Pembahasan Soal Sbmptn Gerak Lurus Berubah Beraturan

Posted on
  1. Sebuah kendaraan beroda empat mula-mula diam. Kemudian kendaraan beroda empat tersebut dihidupkan dan kendaraan beroda empat bergerak dengan percepatan tetap 2 m/s2. Setelah kendaraan beroda empat bergerak selama 10 detik mesinnya dimenonaktifkan. Mobil mengalami perlambatan tetap dan berhenti 10 detik kemudian. Jarak yang masih ditempuh kendaraan beroda empat dari dikala mesin dimenonaktifkan hingga berhenti merupakan …..
    A. 210 m D. 100 m
    B. 200 m E. 20 m
    C. 195 m
    Pembahasan :
    Untuk mengerjakan soal di atas, yang perlu kita pahami merupakan alur kisah atau proses pergerakkan mobil. Berdasarkan kisah di atas, maka ada dua keadaan yang sanggup kita kaji yaitu :

    • Mobil mula-mula membisu lalu bergerak dan dipercepat
    • Mobil diperlambat hingga lalu berhenti

    Karena pada soal diketahui percepatan tetap, maka pergerakan kendaraan beroda empat merupakan gerak lurus berubah beraturan. Sekarang mari kita tinjau satu-persatu keadaan yang telah kita sebutkan di atas :

    Menentukan Jarak Tempuh Benda

    Keadaan Pertama

    Dik : vo = 0; a = 2 m/s2, dan t = 10 s.
    Karena sesudah 10 detik bergerak mesin kendaraan beroda empat dimenonaktifkan, maka kita perlu mengetahui berapa kecepatan kendaraan beroda empat pada detik ke-10 semenjak kendaraan beroda empat tersebut dipercepat. Berdasarkan konsep GLBB, maka kecepatan pada detik ke-10 sanggup kita hitung dengan rumus berikut :

    vt = vo + a.t
    Dengan :
    vt = kecepatan benda pada detik ke-t (m/s)
    vo = kecepatan awal benda (m/s)
    a = percepatan benda (m/s2)
    t = waktu (s)
    Dengan rumus di atas, maka kita peroleh :
    ⇒ vt = vo + a.t
    ⇒ vt = 0 + 2.(10)
    ⇒ vt = 20 m/s

    Keadaan Kedua
    Dik : vo = 20 m/s; t = 10 s; dan vt = 0.

    Karena kendaraan beroda empat diperlambat sesudah 10 detik, maka kecepatan pada detik ke-10 (yang telah kita hitung di atas) merupakan kecepatan awal untuk keadaan kedua. Dan alasannya yaitu kendaraan beroda empat diperlambat hingga lalu berhenti, maka kecepatan final untuk keadaan kedua ini merupakan nol.

    Langkah selanjutnya yang sanggup kita lakukan untuk menuntaskan soal merupakan mencari besar perlambatannya. Nah, alasannya yaitu kecepatan awal, kecepatan akhir, dan waktu sudah diketahui, maka besar perlambatan yang dialami kendaraan beroda empat sanggup dihitung dengan rumus berikut :

    a =Δv
    Δt

    Dengan :
    a = percepatan/perlambatan (m/s2)
    Δv = selisih kecepatan (m/s)
    Δt = selisih waktu (s)

    Dengan rumus tersebut kita peroleh :

    ⇒ a =0 – 20
    10
    ⇒ a =-20
    10

    ⇒ a = -2 m/s2.
    Tanda negatif mengatakan perlambatan.

    Nah, selanjutnya kita kembali pada soal utama yaitu memilih jarak tempuh yang ditempuh kendaraan beroda empat semenjak mesinnya dimenonaktifkan. Itu artinya kita hanya mencari jarak tempuh pada keadaan kedua saja. Untuk memilih jarak tempuh pada GLBB, maka ada dua rumus yang sanggup kita gunakan diadaptasi dengan kebutuhan, yaitu :

    vt2 = vo2 + 2a.s
    s = vo.t + ½a.t2

    Dengan :
    vt = kecepatan benda pada detik ke-t (m/s)
    vo = kecepatan awal benda (m/s)
    a = percepatan benda (m/s2)
    t = waktu (s)

    Dengan rumus pertama :
    ⇒ vt2 = vo2 + 2a.s
    ⇒ (0)2 = (20)2 + 2(-2).s
    ⇒ 0 = 400 – 4s
    ⇒ 4s = 400
    ⇒ s = 100 m

    Dengan rumus kedua :
    ⇒ s = vo.t + ½a.t2
    ⇒ s = (20)(10) + ½(-2).(10)2
    ⇒ s = 200 – 100
    ⇒ s = 100 m.

    Rumus mana yangdigunakan itu terserah kepada kita alasannya yaitu besaran-besaran yang dibutuhkan sudah diketahui nilainya yang penting hasil kesudahannya sama.

    Jawaban : D

Baca Juga:   Pembahasan Soal Sbmptn Fisika Kendala Dan Rangkaian Listrik