Home BAHAN BELAJAR KIMIA Partikel Dasar Penyusun Atom (Proton, Neutron Dan Elektron)

Partikel Dasar Penyusun Atom (Proton, Neutron Dan Elektron)

by CerdaskanKita

– Struktur Atom. Dalam sejarah pembelajarannya, atom sempat diartikan sebagai partikel terkecil penyusun suatu zat yang sudah tak sanggup lagi dibagi-bagi. Pada masa itu, tepatnya pada tahun 1808 ilmuwan John Dalton mengemukakan sebuah teori bahwa atom merupakan partikel terkecil yang tak sanggup dibagi lagi. Namun teori tersebut termenggantikan seiring dengan ditemukannya partikel dasar yang menyusun atom. Penemuan partikel-partikel tersebut memberi kesimpulan bahwa atom masih terdiri dari sedikit partikel penyusun yang ukurannya lebih kecil dibanding atom itu sendiri. Pada mulanya hal itu hanya sanggup diamati melalui gejala-gejala yang ditimbulkannya. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi partikel-parikel dasar penyusun atom.

Daftar Isi

#1 Proton

Secara garis besar, sebuah atom sanggup dibedakan menjadi dua bab utama, ialah inti atom dan tubuh atom. Pada bab inti, terdapat sedikit partikel namun dua partikel yang paling besar lengan berkuasa merupakan proton dan neutron.

Proton merupakan partikel bermuatan positif yang berada di dalam inti atom. Penemuan proton berawal dari perkembangan penelitian seputar sinar radioaktif. Pada tahun 1919, menurut penelitiannya, Rutherford menemukan bahwa proton terbentuk saat partikel alfa ditembakkan pada inti atom nirogen dan inti atom lainnya.

Dari percobaan tersebut maka dugaan ilmuwan Goldstein seputar muatan positif yang menyusun inti atom sanggup dibuktikan. Selanjutnya Rutherford mengajukan suatu pandangan bahwa atom merupakan ruang kosong dimana seluruh muatan positif berkumpul di sebuah titik yang disebut inti atom.

Jenis muatan inti atom sama dengan muatan sinar alfa yang kemudian dikenal sebagai muatan positif yang disebut proton. Dengan inovasi ini maka teori atom kemudian terus berkembang dengan benang merah yang sama ialah terdapat muatan positif di dalam inti atom.

#2 Neutron

Setelah berhasil menerangkan keberadaan proton di dalam inti atom, Rutherford kembali melaksanakan percobaan untuk tetapkan massa muatan positif inti atom. Dari hasil percobaan dan perhitungan, ternyata massa inti atom lebih besar dibandingkan massa proton.

Itu artinya, di dalam inti atom masih terdapat sedikit partikel lain selain proton. Rutherford kemudian mengajukan suatu dugaan sementara bahwa inti atom kecukupan tediri dari proton dan partikel lan yang tak bermuatan.

Hipotesis yang diajukan oleh Rutherford jadinya sanggup dibuktikan. Pada tahun 1932, ilmuwan berjulukan James Chadwick melaksanakan percobaan penembakan atom berilium dengan sinar alfa dan berhasil menemukan partikel tak bermuatan yang kemudian disebut neutron.

Berdasarkan data percobaan, massa neutron hampir sama dengan massa proton namun partikel ini bersifat netral atau tak bermuatan. Penemuan ini menerangkan bahwa di dalam sebuah inti atom terdapat proton dan neutron sebagai partikel dasar penyusunnya.

#3 Elektron

Elektron merupakan partikel bermuatan negatif yang berada di kulit atom dan mengelilingi inti atom pada orbitnya. Elektron ditemukan oleh Joseph John Thomson pada tahun 1900, jauh sebelum muatan positif ditemukan. Penemuan partikel bermuatan negatif ini dekat kaitannya dengan percobaan hantaran listrik melalui ruang hampa.

JJ Thomson melaksanakan sebuah percobaan memakai dua pelat logam sebagai elektrode dalam tabung beling vakum. Kedua elektrode tersebut dihubungkan dengan sumber tegangan tinggi. Percobaan itu menawarkan adanya sinar yang terpancar dari elektrode negatif menuju elektrode positif.

Baca Juga:   Perkembangan Sistem Periodik Atau Pengelompokkan Unsur

Pada percobaan tersebut, Thomson juga menemukan bahwa sinar katode dibelokkan menuju kutub positif. Ia lantas menyimpulkan bahwa sinar katode bukan sebuah gelombang. Ia pun mengajukan pandangan bahwa sinar katode tersebut merupakan arus partikel yang terdapat massa dan bermuatan negatif.

 atom sempat diartikan sebagai partikel terkecil penyusun suatu zat yang sudah tak sanggup PARTIKEL DASAR PENYUSUN ATOM (PROTON, NEUTRON DAN ELEKTRON)

Partikel bermuatan negatif itu kemudian disebut sebagai elektron. Elektron merupakan sebuah partikel subatom yang terdapat muatan -1,6 x 10-19 C dan bermassa 9,11 x 10-28 g. Elektron bergerak mengitari inti atom pada kulit-kulit tertentu.

Demikianlah pembahasan singkat seputar partikel dasar penyusun atom. Jika artikel yang anda baca bermanfaat, silahkan bagikan kepada sobat anda melalui tombol share yang tersedia.

You may also like