Home PEMBAHASAN UN FISIKA Pembahasan Soal Ujian Nasional Kinematika Gerak Lurus

Pembahasan Soal Ujian Nasional Kinematika Gerak Lurus

by CerdaskanKita

Ujian Nasional Fisika – Kinematika Gerak Lurus. Pada pembahasan kali ini akan dibahas sedikit soal ujian nasional bidang study fisika wacana kinematika gerak lurus. Biasanya ada dua atau lebih soal wacana gerak lurus yang keluar dalam ujian nasional. Dari sedikit soal yang pernah keluar dalam ujian nasional fisika, model soal gerak lurus yang paling kerap muncul merupakan mengenali karakteristik gerak lurus, memilih jarak tempuh menurut grafik, menganalisis grafik gerak lurus berubah beraturan, dan menganalisis bentuk lintasan gerak lurus.

Kumpulan Soal Ujian Nasional Gerak Lurus

  1. Mobil bermassa 800 kg bergerak lurus dengan kecepatan awal 36 km/jam. Setelah menempuh jarak 150 m kecepatan menjadi 72 km/jam. Waktu tempuh kendaraan beroda empat tersebut merupakan ….
    1. 5 sekon
    2. 10 sekon
    3. 17 sekon
    4. 25 sekon
    5. 35 sekon
    Pembahasan :
    Untuk menjawab soal di atas, lantaran opsi tanggapan yang diberikan dalam satuan sekon, maka kita harus mengubah satuan kecepatan ke dalam m/s.

    Untuk mengubahnya, perhatikan cara berikut :

    1 km/jam = 103 m  = 10/36 m/s
    36 x 102 s

    Dari soal kita ketahui :
    ⇒ m = 800 kg
    ⇒ vo = 36 km/jam = 36 x 10/36 = 10 m/s
    ⇒ vt = 72 km/jam = 72 x 10/36 = 20 m/s
    ⇒ s = 150 m

    Karena kecepatannya berubah, maka kendaraan beroda empat bergerak lurus berubah beraturan. Untuk mengetahui waktu tempuh kendaraan beroda empat untuk mencapai jarak 150 m, maka kita sanggup memanfaatkan rumus umum GLBB berikut ini :

    vt = vo + at
    vt2 = vo2 + 2as
    s = vo.t + ½at2

    Dengan :
    vt = kecepatan selesai (m/s)
    vo = kecepatan awal (m/s)
    t = waktu tempuh (s)
    a = percepatan (m/s2)
    s = jarak tempuh (m)

    Dari ketiga rumus di atas, untuk menghitung waktu tempuh kita harus mengetahui percepatannya. Karena percepatan belum diketahui, maka kita harus mencarinya terlebih dahulu.

    Dengan rumus kedua :
    ⇒ vt2 = vo2 + 2as
    ⇒ (20)2 = (10)2 + 2a(150)
    ⇒ 400 = 100 + 300a
    ⇒ 300 = 300a
    ⇒ a = 1 m/s2

    Selanutnya, kita sanggup menghitung waktu tempuh memakai rumus pertama :
    ⇒ vt = vo + at
    ⇒ 20 = 10 + 1(t)
    ⇒ 20 = 10 + t
    ⇒ t = 20 – 10
    ⇒ t = 10 sekon

    Jawaban : B

    Untuk pembahasan lebih lanjut wacana gerak lurus berubah beraturan, kau sanggup cek pembahasan pola soal wacana GLBB melalui link berikut ini :

    Read more : Contoh Soal dan Pembahasan Gerak Lurus Berubah Beraturan.

  1. Grafik v-t sebuah kendaraan beroda empat yang bergerak GLBB diperlihatkan pada gambar.
     Pada pembahasan kali ini akan dibahas sedikit soal ujian nasional bidang study fisika te Pembahasan Soal Ujian Nasional Kinematika Gerak Lurus

    Perlajuan yang sama terjadi pada …

    1. A-B dan B-C
    2. A-B dan C-D
    3. B-C dan C-D
    4. C-D dan D-E
    5. D-E dan E-F
    Pembahasan :
    Jika diketahui grafik kecepatan terhadap waktu menyerupai soal di atas, maka percepatan sanggup dihitung memakai rumus berikut :

    a = Δv
    Δt

    Dengan :
    a = percepatan (m/s2)
    Δv = perubahan kecepatan (m/s)
    Δt = perubahan waktu (s)

    Dari gambar grafik di atas, ada 6 titik yang diberikan dengan demikian ada 5 lintasan adalah lintasan A-B, B-C, C-D, D-E, dan E-F.

    Nah, kiprah kita merupakan melihat lintasan mana yang percepatannya sama. Untuk itu kita harus mengusut percepatan masing-masing lintasan terlebih dahulu.

    Lintasan A-B :

    ⇒ a = VB – VA
    tB – tA
    ⇒ a = 25 – 20
    20 – 0
    ⇒ a = 5
    20

    ⇒ a = 0,25 m/s2

    Lintasan B-C :

    ⇒ a = VC – VB
    tC – tB
    ⇒ a = 45 – 25
    40 – 20
    ⇒ a = 20
    20

    ⇒ a = 1 m/s2

    Lintasan C-D :

    ⇒ a = VD – VC
    tD – tC
    ⇒ a = 35 – 45
    50 – 40
    ⇒ a = -10
    10

    ⇒ a = -1 m/s2

    Lintasan D-E :

    ⇒ a = VE – VD
    tE – tD
    ⇒ a = 25 – 35
    70 – 50
    ⇒ a = -10
    20

    ⇒ a = -0,5 m/s2

    Lintasan E-F :

    ⇒ a = VF – VE
    tF – tE
    ⇒ a = 0 – 25
    90 – 70
    ⇒ a = -25
    20

    ⇒ a = -1,25 m/s2

    Ingat bahwa percepatan terdiri dari dua adalah percepatan dan perlambatan. Tanda negatif menunjukkan bahwa benda diperlambat.

    Jika dilihat menurut besar harga percepatannya (nilai mutlaknya), maka lintasan yang memiliki perlajuan sama merupakan B-C dan C-D.

    Jawaban : B

    Masih resah cara menganalisis grafik gerak lurus? Jika ya, berikut kami lampirkan link pembahasan cara menganalisis bentuk grafik lurus.

    Read more : Cara Menganalisis Grafik Gerak Lurus.

  1. Tetesan oli yang bocor jatuh dari kendaraan beroda empat yang bergerak lurus dilukiskan menyerupai pada gambar.
  2.  Pada pembahasan kali ini akan dibahas sedikit soal ujian nasional bidang study fisika te Pembahasan Soal Ujian Nasional Kinematika Gerak Lurus

    Yang menunjukkan kendaraan beroda empat bergerak dengan percepatan tetap merupakan ….

    1. 1 dan 3
    2. 2 dan 3
    3. 2 dan 4
    4. 1, 2, dan 3
    5. 2, 3, dan 4
    Pembahasan :
    Bergerak dengan percepatan tetap merupakan salah satu ciri-ciri gerak lurus berubah beraturan. Karena berubah secara teratur, maka kecepatan kendaraan beroda empat setiap detiknya berbeda.

    Perubahan kecepatan kendaraan beroda empat sanggup saja semakin cepat atau semakin lambat. Kita anggap waktu yang diperlukan oli untuk menetes seragam. Jika kecepatan semakin cepat, maka jarak antara tetesan oli akan semakin renggang lantaran dalam waktu yang sama jarak tempuh kendaraan beroda empat semakin besar tiap detiknya.

    Sebaiknya, apabila kendaraan beroda empat mengalami perlambatan sesampai kemudian kecepatannya menurun, maka jarak antara tetesan oli akan semakin rapat  lantaran jarak tempuh kendaraan beroda empat akan semakin kecil tiap detiknya.

    Berdasarkan anlisis tersebut, maka gambar lintasan yang menunjukkan kendaraan beroda empat bergerak dengan percepatan tetap merupakan gambar 2 dan 3.

    Pada gambar 2, kendaraan beroda empat mengalami percepatan tetap sesampai kemudian jarak tetesan olinya semakin renggang. Sebaliknya, pada gambar 3 kendaraan beroda empat mengalami perlambatan tetap sesampai kemudian jarak tetesan olinya semakin rapat.

    Pada gambar 1, jarak antar tetesan olinya cenderung sama itu artinya kendaraan beroda empat bergerak dengan kecepatan tetap (GLB). Pada gambar 4, jarak tetesannya tak teratur berarti kendaraan beroda empat bergerak dengan percepatan berubah-ubah.

    Jawaban : B

    Untuk info lebih lanjut wacana ciri-ciri gerak lurus berubah beraturan dan jenis-jenisnya, berikut kami lampirkan link pembahasan wacana arakteristik GLBB.

    Read more : Ciri-ciri dan Rumus Umum Gerak Lurus Berubah Beraturan.

  1. Informasi dari gerak sebuah kendaraan beroda empat mulai dari bergerak hingga berhenti disaapabilan dengan grafik (v-t) menyerupai gambar.
     Pada pembahasan kali ini akan dibahas sedikit soal ujian nasional bidang study fisika te Pembahasan Soal Ujian Nasional Kinematika Gerak Lurus

    Jarak tempuh kendaraan beroda empat dari t = 2sekon hingga kemudian t = 5 sekon merupakan ….

    1. 225 m
    2. 150 m
    3. 115 m
    4. 110 m
    5. 90 m
    Pembahasan :
    Secara umum, jarak tempuh sanggup dihitung dengan rumus berikut :

    s = v.t

    Dengan :
    s = jarak tempuh (m)
    v = kecepatan (m/s)
    t = waktu (s)

    Berdasarkan rumus di atas, sanggup kita simpulkan bahwa jarak tempuh merupakan hasil kalai kecepatan dengan waktu. Dengan demikian, apabila diketahui grafik kecepatan terhadap waktu (v-t), maka jarak tempuh merupakan luas grafiknya.

    s = luas grafik

    Luas grafik bergantung pada bentuk grafik yang diberikan. Umumnya bentuk grafik pada gerak lurus merupakan persegi, segitiga, atau trapesium.

    Pada soal, bentuk grafik dari t = 2 sekon hingga kemudian t = 5sekon merupakan perpaduan antara dua bentuk trapesium. Misalkan saja luas I dan luas II menyerupai pada gambar di bawah ini.

     Pada pembahasan kali ini akan dibahas sedikit soal ujian nasional bidang study fisika te Pembahasan Soal Ujian Nasional Kinematika Gerak Lurus

    Untuk mengetahui jarak total yang ditempuh dari t = sekon ke t = 5 sekon, maka kita harus memilih luas masing-masing bentuk yang sudah kita tentukan di atas.

    Luas Trapesium I :
    ⇒ L1 = ½(jumlah sisi sejajar) x t
    ⇒ L1 = ½(30 + 50) x (4 – 2)
    ⇒ L1 = 40 x 2
    ⇒ L1 = 80

    Luas trapesium II :
    ⇒ L2 = ½(jumlah sisi sejajar) x t
    ⇒ L2 = ½(50 + 20) x (5 – 4)
    ⇒ L2 = 35 x 1
    ⇒ L2 = 35

    Dengan demikian, jarak yang ditempuh dari t = 2 sekon ke t = 5 sekon merupakan :
    ⇒ s = L1 + L2
    ⇒ s = 80 + 35
    ⇒ s = 115 m

    Jawaban : C

  1. Seseorang mengadakan perjalanan memakai kendaraan beroda empat dari kota A ke kota B, diperlihatkan oleh grafik di bawah ini.
     Pada pembahasan kali ini akan dibahas sedikit soal ujian nasional bidang study fisika te Pembahasan Soal Ujian Nasional Kinematika Gerak Lurus

    Sumbu y sebagai komponen kecepatan dan sumbu x sebagai komponen waktu. Jarak yang ditempuh kendaraan tersebut selama selang waktu dari menit ke 30 hingga menit ke 60 merupakan …

    1. 10 km
    2. 15 km
    3. 20 km
    4. 30 km
    5. 40 km
    Pembahasan :
    Dari gambar jelas terlihat bahwa dari menit ke 30 hingga ke 60, kecepatan mobilnya tetap adalah 40 km/jam. Karena kecepatan teta, bentuk grafiknya merupakan persegi.

    Karena bentuk grafik persegi, maka jarak tempuhnya sama dengan luas persegi. Tenamun perlu diperhatikan bahwa satuan waktu pada grafik tersebut masih dalam menit lagikan kecepatannya dalam satuan km/jam.

    Kita ubah kecepatannya terlebih dahulu :
    ⇒ v = 40 km/jam
    ⇒ v = 40/60 km/menit

    Dengan demikian, jarak tempuhnya merupakan :
    ⇒ s = luas persegi
    ⇒ s = v x (Δt)
    ⇒ s = 40/60 x (60 – 30)
    ⇒ s = 40/60 (30)
    ⇒ s = 120/60
    ⇒ s = 20 km.

    Jawaban : C

Baca Juga:   Pembahasan Soal Un Fisika Wacana Grafik Glbb

You may also like