Langkah-Langkah Menyusun Karangan Yang Baik

Posted on

Melalui acara mengarang, para murid dilatih untuk menulis dan menuangkan pandangan gres atau gagasan mereka ke dalam karya tulis. Dengan acara tersebut, dibutuhkan murid-murid terdapat keterampilan menulis yang baik sesampai kemudian mempunyai kegunaan bagi kehidupan mereka suatu hari nanti. Membuat karangan tentu tak sembarangan. Ada sedikit hal penting yang harus diperhatikan biar karangan yang dihasilkan sesuai dengan kaidah penulisan dan sanggup menjalankan fungsinya untuk memberikan gagasan kepada pembaca. Agar lebih terarah, penulis harus terlebih dahulu mengenali syarat-syarat penulisan paragraf, jenis-jenis karangan, dan pola-pola pengembangan paragraf. Dengan mengetahui jenis karangan dan pola pengembangan yang akan digunakan, maka pekerjaan penulis menjadi lebih gampang dan terarah. Sebelum membahas cara menyusun karangan, berikut kami ulas sedikit hal penting yang harus diperhatikan biar dihasilkan karangan yang baik.

Syarat-syarat Karangan yang Baik

Karangan merupakan rangkaian kalimat yang mengungkapkan fikiran atau gagasan penulis dalam satu kesatuan tema yang utuh. Artinya, semua paragraf di dalam karangan haruslah terdapat kekerabatan keterkaitan sesampai kemudian membentuk kesatuan pandangan gres yang padu.

Pada dasarnya, karangan berfungsi untuk memberikan pandangan gres atau gagasan penulis wacana topik tertentu. Maka poin terpenting yang harus diperhatikan merupakan sejauh mana karangan tersebut sanggup ditangkap dan dipahami oleh pembaca. Apakah pembaca sanggup memahami gagasan penulis atau tak.

Agar gagasan atau fikiran yang ingin disampaikan sanggup diterima dengan baik oleh pembaca, maka penulis juga harus menyusun karangan dengan baik. Sebuah karangan dikatakan baik apabila telah memenuhi sedikit syarat, adalah terdapat kesatuan, koherensi, urutan fikiran, kalimat utama, dan kalimat penterang.

Baca juga : Pengertian, Unsur, Syarat-syarat dan Jenis Paragraf.

#1 Kesatuan
Sebuah karangan dikatakan baik apabila semua kalimat yang membangun paragraf-paragraf mengacu pada satu tema atau satu fikiran. Dengan kata lain, dikala membaca paragraf-paragrafnya, kita eksklusif tahu apa topik atau tema yang dibahas dalam karangan tersebut.

Baca Juga:   Pengertian, Bagian, Jenis-Jenis Dan Fungsi Kamus

#2 Koherensi
Koherensi merupakan keterpaduan dalam suatu paragraf. Paragraf dikatakan koherensi apabila semua kalimat yang membangun paragraf saling berhubungan. Karangan akan padu apabila semua paragraf di dalamnya saling berafiliasi atau saling mendukung.

Berikut sedikit hal yang sanggup dilakukan untuk membangun koherensi:
1. Pengulangan kata kunci
2. Penggunaan kata mengganti
3. Perincian dan urutan isi paragraf
4. Penggunaan kata atau frasa konjungsi

#3 Perincian dan Urutan
Sebuah karangan sanggup dikatakan baik apabila memakai perincian dan urutan pikiran yang terang. Artinya, kalimat yang mempunyai kandungan pikiran utama dikembangkan menjadi paragraf dan menghubungkannya dengan paragraf-paragraf lain yang berisi pikiran penterang.

#4 Kalimat Utama dan Penterang
Sebuah paragraf yang baik harus terdapat kalimat utama yang terang. Kalimat utama merupakan kalimat inti yang dikembangkan menjadi paragraf utuh. Selain itu, setiap kalimat utama harus didukung dengan kalimat penterang. Letak kalimat utama harus disesuiakan dengan jenis karangan yang digunakan.

#5 Penggunaan Tanda Baca dan Ejaan
Agar menjadi sebuah karangan yang padu, penggunaan tanda baca harus sesuai dengan fungsinya masing-masing. Penggunaan tanda titik, koma, titik koma, aksara kapital, aksara miring, penulisan kata serapan, dan sebagainya harus pada tempatnya.

Baca juga : Perbedaan antara Lafal, Intonasi, Tekanan, dan Jeda.

Cara Menyusun Karangan

Untuk menyusun sebuah karangan sanggup diawali dengan berlatih menulis paragraf. Setelah paragraf-paragraf tersusun, barulah digabungkan menjadi wacana yang utuh. Langkah-langkah menyusun karangan dimulai dengan menentukan topik, merumuskan tema, membuat kerangka karangan, mengumpulkan bahan, dan menyebarkan kerangka menjadi karangan.

#1 Menentukan Topik
Topik merupakan inti utama dari seluruh isi karangan. Tidak semua topik sanggup dikembangkan menjadi bermacam jenis karangan. Oleh lantaran itu, penentuan topik karangan harus diadaptasi dengan jenis karangan yang akan dibentuk apakah karangan narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, atau persuasi.

Baca Juga:   Pengertian, Unsur-Unsur Drama Dan Jenis Drama

#2 Merumuskan Tema
Tema merupakan perumusan dari topik atau pokok fikiran utama yang akan dijadikan landasan dan tujuan yang akan dicapai. Tema dirumuskan dalam bentuk kalimat kompleks dan disusun menurut topik yang telah dipilih.

Setelah topik dan tema ditentukan, biasanya kita juga sanggup menentukan judulnya secara eksklusif lantaran intinya topik, tema, dan judul saling berhubungan. Untuk lebih terangnya perhatikan contoh penentuan topik dan tema dberikut ini.

Topik : Pelajar dan Media Sosial
Tema : Meningkatkan pengetahuan dan minat mencar ilmu melalui media umum interaktif
Judul : Belajar Lewat Media Sosial

Berikut sedikit tips menentukan tema karangan:
1. Jangan menentukan tema yang lingkupnya terlalu luas
2. Pilih tema yang kita senangi dan sanggup kita kembangkan
3. Pilih tema yang sumber bahannya gampang diperoleh

Baca juga : Jenis-jenis dan Ciri-ciri Karangan Beserta Contoh.

#3 Membuat Kerangka Karangan
Langkah selanjutnya merupakan membuat kerangka karangan. Kerangka karangan merupakan rencana kerja yang memuat garis-garis besar suatu karangan. Kerangka inilah yang akan menjadi contoh bagi penulis dalam menyebarkan karangan sesampai kemudian lebih terarah.

Berikut sedikit fungsi kerangka karangan:
1. Memudahkan penyusunan karangan biar lebih teratur
2. Memudahkan penempatan bagian
3. Menghindari pengulangan pembahasan
4. Membantu pengumpulan data

Syarat-syarat kerangka karangan:
1. Maksud yang diungkapakan harus terang
2. Tiap bab hanya mempunyai kandungan satu gagasan
3. Penggunaan simbol harus konsisten
4. Penyusunan harus logis dan sistematis

Tahapan-tahapan dalam menyusun kerangka karangan:
1. Mencatat gagasan-gagasan penting yang relevan
2. Mengatur urutan gagasan secara sistematis
3. Memeriksa kembali urutan gagasan
4. Membuat kerangka terperinci secara kompleks

#4 Mengumpulkan Bahan
Setelah kerangka karangan selesai, maka langkah selanjutnya merupakan mengumpulkan materi sesuai dengan poin-poin yang ada di dalam kerangka. Bahan sanggup dicari melalui bermacam sumber menyerupai buku, majalah, surat kabar, laporan penelitian, makalah, dan sebagainya.

Baca Juga:   8 Pola Epilog Makalah Yang Baik Dan Benar Terlengkap

Dalam mengumpulkan bahan, kita juga perlu menyeleksi materi yang benar-benar penting adalah bahan-bahan yang sesuai atau relevan dengan tema kita. Berikut sedikit hal penting dalam menyeleksi bahan:
1. Catat hal penting semampunya
2. Coba untuk membaca lebih cermat sebagai referensi
3. Perkaya diskusi untuk memastikan materi yang tepat

#5 Mengembangkan Kerangka Karangan
Langkah selanjutnya merupakan menyebarkan kerangka menjadi paragraf atau karangan. Proses pengembangan bergantung pada jenis karangan, metode, dan pola pengembangan yang ingin kita gunakan. Untuk mengetahui pola-pola pengembangan paragraf, baca pembahasannya melalui link di bawah.

Baca juga : Pola-pola Pengembangan Paragraf Beserta Contohnya.