Home Bahasa indonesia Pembahasan Un Bahasa Indonesia Ihwal Budi Budi Silogisme

Pembahasan Un Bahasa Indonesia Ihwal Budi Budi Silogisme

by CerdaskanKita

– Penarikan Kesimpulan dengan Silogisme. Pembahasan soal ujian nasional bidang studi bahasa Indonesia perihal silogisme untuk tingkat menengah atas. Ketika berguru seputar karya ilmiah, ada sebuah istilah yang cukup umum dibahas, ialah silogisme. Silogisme merupakan salah satu metode budi budi deduksi dalam proses penarikan kesimpulan. Pada hari ini ini, edutafsi akan membahas sedikit soal perihal silogisme yang pernah keluar dalam soal ujian nasional bahasa Indonesia. Semoga sanggup menjadi citra bagi murid untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional tahun ini.

Soal 1 : Mekompleksi Silogisme

Cermatilah silogisme berikut ini dengan seksama :
Semua pantai di wilayah Indonesia berpotensi untuk menjadi objek pariwisata. Bunaken merupakan salah satu pantai di wilayah Indonesia.

Kalimat yang sempurna untuk mekompleksi silogisme di atas merupakan ….
A. Jadi, Bunaken salah satu objek wisata di Indonesia
B. Maka, salah satu objek pariwisata merupakan Bunaken
C. Tentu, Bunaken berpotensi untuk menjadi objek Pariwisata
D. Pasti objek pariwisata Bunaken di wilayah Indonesia
E. Untuk itu, Bunaken salah satu objek pariwisata berpotensi bagi Indonesia.

Pembahasan :
Silogsime bersahabat kaitannya dengan penalaran. Penalaran merupakan suatu proses befikir untuk menghubungkan fakta yang ada sesampai kemudian hingga pada suatu kesimpulan. Secara garis besar, budi budi dibedakan menjadi dua jenis, ialah budi budi deduksi (umum-khusus) dan budi budi induksi (khusus-umum).

Penalaran deduktif merupakan proses penarikan kesimpulan yang dilakukan terhadap data atau pernyataan umum untuk kemudian ditarik kesimpulan yang khusus. Penalaran deduktif sanggup dibedakan lagi menjadi silogisme dan entimen. Sebaliknya, budi budi induktif dilakukan terhadap insiden khusus mencakup generalisasi, analogi, dan hubungan kausal.

Silogisme merupakan budi budi deduksi secara tak langsung. Silogisme memerlukan dua buah premis, ialah premis umum dan premis khusus. Premis umum berisi fakta atau data umum lagikan premis khusus berupa pernyataan atau data khusus. Dari kedua premis inilah kemudian ditarik sebuah kesimpulan.

Baca Juga:   30+ Pola Kalimat Pribadi Dan Tidak Pribadi Beserta Strukturnya

Pada silogisme di atas memang tak disebutkan secara gamblang mana yang menjadi premis umum dan mana yang menjadi premis khusus. Namun dilihat dari kalimatnya, kita sanggup mengetahui apa posisi kalimat tersebut. Kalimat pertama merupakan premis umum lagikan kalimat kedua merupakan premis khusus. Jadi, kalimat yang dicari untuk mekompleksi silogisme tersebut merupakan kalimat kesimpulan.

Secara umum, contoh penarikan kesimpulan untuk silogisme merupakan sebagai berikut:
Premis umum  : A = B
Premis khusus : C = A
Kesimpulan     : C = B

Untuk mempermudah sanggup kita lakukan pemisalan sebagai berikut:
A = pantai di wilayah Indonesia
B = berpotensi untuk menjadi objek pariwisata
C = Bunaken.

Berdasarkan rumusan tersebut, maka kesimpulannya:
PU : A = B → Semua pantai di wilayah Indonesia berpotensi untuk menjadi objek pariwisata.
PK : C = A → Bunaken merupakan salah satu pantai di wilayah Indonesia.
S   : C = B → Bunaken berpotensi untuk menjadi objek pariwisata.

Jadi, kalimat yang sempurna untuk mekompleksi silogisme di atas merupakan Tentu, Bunaken berpotensi untuk menjadi objek pariwisata.

Jawaban : C

Soal 2 : Menentukan Simpulan dari Silogisme

Cermatilah silogisme berikut ini dengan seksama!
PU : Semua pejabat negara harus jujur dan hidup simpel.
PK : Mogundha pejabat negara.
Simpulan yang sempurna untuk mekompleksi silogisme di atas merupakan ….
A. Mogundha pejabat negara yang jujur dan simpel
B. Mogundha harus jujur dan hidup simpel
C. Moghunda harus jujur dan simpel alasannya seorang pejabat
D. Mogundha seharusnya jujur dan simpel
E. Sebagai menteri Mogundha selayaknya jujur dan simpel.

Pembahasan :
Menarik kesimpulan dari suatu silogisme sebetulnya cukup simpel asal kita tahu polanya. Secara umum, kesimpulan dari suatu silogisme ditarik menurut premis umum (PU) dan premis khusus (PK) yang diketahui. Pola penarikan kesimpulan untuk silogisme di atas merupakan :
Premis umum  : A = B
Premis khusus : C = A
Kesimpulan     : C = B

Untuk mempermudah sanggup kita lakukan pemisalan sebagai berikut:
A = pejabat negara
B = harus jujur dan hidup simpel
C = Mogundhi

Berdasarkan rumusan di atas, maka sanggup ditarik kesimpulan:
PU : A = B → Semua pejabat negara harus jujur dan hidup simpel.
PK : C = A → Mogundhi pejabat negara.
S   : C = B → Mogundhi harus jujur dan hidup simpel.

Baca Juga:   Jenis Jenis Kalimat Dalam Bahasa Indonesia Beserta Contohnya

Jadi, kesimpulan yang sempurna untuk mekompleksi silogisme tersebut merupakan Mogundhi harus jujur dan hidup simpel.

Jawaban : B

Soal 3 : Menentukan Premis Khusus Suatu Silogisme

Premis umum : Pada hari raya Idul Fitri jalur pantura macet.
Premis khusus : …..
Kesimpulan : Hari ini jalur pantura macet.

Premis khusus yang sempurna untuk mekompleksi silogisme tersebut merupakan ….
A. Hari ini hari raya
B. Hari ini hari minggu
C. Hari ini kaya orang berlibur
D. Hari ini sebagian jalur pantura macet
E. Hari ini hari raya Idul Fitri.

Pembahasan :
Kesimpulan dalam suatu silogisme ditarik menurut premis umum dan premis khususnya. Pada soal premis umum dan kesimpulannya diketahui sesampai kemudian premis khususnya sanggup ditentukan menurut hubungan antara kesimpulan dan premis umumnya.

Berdasarkan premis umum dan kesimpulannya, maka rumusan silogisme di atas merupakan sebagai berikut:
Premis umum  : A = B
Premis khusus : C = A
Kesimpulan     : C = B

Sebagai alat bantu sanggup dipakai pemisalan sebagai berikut:
A = hari raya Idul Fitri
B = jalur pantura macet
C = hari ini.

Sesuai dengan rumusan tersebut, maka premis khususnya sanggup ditentukan :
PU : A = B → Pada hari raya Idul Fitri, jalur pantura macet.
K  : C = B → Hari ini jalur pantura macet.
PK : C = A → Hari ini hari raya Idul Fitri.

Jadi, premis khusus yang sempurna untuk mekompleksi silogisme tersebut merupakan Hari ini hari raya Idul Fitri.

Jawaban : E

Soal 4 : Menentukan Kesimpulan Silogisme

Bacalah silogisme berikut ini dengan seksama!
PU : Siswa yang tergolong kurang bisa akan diberikan santunan belajar.
PK : Hadiruddin siswa yang tergolong kurang mampu.
K    : ….. ?

Simpulan yang paling sempurna untuk mekompleksi silogisme di atas merupakan ….
A. Tunjangan berguru harus diberikan kepada Hadiruddin
B. Hadiruddin tergolong kurang bisa sesampai kemudian patut diberi santunan belajar
C. Hadiruddin akan diberikan santunan belajar
D. Tunjangan berguru bagi yang tak bisa diberikan kepada hadiruddin
E. Hadiruddin akan diberikan santunan berguru alasannya kurang mampu.

Pembahasan :
Sebagai alat bantu sanggup kita lakukan pemisalan sebagai berikut:
A = tergolong kurang mampu
B = akan diberikan santunan belajar
C = Hadiruddin.

Berdasarkan rumusan silogisme:
PU : A = B → Siswa yang tergolong kurang bisa akan diberikan santunan belajar.
PK : C = A → Hadiruddin siswa yang tergolong kurang mampu.
S   : C = B → Hadiruddin akan diberikan santunan belajar.

Baca Juga:   Pengertian Idiom Dan Pola Ungkapan Dalam Kalimat

Jadi, kesimpulan yang paling sempurna untuk mekompleksi silogisme tersebut merupakan Hadiruddin akan diberikan santunan belajar.

Jawaban : C

Soal 5 : Menentukan Kalimat Entimen yang Tepat

Cermati silogisme berikut ini dengan seksama!
PU : Siswa Sekolah Menengan Atas Nusa mengikuti upacar bendera setiap hari senin pagi.
PK : Anita siswa Sekolah Menengan Atas Nusa.
K   : Anita mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.

Kalimat entimen yang sempurna dari silogisme di atas merupakan ….
A. Anita merupakan siswa Sekolah Menengan Atas Nusa alasannya ia selalu mengikuti upacara bendera setiap senin pagi.
B. Anita mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi, maka Anita merupakan siswa Sekolah Menengan Atas Nusa.
C. Karena Anita selalu mengikuti upacar bendera setiap senin pagi, maka Anita merupakan siswa Sekolah Menengan Atas Nusa.
D. Karena Anita merupakan siswa Sekolah Menengan Atas Nusa, maka ia selalu mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.
E. Anita mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi alasannya ia siswa Sekolah Menengan Atas Nusa.

Pembahasan :
Entimen merupakan budi budi deduksi secara langsung. Kesimpulan dirumuskan hanya menurut satu premis. Oleh alasannya itu, entimen disebut juga sebagai silogisme yang diperpendek. Silogisme di atas sanggup diperpendek dengan rumusan entimen : C = B alasannya C = A.

Sebagai alat bantu sanggup kita misalkan sebagai berikut:
A = siswa Sekolah Menengan Atas Nusa
B = mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi
C = Anita.

Berdasarkan rumusan entimen di atas, maka entimen yang sempurna untuk silogisme tersebut merupakan: C = B alasannya C = A  → Anita mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi alasannya ia siswa Sekolah Menengan Atas Nusa.

Jawaban : E

Demikianlah pembahasan sedikit soal ujian nasional bidang studi bahasan Indonesia perihal penarikan kesimpulan dengan metode silogisme. Jika pembahasan soal perihal silogisme ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share yang tersedia di bawah ini. Terimakasih.

You may also like