Home BAHAN BELAJAR BIOLOGI Komponen Penyusun Darah Dan Fungsi Darah Bagi Tubuh

Komponen Penyusun Darah Dan Fungsi Darah Bagi Tubuh

by CerdaskanKita

Darah merupakan salah satu penyusun sistem peredaran pada insan atau hewan. Sebagai bab dari sistem peredaran darah, darah terdapat peranan penting bagi kehidupan manusia. Keberadaan darah dalam tubuh insan mecukupkan nutrisi atau kuliner yang ada dalam akses pencernaan sanggup hingga dan diserap oleh sel-sel tubuh. Darah juga terdapat fungsi vital dalam peredaran oksigen dalam tubuh. Selain itu, darah jugalah yang berperan mengangkut zat-zat sisa metabolisme ke organ ekskresi biar sanggup dikeluarkan dari tubuh. Ketiga fungsi vital tersebut sudah sangat cukup untuk mengatakan bahwa darah sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Pada hari ini ini, Bahan berguru sekolah akan membahas komponen penyusun darah dan fungsi darah bagi tubuh.

Komponen Penyusun Darah

Dalam kondisi normal, tubuh insan mempunyai kandungan darah sekitar lima liter atau lebih kurang 8% dari berat badan. Darah tersebut terus mengalir untuk menjamin bahwa sistem transportasi di dalam tubuh tetap berjalan dan fungsi sistem peredaran tetap berjalan dengan baik.

Secara garis besar, darah tersusun oleh dua komponen utama, yaitu komponen cair yang disebut plasma darah dan komponen padat atau sel-sel darah. Darah tersusun dari 45% komponen padat dan 55% komponen cair atau plasma darah.

#1 Sel-sel Darah
Sel-sel darah merupakan sel-sel hidup yang sebagian besar tak membelah tenamun eksklusif dimenggantikan oleh sel-sel gres dari sumsum tulang belakang. Secara garis besar, sel-sel darah dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah.

a). Sel Darah Merah
Sel darah merah (eritrosit) merupakan sel darah yang berbentuk cakram bikonkaf dengan bab tengah agak cekung. Pada mamalia, eritrosit tak terdapat inti. Bentuk sel darah merah yang bikonkaf berfungsi untuk mempercepat pertukaran gas antara sel-sel dan plasam darah.

Baca Juga:   Prinsip Dan Mekanisme Teknik Kultur Jaringan

Eritrosit berwarna merah alasannya ialah mempunyai kandungan senyawa hemoglobin yang mempunyai kandungan unsur besi. Hemoglobin (Hb) merupakan pigmen respirasi yang berfungsi mengikat oksigen dan membentuk oksihemoglobin (HbO2). Hemoglobin dan oksihemoglobin bisa mengikat alkali.

Reaksi pengikatan oksigen oleh hemoglobin:
Hb2 + 4O2 ↔ 4HbO2

Proses pembentukan sel darah merah disebut eritropoiesis. Sel darah merah dibuat di dalam tulang-tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belakang. Jangka hidup eritrosit lebih kurang 120 hari. Sel darah merah yang sudah bau tanah akan ditelan oleh sel fagostik di dalam hati.

b). Sel Darah Putih
Sel darah putih atau leukosit merupakan sel darah yang berbentuk tak tetap, tak berwarna, dan terdapat satu inti sel. Sel-sel darah putih dibuat di dalam sumsum merah tulang, limpa, nodus limfa, dan jaringan retikulo endotelium. Secara umum, sel darah putih berfungsi melindungi tubuh dari infeksi.

Berdasarkan ada taknya granular, sel darah putih dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Granulosit : sel darah putih yang mempunyai kandungan granular
2. Agranulosit : sel darah putih yang tak mempunyai kandungan granular

Granulosit dibedakan menjadi sedikit jenis lagi, yaitu:
1. Neutrofil : dibuat di jaringan limfoid dan kelenjar limfa
2. Eosinofil : dibuat di sumsum tulang atau jaringan mieloid
3. Basofil : dibuat di sumsum tulang atau jaringan mieloid.

Agranulosit juga dibedakan menjadi sedikit jenis, yaitu:
1. Limfosit : dibuat di limfa dan tulang
2. Monosit : dibuat di sumsum tulang.

c). Keping-keping Darah
Keping darah atau trombosit merupakan sel darah yang terdapat bentuk tak teratur (menyerupai cakram namun lonjong) dan tak terdapat inti. Sel darah ini berperan penting dalam proses pembekuan darah dan menghentikan pendarahan ketika terjadi luka. Trombosit dihasilkan oleh sel-sel besar (megakariosit) di dalam sumsum tulang.

Baca Juga:   Kelainan Atau Gangguan Pada Sistem Gerak Manusia

#2 Plasma Darah
Plasma darah merupakan cairan yang berwarna kekuning-kuningan dan di dalamnya terdapat sel-sel darah. Plasma darah terdiri dari 90% air, 8% protein, dan sejumlah mineral lainnya lainnya. Dalam plasma juga terdapat materi organik mirip lemak, asam amino, glukosa, vitamin, dan hormon.

Protein penyusun plasma darah terdiri dari tiga jenis, yaitu:
1. Albumin : untuk mempertahankan tekanan osmotik dan pH
2. Fibrinogen : untuk proses pembekuan darah
3. Globulin : untuk pertahanan tubuh.

Beberapa mineral dalam plasma mirip sodium, potasium, magnesium, kalsium, klorida, dan sebagainya terdapat sedikit fungsi, yaitu:
1. Untuk mempertahankan tekanan osmotik
2. Untuk mempertahankan pH dan regulasi
3. Untuk permeabilitas membran.

Plasma darah berperan dalam pengaturan tekanan osmosis darah, membawa sari-sari makanan, zat-zat sisa, dan sedikit gas. Plasma darah yang tak mempunyai kandungan protein penggumpal darah disebut serum. Serum mempunyai kandungan antibodi untuk melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh.

Baca juga : Kelainan atau Penyakit pada Sistem Peredaran Darah.

Fungsi Darah Bagi Tubuh

Darah memegang peranan penting dalam sistem peredaran atau sistem transportasi dalam tubuh. Bersama dengan alat-alat peredaran mirip jantung dan pembuluh darah, darah membentuk suatu sistem sedemikian rupa sesampai lalu kebutuhan sel-sel tubuh akan nutrisi, oksigen, dan hormon sanggup terpenuhi.

Manusia memperoleh kebutuhan nutrisi dari kuliner dan minuman yang dikonsumsi. Makanan tersebut diolah dan dicerna oleh sistem pencernaan. Sari-sari kuliner hasil pencernaan kuliner lalu diangkut oleh darah ke seluruh jaringan tubuh.

Darah merupakan salah satu penyusun sistem peredaran pada insan atau binatang KOMPONEN PENYUSUN DARAH DAN FUNGSI DARAH BAGI TUBUH

Ketika melaksanakan metabolisme, tubuh tak hanya menghasilkan zat-zat mempunyai kegunaan tenamun juga menghasilkan zat-zat sisa yang harus dibuang dari tubuh. Sisa-sisa metabolisme ini akan diangkut oleh darah dari seluruh jaringan tubuh menuju organ-organ ekskresi untuk selanjutnya dikeluarkan dari tubuh.

Baca Juga:   Pengelompokkan Tumbuhan Menurut Fotoperiodisme

Secara umum, darah terdapat sedikit fungsi vital, yaitu:
1. Mengangkut oksigen ke jaringan seluruh tubuh
2. Mengangkut sari-sari kuliner ke seluruh tubuh
3. Mengangkut sisa-sisa metabolisme ke organ-organ ekskresi
4. Mengangkut hormon dari kelenjar hormon ke bab yang membutuhkan
5. Mengangkut ion-ion garam untuk menjaga keseimbangan asam basa cairan tubuh
6. Untuk pertahanan tubuh dan melawan bibit-bibit penyakit
7. Mengedarkan panas ke seluruh tubuh untuk menjaga kestabilan suhu tubuh.

Secara khusus, menurut sel-sel penyusunnya, darah terdapat sedikit fungsi sebagai berikut:
1. Eritrosit : untuk transpor oksigen dan karbondioksida
2. Neutrofil : untuk memfagosit atau memusnahkan bakteri
3. Eosinofil : membunuh parasit, menghancurkan kompleks antigen-antibodi, dan mencegah alergi
4. Basofil : mencegah alergi dan mempunyai kandungan zat antikoagulan
5. Limfosit : untuk mengaktifkan sistem kekebalan tubuh
6. Monosit : Fagositosis bermetamorfosis makrofag
7. Trombosit : untuk pembekuan darah.

Baca juga : Kumpulan Soal dan Jawaban Sistem Peredaran Darah.

You may also like