Home BAHAN BELAJAR FISIKA Pengertian, Ciri-Ciri Dan Rumus Gerak Vertikal Ke Atas

Pengertian, Ciri-Ciri Dan Rumus Gerak Vertikal Ke Atas

by CerdaskanKita

– Gerak vertikal ke atas termasuk salah satu pola gerak lurus berubah beraturan dalam arah vertikal. Sebelumnya kita telah membahas pola gerak lurus berubah beraturan yang lain yaitu gerak jatuh bebas. Pada dasarnya gerak vertikal ke atas dan gerak jatuh bebas terdapat prinsip dasar yang sama, hanya saja alasannya ialah ada sifat khusus yang menjadi ciri khas masing-masing gerak, maka ada sedikit perbedaan dalam penggunaan rumus dan besarannya. Salah satu perbedaan yang sanggup kita lihat dengan terperinci antara kedua jenis gerak tersebut merupakan arah geraknya.

Definisi Gerak Vertikal ke Atas

Sesuai dengan namanya, gerak vertikal ke atas merupakan gerak benda dengan lintasan berupa garis lurus dalam arah vertikal. Idealnya, semoga sanggup bergerak ke atas, maka benda harus terdapat kecepatan awal. Jadi, gerak vertikal ke atas merupakan gerak benda dengan kecepatan awal tertentu.

Kecepatan benda yang bergerak vertikal ke atas berubah secara teratur. Perubahan tersebut berupa penurunan kecepatan akhir efek gaya gravitasi. Karena arah gerak melawan arah gaya gravitasi bumi, maka benda yang bergerak vertikal ke atas terdapat percepatan negatif atau perlambatan sebesar percepatan gravitasi (a = -g).

Pada gerak vertikal ke atas, konsep dasar yang harus kita ingat merupakan kecepatan benda pada titik tertinggi merupakan nol. Dengan kata lain, ketika benda mencapai ketinggian maksimum, maka benda akan membisu sesaat sebelum alhasil jatuh kembali. Konsep ini merupakan kunci penting dalam menganalisis soal-soal gerak vertikal dan gerak parabola.

Setelah mencapai ketinggian maksimum, benda akan kembali bergerak ke bawah (ke tanah). Dalam tahap ini, gerak benda merupakan gerak jatuh bebas. Dengan begitu, konsep dan rumus gerak jatuh bebas sanggup kita gunakan. Ingat, kecepatan awal pada gerak jatuh bebas merupakan nol.

Konsep lain yang tak kalah penting pada gerak vertikal ke atas merupakan waktu tempuh. Pada gerak vertikal ke atas, waktu yang dipakai untuk mencapai titik tertinggi akan sama dengan waktu yang dipakai untuk kembali ke tanah (dengan catatan, titik awal gerak merupakan tanah). Jadi, waktu yang dihabiskan benda untuk melayang di udara merupakan dua kali waktu yang digunakannya untuk mencapai titik tertinggi.

Ciri-ciri Gerak Vertikal ke Atas

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, bahwa gerak vertikal ke atas biasanya akan menjadi gerak jatuh bebas sesudah benda mencapai ketinggian maksimum. Jadi, jikalau kita lihat secara keseluruhan dari awal benda bergerak hingga lalu kembali ke posisinya, maka ada dua jenis gerak yaitu gerak vertikal ke atas dan gerak jatuh bebas.

Ciri-ciri dan rumus gerak jatuh bebas telah kita bahas pada artikel sebelumnya. Pada hari ini ini kita hanya akan melihat ciri-ciri gerak vertikal ke atas hingga mencapai ketinggian maksimum. Karena benda bergerak dalam arah vertikal dan mencapai ketinggian maksiumum, maka perpindahan benda sama dengan ketinggiannya.

Dalam hal perpindahan kita harus memperhatikan perbedaan antara gerak jatuh bebas dan gerak vertikal ke atas. Kalau pada gerak jatuh bebas, ketinggian dihitung dari titik atas (titik awal benda dijatuhkan) lagikan pada gerak vertikal ke atas, ketinggian dihitung dari bawah (titik awal benda bergerak ke atas). Jadi, pada gerak vertikal ke atas, ketinggian (h) yang dipakai untuk menyatakan perpindahan diukur sebagaimana umumnya.

Baca Juga:   Sinar Istimewa Dan Pembentukan Bayangan Pada Cermin Cembung

Suatu benda dikatakan bergerak vertikal ke atas apabila menunjukkan ciri-ciri berikut ini :

  1. Benda bergerak dengan lintasan berupa garis lurus dalam arah vertikal
  2. Benda bergerak dari titik terendah ke titik tertinggi
  3. Kecepatan benda berubah secara teratur (semakin menurun)
  4. Kecepatan benda pada titik tertinggi (ketinggian maksimum) sama degan nol
  5. Benda mengalami perlambatan (a = -g)

Sama menyerupai gerak jatuh bebas, pada gerak vertikal ke atas juga berlaku aturan kekekalan energi mekanik. Energi mekanik di setiap titik sepanjang lintasannya akan sama besar. Energi kinetik terbesar berada pada titik terendah lagikan energi kinetik tertinggi berada pada titik tertinggi.

Rumus Dasar Gerak Vertikal ke Atas

Karena gerak vertikal ke atas merupakan gerak lurus berubah beraturan, maka rumus dasar gerak vertikal ke atas sama dengan rumus dasar GLBB. Hanya saja alasannya ialah percepatan dan perpindahan dinyatakan dalam besaran yang berbeda, maka ada perubahan simbol menyerupai berikut :

Rumus Utama GLBB
vt = vo ± a.t
vt2 = vo2 ± 2.a.s
s = vo.t ± ½.a.t2

Dengan :
vt = kecepatan sesudah t detik (m/s)
vo = kecepatan awal (m/s)
s = perpindahan (m)
a = percepatan (m/s2)
t = waktu tempuh (s).

Rumus Utama GVA
vt = vo − g.t
vt2 = vo2 − 2.g.h
h = vo.t − ½.g.t2

Dengan :
vt = kecepatan sesudah t detik (m/s)
vo = kecepatan awal (m/s)
h = perpindahan (m)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
t = waktu tempuh (s)

Perhatikan kedua rumus utama di atas. Perhatikan bahwa pada gerak vertikal ke atas (GVA), percepatannya bernilai negatif sesampai lalu tak ada tanda plus minus (±) menyerupai pada GLBB. Kemudian perhatikan pula simbol besaran yang berbeda. Meski berbeda simbol, intinya simbol tersebut dipakai untuk menyatakan besaran yang sama.

You may also like