Home BAHAN BELAJAR BIOLOGI Manfaat Bioteknologi Dalam Industri Makanan

Manfaat Bioteknologi Dalam Industri Makanan

by CerdaskanKita

Sesuai dengan tujuannya, manfaat bioteknologi yang paling utama merupakan penerapannya di bidang industri makanan. Bioteknologi berperan dalam menghasilkan produk-produk masakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dengan memakai teknok bioteknologi modern, sekarang produk masakan tak hanya dihasilkan dalam skala rumah tangga tenamun juga dalam skala industri. Produk-produk masakan hasil bioteknologi umumnya memanfaatkan fermentasi asam atau fermentasi alkohol serta memakai mikroorganisme sebagai pelaku utamanya. Tempe, tauco, yoghurt, dan keju merupakan sedikit pola produk bioteknologi di bidang industri masakan yang sudah begitu populer. Pada hari ini ini, materi berguru sekolah akan membahas sedikit pola produk bioteknologi di bidang industri menurut materi dasar olahan dan mikroorganisme yang digunakan. Berikut tujuh kelompok produk bioteknologi dalam bidang industri makanan.

Produk Bioteknologi Olahan Susu

Salah satu kelompok produk bioteknologi di bidang industri masakan yang paling terkenal merupakan produk olahan susu. Produk olahan susu berbahan dasar susu dan memanfaatkan sedikit jenis mikroorganisme atau basil untuk menghasilkan bermacam produk olahan sepertiĀ  yoghurt, mentega, keju, krim asam, kefir, dan sebagainya.

#1 Mentega
Mentega dibentuk dari materi dasar susu atau krim dengan memakai basil asam laktat menyerupai Streptococcus lactis dan Leuconostoc cremoris. Bakteri asam laktat yang diinokulasi pada susu akan memfermentasikan susu menjadi asam laktat dan diasetil. Setelah diberi cita rasa tertentu, lemak mentega akan dipisahkan dan pegadukan lemak mentega menghasilkan mentega yang siap digunakan.

#2 Keju
Sama menyerupai mentega, dalam pembuatan keju juga memanfaatkan basil asam laktat. Bakteri asam laktat yang dipakai antaralain Lactobacillus dan Streptococcus. Bakteri asam laktat dipakai untuk memfermentasi laktosa dalam susu menjadi asam laktat.

Baca Juga:   Kelainan Dan Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia

Selain memakai basil asam laktat, pembuatan sedikit jenis keju juga memanfaatkan organisme lain menyerupai jamur Penicillium camemberti untuk keju Camembert, Penicillium requerforti untuk keju Roguerfort, dan basil Propionibcaterium sp untuk keju Swiss.

Berdasarkan strukturnya, keju dibagi menjadi empat jenis, yaitu:
1. Keju lunak : keju camembert
2. Keju setengah lunak : keju biru atau keju requfort
3. Keju keras : keju cheddar, keju swiss
4. Keju sangat keras : keju romano, keju parmesan

#3 Yoghurt
Yoghurt dibentuk dari materi dasar susu yang sudah dipateurisasi terlebih dahulu dan memanfaatkan basil asam laktat menyerupai Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophillus, dan Lactobacillus thermophilus. Bakteri ditambahkan ke dalam susu dengan jumlah yang seimbang lalu disimpan dalam suhu 45oC selama 5 jam.

#4 Kefir
Kefir merupakan jenis minuman yang terbuat dari susu dengan jasa basil asam laktat yang ditambahkan ragi (Saccharomyce cerreviceae) sesampai lalu terjadi fermentasi laktosa dalam susu menjadi asam laktat dan alkohol. Bakteri asam laktat yang dipakai antaralain Streptococcus lactis, Lactobacillus bulgaris, dan Candida sp.

#5 Krim Asam
Krim asam merupakan produk bioteknologi yang memakai materi dasar susu skim dan basil asam laktat untuk fermentasinya. Bakteri asam laktat yang dipakai untuk membuat krim asam antaralain Streptococcus lactis dan Lactobacillus lactis.

Bioteknologi untuk Sayur dan Buah

Penerapan bioteknologi dalam bidang industri masakan juga diterapkan pada sayur dan buah-buahan. Bioteknologi dipakai dalam pengolahan dan pengawetan buah dan sayur. Berikut sedikit manfaat bioteknologi dalam pengolahan buah dan sayur.

#1 Produk Fermentasi Sayuran
Salah satu produk fermentasi sayuran yang terkenal merupakan sauerkraut dan acar. Sauerkraut merupakan sayuran yang diasamkan semoga sanggup infinit disimpan. Sayuran tersebut difermentasikan oleh basil asam laktat sesampai lalu menjadi infinit dan terdapat cita rasa yang khas.

Baca Juga:   Proses Fertilisasi, Kehamilan Dan Perkembangan Embrio

#2 Pengolahan Kopi dan Cokelat
Pemanfaatan mikroorganisme menyerupai jamur dan basil dalam pengolahan kopi dan cokelat bertujuan untuk memfermentasi getah yang menyelubungi buah kopi dan cokelat semoga sanggup diolah lebih lanjut. Untuk tujuan tersebut, buah kopi dan cokelat ditimbun bahu-membahu dengan mikroorganisme yang digunakan.

#3 Pengawetan Zaitun
Selain dipakai untuk mengawetkan sayuran, bioteknologi dengan basil asam laktat juga sanggup dimanfaatkan untuk mengawetkan zaitun. Untuk proses pengawetan, zaitun sanggup disimpan dalam larutan garam yang ditambah basil asam laktat.

Produk Bioteknologi Nata

Salah satu produk nata yang paling terkenal merupakan nata decoco yang terbuat dari air kelapa. Nata decoco merupakan masakan hasil fermentasi basil Acetobacterium xylinium yang terbuat dari air kelapa. Nata de coco mempunyai kandungan serat yang sangat baik untuk kesehatan.

Sebenarnya, nata merupakan polisakarida tepatnya selulosa yang disintesis oleh bateri Acetobacterium xylinium selama proses fermentasi berlangsung. Gula dalam bentuk glukosa dan fruktosa yang dipakai untuk biosintesis selulosa ini berasal dari medium air kelapa.

Selain memakai air kelapa, nata juga sanggup dibentuk dengan memakai ekstrak buah-buahan menyerupai mangga, anggur, salak, semangka, dan sebagainya. Nata decoco termasuk salah satu produk bioteknologi yang diproduksi dalam skala industri.

Protein Sel Tunggal (PST)

Protein sel tunggal merupakan protein yang berasal dari organisme bersel tunggal atau bersel kaya yang strukturnya simpel. Pembuatan protein sel tunggal melibatkan fermentasi semoga dihasilkan biomassa yang bergizi tinggi dan relatif terjangkau.

Protein sel tunggal sanggup diperoleh dari sedikit sumber, yaitu:
1. Alga : Chorella, Spirulina maxima, dan Scenedesmus
2. Khamir : Candida utylis, Torula utilis, dan Saccharomyches
3. Kapang : Fusarium gramineaum, Trichoderma rassei

Selain dari ketiga sumber di atas, protein sel tunggal juga sanggup dibentuk dari basil atau mikroorganisme lain. Agar sanggup dipakai sebagai sumber protein sel tunggal, maka mikroorganisme harus terdapat sifat-sifat berikut:
1. Praktis dicerna dan terdapat gizi tinggi
2. Memiliki cita rasa yang baik
3. Tidak berbahaya dikala dimakan
4. Memiliki kecepatan tumbuh tinggi
5. Praktis dibenihkan dan relatif murah
6. Sistem fermentasi simpel
7. Efisien dalam penggunaan organisme

Baca Juga:   Komponen Penyusun Darah Dan Fungsi Darah Bagi Tubuh

Sebagai salah satu produk bioteknologi di bidang insdustri makanan, protein sel tunggal terdapat sedikit kelebihan. Keuntungan pemanfaatan mikroorganisme sebagai sumber protein tunggal antaralain:
1. Perkembangbiakannya sangat cepat
2. Memiliki kandungan gizi yang kompleks
3. Tidak memerlukan lahan yang luas
4. Produksinya tak bergantung iklim dan musim
5. Memiliki kandungan protein lebih tinggi daripada binatang dan tumbuhan
6. Dapat memakai majemuk media atau substrat
7. Prosesnya sanggup dilipatgandakan dengan proteksi teknologi

Salah saru produk PST yang bersumber dari jamur Fusarium graminearum dikenal dengan nama mikroprotein. Jamur Fusarium graminearum sanggup tumbuh pada limbah tepung. Produk PST ini mempunyai kandungan protein dan serat yang sangat baik bagi tubuh. Selain itu, produk ini juga rendah kolesterol.

Produk Bioteknologi Olahan Kedelai

Produk bioteknologi berbahan dasar kedelai umumnya memanfaatkan jamur menyerupai Rhizopus, Aspergillus, dan Saccharomyces. Produk-produk olahan kedelai merupakan produk bioteknologi yang sudah sangat umum di masyrakat. Beberapa produk olahan kedelai antaralain tempe, tauco, kecap, dan miso.

Mikroorganisme Produk olahan kedelai
Rhizopus oligosporus
Rhizopus oryzae
Tempe
Aspergillus wentii
Aspergillus oryzae
Kecap
Aspergillus oryzae Tauco
Aspergillus oryzae
Saccharomyces ruoxii
Miso

Produk Olahan Gandum, Singkong, dan Ketan

Bahan Dasar Mikro organisme Produk
Gandum Saccharomyches cereviceae Bir
Anggur S. cerevisiae Wine
Tepung gandum Saccharomyches Roti, kue
Ketan
Singkong
Saccharomyches Tape

Produk Olahan Ikan, Udang, dan dDaging

Bahan Dasar Mikro organisme Produk
Gading sapi Pediococcus cerevceae Sosis kering
Ikan Halophilic bacillus Sosis ikan
Ikan segar Lactobacillus sp Izushi
Udang
Ikan
Bacillus
Pediococcus
Lactobacillus
Brevibacterium
Corynebacterium
Terasi

You may also like