yang umumnya menampilkan kisah kehidupan insan atau mahkluk hidup lainnya merupakan film. Film sendiri merupakan salah satu karya yang diproduksi dalam skala industri dan merupakan produk yang bernilai hemat tinggi. Industri film terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Film umumnya ditayangkan di bioskop atau televisi. Karena menjadi konsumsi publik, maka sudah sepatutnya sebuah film mengutamakan nilai dan norma supaya menjadi tontonan yang positif untuk semua kalangan. Pada hari ini ini, edutafsi akan membahas unsur-unsur pokok sebuah film dan apresiasi terhadap film.

A. Pengertian Film

Secara simpel, film sanggup diartikan sebagai serangkaian gambar yang bergerak atau umumnya dikenal sebagai video. Sebuah film terwujud melalui serangkaian adegan yang direkam memakai alat perekam atau adegan yang diciptakan memakai teknologi komputer ibarat halnya film animasi.

Sebagaimana halnya sebuah kisah dalam cerpen atau novel, sebuah film juga dibangun melalui suatu naskah yang secara kompleks memaparkan kisah serta obrolan yang akan dilakukan oleh para pemerannya. Sebuah naskah atau kisah dalam film tentu saja terdapat tema, penokohan, setting, konflik, dan sebagainya.

Keseluruhan unsur intrinsik dalam karya tulis kisah juga diharapkan dalam penulisan naskah film atau skenario. Dalam penulisan naskah, penulis haruslah memperhatikan urutan adegan demi adegan sesuai dengan jalan kisah yang diangkat menjadi film sesampai kemudian alur kisah tersebut jelas dan gampang ditangkap oleh penonton.

Sebagai produk industri, tujuan utama produksi film merupakan untuk memperoleh keuntungan. Meski begitu, sebagai materi tontonan yang akan disakiskan khalayak ramai, tentu saja sebuah film haruslah menampilkan suatu kisah yang menarik dan tentunya ada pesan susila yang ingin disampaikan kepada penonton.

Baca Juga:   Pengertian, Unsur-Unsur Drama Dan Jenis Drama

Selain tema yang diangkat, salah satu aspek yang menjadi daya tarik sebuah film merupakan konflik yang dihadirkan. Sebuah film biasanya mengangkat suatu problem yang terjadi dalam kehidupan baik itu kehidupan faktual ataupun kehidupan fantasi yang menampilkan konflik sebagai titik titik puncak dari kisah itu.

B. Unsur Pokok Film

Secara garis besar, sebuah film dibangun melalui sedikit unsur utama yang kemudian dipadukan dengan unsur-unsur pendukung. Beberapa unsur yang termasuk unsur pokok film antara lain produser, penulis skenario, sutradara, aktor, juru kamera, penyunting, dan penata artistik.

#1 Produser
Produser merupakan orang bertanggungjawab atas permodalan pembuatan film. Seorang produser juga bertanggungjawab mengurus perizinan, distribusi, dan peredaran film yang akan diproduksi.

#2 Sutradara
Sutradara merupakan orang yang berperan sebagai pemimpin dalam pembuatan film. Seorang sutradara bertanggungjawab terhadap keseluruhan proses pembuatan film mulai dari pembuatan skenario, akting pemeran, pengambilan gambar, perekaman suara, hingga kemudian tata artistik.

#3 Penulis Skenario
Penulis skenario merupakan orang yang bertanggung jawab menulis naskah atau skenario untuk film yang akan diproduksi. Penulis bertanggung jawab menuangkan kisah ke dalam skenario dan menyusun obrolan yang selaras dengan setting yang digambarkan.

#4 Aktor dan Aktris
Aktor dan aktris merupakan orang yang bertugas memerankan aksara atau tokoh yang ada dalam kisah yang akan difilmkan. Aktor dan aktris bertanggungjawab memerankan aksara yang diberikan. Mereka harus terdapat kemampuan akting yang mumpuni supaya sanggup memerankan suatu aksara dengan baik sesuai harapan.

#5 Juru Kamera
Juru kamera merupakan orang yang bertanggungjawab dalam pengambilan gambar atau video untuk film. Seorang juru kamera haruslah menguasai teknik-teknik pengambilan gambar supaya dihasilkan film dengan kualitas yang baik.

Baca Juga:   16+ Pola Kisah Fantasi Singkat (Cerita Fiksi) Beserta Strukturnya

#6 Penyunting
Penyunting atau editor merupakan orang yang bertanggungjawab menyunting penyusunan gambar-gambar film sehabis proses pengambilan gambar selesai. Seorang penyunting haruslah menguasai teknik editing gambar atau video untuk menghasilkan film sesuai keinginan.

#7 Penata Artistik
Penata artistik merupakan tim yang bertanggungjawab untuk mengatur artistik sebuah film supaya dihasilkan gambar yang aristik sesuai dengan kebutuhan film tersebut. Tim ini terdiri dari penata suara, penata latar, penata busana, dan penata rias.

Baca juga : Bentuk-bentuk Karya Sastra.

C. Apresiasi Terhadap Film

Sebagai sebuah karya seni, tentu film layak untuk diapresiasi. Terlepas dari anggun taknya jalan kisah yang disaapabilan, sebuah film patut mendapat apresiasi terutama dari para penikmat film lantaran untuk merekalah biasanya film diproduksi.

Apresiasi terhadap film merupakan suatu bentuk penghargaan sekaligus evaluasi terhadap sebuah film menurut kriteria tertentu. Penilaian tehadap karya film dalam bentuk goresan pena lebih dikenal dengan istilah resensi film, ialah sebuah karya tulis yang berisi pandangan seputar baik buruknya kualitas suatu film.

Selain sebagai bentuk apreasiasi dan penilain, resensi film juga ditujukan untuk membantu penikmat film untuk mengetahui kualitas sebuah film sebelum mereka tetapkan untuk menontonnya. Melalui sebuah resensi film, pembaca mendapat suatu citra atau ringkasan singkat seputar sebuah film.

Pembuatan resensi film haruslah disertai dengan pengetahuan seputar unsur-unsur film dan pemahaman seputar jalan kisah dalam film yang dinilai. Penilaian terhadap film biasanya ditujukan kepada sebagian besar unsur utamanya ibarat kualitas skenario, sutradara, akting, pemilihan peran, dan sinematografinya.

Resensi film secara garis besar terdiri dari tiga bab utama, ialah pendahuluan, isi, dan penutup. Pendahuluan berisi judul film, nama sutradara, nama produser, penulis skenario, dan para pemeran utamanya. Bagian ini memberi isu seputar siapa-siapa saja yang terlibat dalam produksi film tersebut.

 salah satu karya sastra yang umumnya menampilkan kisah kehidupan insan atau mahkluk hid PENGERTIAN UNSUR-UNSUR POKOK DALAM FILM DAN ASPEK APRESIASI

Pada bab isi terdapat citra seputar alur cerita, aksara tokoh yang diperankan, bahasa yang digunakan, penyajian konflik, proses editing, kemampuan sutradara dalam menerjemahkan skenario, hingga kemudian nilai atau pesan yang ingin disampaikan melalui film tersebut.

Baca Juga:   Jenis-Jenis Puisi Lama, Puisi Baru, Dan Kontemporer

Bagian terakhir merupakan penutup. Pada bab ini, terdapat simpulan seputar kelebihan dan kekurangan film secara keseluruhan. Karena evaluasi tiap orang biasanya berbeda, maka pada bab ini biasanya didominasi oleh pendapat atau pandangan penulis seputar film yang dianalisinya sesampai kemudian resensi eilm kerapkali tak terlalu objektif.

Baca juga : Unsur-unsur Pokok dalam Karya Drama.

Demikianlah pembahasan singkat seputar pengertian dan unsur-unsur pokok film beserta apresiasi film. Semoga pembahasan ini bermanfaat untuk teman-teman. Jika konten yang anda baca bermanfaat, bantu edutafsi ya membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share yang tersedia. Terimakasih.