Home Bahasa indonesia Pembahasan Un Bahasa Indonesia Wacana Puisi

Pembahasan Un Bahasa Indonesia Wacana Puisi

by CerdaskanKita

– Puisi. Pembahasan soal ujian nasional bidang studi bahasa Indonesia perihal puisi untuk tingkat menengah atas. Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memakai bahasa singkat dan menekannkan pemakaian kata bermakna konotatif. Beberapa model soal ujian nasional perihal puisi antara lain memilih suasana yang digambarkan dalam puisi, memilih maksud atau isi puisi, amanat dari isi puisi, dan gaya bahasa yang dipakai penulis. Pada hari ini ini, edutafsi akan membahas sedikit soal perihal puisi yang pernah keluar dalam ujian nasional tahun-tahun sebelumnya. Semoga sanggup menjadi citra untuk murid sekaligus sebagai sarana untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional tahun ini.

Soal 1 : Menentukan Suasana yang Digambarkan Puisi

Bacalah puisi berikut ini dengan seksama!
Sinar
Di sudut hitam itu
Kulihat betapa tajam sinarmu
Menusuk hati dan jiwaku
Namun apa daya
Ketika kucoba menangkapnya
Sinar itu menghilang bagai ditelan badai
Hari ini pun meredup
Bagai malam ditinggalkan sang rembulan
Tak ada harapan
Tak ada sinar
Dan sinar itu tak akan kembali
(Karya Rian Ardiani)

Puisi berjudul sinar di atas menggambarkan suasana …
A. Kebimbangan
B. Kekecewaan
C. Kebahagiaan
D. Ketakutan
E. Keheningan

Pembahasan :
Suasana yang digambarkan dalam sebuah puisi biasanya tergambar dari pemilihan atau pemakaian kata-kata tertentu yang mencerminkan suasana tersebut. Hal ini biasanya berkaitan dengan isi hati dari sang penyair sesampai kemudian kata-kata yang dipakai biasanya diubahsuaikan untuk menggambarkan isi hati tersebut.

Pada puisi berjudul “Sinar” ini, suasana yang ingin digambarkan oleh penyair merupakan kekecewaan. Suasana tersebut tergambar dari sedikit kata sifat atau kata bermakna keadaan yang dipakai menyerupai contohnya “Namun apa daya”, “Hari ini pun meredup”, “Tak ada harapan”, dan sebagainya.

Jawaban : B

Soal 2 : Menentukan Maksud dari Larik Puisi

Maksud larik terakhir dari puisi pada soal nomor satu di atas merupakan ….
A. Harapan untuk terdapat seseorang yang dikagumi dan dicintai
B. Keinginan untuk terdapat seseorang yang menjadi dambaan hati
C. Keinginan untuk menyayangi seseorang, tenamun kaya hambatan
D. Usaha untuk terdapat orang yang dicinta mendapat tantanga
E. Kekecewaan seseorang lantaran gagal mendapat sesuatu yang diinginkan.

Pembahasan :
Maksud dari sebuah puisi biasanya akan bekerjasama dengan suasana yang digambarkan oleh puisi tersebut. Sebagaimana yang dibahas pada soal nomor satu, puisi ini menggambarkan kekecewaan, sesampai kemudian maksud dari puisi ini juga tak jauh dari nuansa kekecewaan. Mari perhatikan larik terakhir puisi ini.

Baca Juga:   72 Rujukan Slogan Pendidikan Inspiratif Beserta Gambarnya

Baris dari larik terakhir puisi ini merupakan “Dan sinar itu tak akan kembali”. Hal itu menggambarkan adanya kekecewaan lantaran apa yang diperlukan tak berhasil diraih. Ketika sesorang mengungkapkan larik terakhir puisi ini tentu sebenarnya ia berharap sinar itu tiba kembali, yang artinya ia berharap sesuatu yang ia inginkan sanggup ia capai. Tapi kenyataannya tak sesampai kemudian menciptakannya kecewa.

Jawaban : E

Soal 3 : Menentukan Maksud dari Sebuah Puisi

Bacalah puisi berikut ini denga seksama!
Karangan Bunga
Tiga anak kecil 
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
“Ini dari kami bertiga
Pita hitam dalam karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi abang yang ditembak mati
siang gres saja”

Maksud dari puisi tersebut merupakan …
A. Menggambarkan bencana kedukaan
B. Menceritakan tiga anak kecil datang
C. Menggambarkan anak kecil yang malu
D. Menceritakan bencana sore itu
E. Menunjukkan pita hitam dalam karangan bunga

Pembahasan :
Jika dilihat sekilas dari judulnya, cukup maksud dari puisi ini sanggup saja bermacam hal yang biasanya melibatkan karangan bunga. Namun pada salah satu baris dalam puisi tersebut dipakai kata “Pita hitam” dalam rangkaian bunga yang umumnya dipakai untuk menyatakan duka. Hal itu didukung dengan baris berikutnya “Sebab kami ikut berduka“. Dengan demikian, maksud dari puisi ini merupakan menggambarkan bencana kedukaan.

Jawaban : A

Soal 4 : Menentukan Amanat dari Sebuah Puisi

Amanat dari puisi berjudul “Karangan Bunga” di atas merupakan ….
A. Perjuangan sekelompok anak kecil yan ikut berduka
B. Segeralah ke Salemba untuk menuntut keadilan
C. Berjuanglah untuk mempertahankan golongan tertentu
D. Hendaklah kita menghargai pengorbanan yang membela kebenaran
E. Segala usaha kalau tak dilandasi dengan keimanan akan terkalahkan.

Pembahasan :
Pada puisi tersebut digambarkan suasana sedih dan bagaimana tiga gadis kecil yang meluangkan waktu mereka membawa karangan bunga dengan pita hitam untuk mengatakan bahwa mereka ikut berduka atas gugurnya perjaka yang membela kebenaran. Dengan demikian, amanat yang inding disampaikan oleh penyair merupakan semoga kita menghargai pengorbanan mereka, orang-orang yang rela mengorbankan nyawa demi mebela kebenaran.

Jawaban : D

Soal 5 : Menentuan Gambaran Suasana dalam Puisi

Bacalah kutipan puisi berikut ini dengan seksama!
Gerimis yang Diam-diam
Pada suatu temaram subuh
Yang masbodoh oleh perjalanan musim
Adakah kamu lihat di atas atap rumah-rumah
Gerimis yang menyebar diam-diam
Datang dari kelam langit
Pada dikala itu
Adakah kamu cair pikirkan
Bahwa sang mahadurjana
Fitnah yang merajalela di mana-mana
Merasuki tiap jengkal tanah-tanah di bumi
Dari kelam kehidupan diam-diam
Sebagaimana desis gerimis?

Suasana yang digambarkan oleh kutipan puisi tersebut merupakan ….
A. Kekacauan
B. Kekhawatiran
C. Kesunyian
D. Keraguan
E. Kesedihan

Baca Juga:   6 Tumpuan Teks Eksplanasi Singkat, Padat, Terang Beserta Strukturnya

Pembahasan :
Jika diperhatikan makna dari tiap baris puisi di atas, maka ada satu kekerabatan antara satu dengan lainnya dan hal itu menggambarkan “kekhawatiran”. Suasana kekhawatiran tersebut tergambar dari sedikit kata atau kata keadaan yang dipakai dalam puisi itu contohnya : mahadurjana, fitnah merajalela, menyebar diam-diam, merasuki tiap jengkal tanah, dan sebagainya. Kata-kata tersebut mengatakan kekhawatiran seseorang (penyair) akan suatu fenomena yang tengah terjadi di tengah masyarakat.

Jawaban : B

Soal 6 : Menentukan Makna dari Isi Puisi
Maksud dari isi larik pertama puisi “Gerimis yang Diam-diam” di atas merupakan ….
A. Cuaca masbodoh yang tak diperlukan oleh masyarakat
B. Masyarakat semoga waspada akan datangnya hujan deras
C. Munculnya fenomena kehidupan yang tak disadari masyarakat
D. Masyarakat semoga menjaga lahan dan rumahnya masing-masing
E. Menyadarkan bahwa hidup ini penuh misteri yang tak terduga.

Pembahasan :
Karena puisi memakai kata-kata yang bermakna konotatif, maka tentu saja makna kata yang dipakai pada larik pertama taklah menterangkan makna sebenarnya melainkan hanyalah sebuah kiasan. Maksud dari larik tersebut merupakan munculnya suatu fenomena kehidupan yang tak disadari oleh masyarakat. Maksud ini tercermin dari ungkapan “Adakah kamu lihat di atas atap rumah, gerimis yang menyebar diam-diam”. (Dalam hal ini penyair merasa khawatir itu tak disadari).

Jawaban : C

Soal 7 : Menentukan Objek yang Dibicarakan dalam Puisi
Bacalah kutipan puisi berikut ini dengan seksama!
AKU
Kalau hingga waktuku
Kuingin tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini hewan jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan sanggup kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan saya akan lebih tak peduli
Aku ingin hidup seribu tahun lagi
(Karya Chairil Anwar).

Objek yang dibbicarakan dalam puisi tersebut merupakan ….
A. Kekecewaan si Aku lantaran dikucilkan oleh lingkungan
B. Ketakpuasan si Aku dalam menjalankan masa remajanya
C. Pemberontakan si Aku atas ketakbebasan yang dialaminya
D. Keinginan si Aku dalam hidup seribu tahun lagi
E. Harapan si Aku meraih keinginan yang diinginkan.

Pembahasan :
Objek merupakan sesuatu yang menjadi penderita atau yang dibahas dalam suatu karya tulis. Objek yang dibicarakan dalam puisi tersebut merupakan “Kekecewaan si Aku lantaran dikucilkan oleh lingkungannya”. Hal itu tergambar dari sedikit baris contohnya “Aku ini hewan jalang”, “Dari kumpulannya terbuang” dan “Tak perlu seduh sedan itu”.

Ketiga baris tersebut menterangkan bergotong-royong si Aku merasa dikucikan dan tak dipedulikan oleh lingkungannya (Aku ini hewan jalang, terbuang dari kumpulan) serta merasa tak ingin dikasihani (tak perlu seduh sedan itu). Jadi, dari sisi tersebut terlihat ada kekecewaan dari si Aku.

Jawaban : A

Soal 8 : Menentukan Isi Puisi
Isi puisi Aku tersebut merupakan ….
A. Kekerasan hati si Aku dalam menghadapi keberhasilan hidup
B. Kekecewaan si Aku lantaran orang-orang sekitarnya tak peduli
C. Kebebasan si Aku dalam megarungi kehidupan
D. Ketulusan si Aku dalam menghadapi cobaan hidup
E. Keinginan si Aku yang tak sanggup dihalangi oleh siapapun.

Baca Juga:   Teks Berita, Pengertian, Struktur Teks, Contoh, Dan Ciri-Cirinya

Pembahasan :
Isi puisi sanggup ditentukan dengan membaca keseluruhan baitnya. Meskipun apresiasi dan sudut pandang orang berbeda-beda (dapat saja mengartikan isi puisi tersebut secara berbeda), namun setaknya ada benang merah yang mengatakan hal yang sama.

Pada soal sebelumnya telah disebutkan bawha objek yang dibicarakan dalam puisi “Aku” ini merupakan kekecewaan si Aku lantaran dikucilkan oleh lingkungannya. Secara keseluruhan, isi dari puisi tersebut merupakan menceritakan seputar ketulusan si Aku dalam menghadapi cobaan hidup walaupun sekitranya tak peduli dengan apa yang ia hadapi.

Jawaban : D

Soal 9 : Gaya Bahasa Penulis dalam Puisi
Bacalah puisi berikut ini dengan seksama!
KAU
Kau ajari saya memetik gitar kehidupan
Agar tercipta kasih yang usang tak kudengarkan

Kau yang ajari saya mengeja nama Tuhan
Yang usang tersingkur dalam benak
Tahukah kau? Semua itu menciptakan
Kekagumanku tandas untukmu

Kau izinkan saya duduk di beranda hatimu
Agar cukup kudongakkan kepalaku
Untuk melihat apa yang disimpan di sana
Dan mengambil sebongkah cinta untukku

Kau yang ajari saya sisa hidup
Menghitung karunia yang tak tersampai kemudian
Bersama sapu tangan jingga di langit biru

Dan
Marilah kita bersandar
Di setiap kasih yang kita tegakkan
Mari kita berteduh
Di bawah pilar kebersamaan yang kita bangun

Gaya romantisme pengarang dalam puisi tersebut tergambar secara lebih banyak didominasi pada bait ….
A. Pertama
B. Kedua
C. Ketiga
D. Keempat
E. Kelima

Pembahasan :
Pada dasarnya setiap puisi mempunyai kandungan gaya bahasa tersendiri termasuk puisi berjudul “Kau” ini. Jika dibaca baitnya secara keseluruhan memang menggambarkan nuansa romantisme. Namun, dari sedikit bait tersebut, gaya romantisme maling lebih banyak didominasi pada bait ketiga.

 Pembahasan soal ujian nasional bidang studi bahasa Indonesia perihal puisi untuk tingkat  PEMBAHASAN UN BAHASA INDONESIA TENTANG PUISI

Jika diperhatikan pada bait ketiga ini terdapat sedikit kata yang mencerminkan romantisme contohnya kata cinta dan hati. Gaya romantisme sendiri merupakan gaya pengarang dalam mengungkapkan gagasan di setiap bait puisi tersebut.

Jawaban : C

Demikianlah pembahasan sedikit soal ujian nasional bahasa Indonesia perihal puisi. Jika pembahasan soal ujian nasional perihal puisi ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share di bawah ini. Terimakasih.

You may also like