Home BAHAN BELAJAR KIMIA Kelebihan Dan Kekurangan Teori Model Atom Niels Bohr

Kelebihan Dan Kekurangan Teori Model Atom Niels Bohr

by CerdaskanKita

– Model Atom Bohr. Kelemahan teori atom Rutherford yang tak sanggup menterangkan dampak gaya tarik elektrostatik elektron yang bermuatan negatif dan inti atom yang bermuatan positif karenanya terjawab melalui serangkaian analisis yang dilakukan oleh ilmuwan berjulukan Niels Bohr. Bohr merupakan salah satu murid Rutherford yang berhasil menyempurnakan model atom Rutherford menurut analisis spektrum atom. Spektrum cahaya pada atom hidrogen menjadi suatu bukti yang mendukung model atom Bohr. Lalu, apa kelemahan teori atom Bohr sesampai kemudian tergeser oleh model atom mekanika kuantum?

A. Teori dan Model Atom Bohr

Dalam perkembangannya, para ilmuwan setuju bahwa sebuah atom terdiri dari inti atom dan elektron yang mengitarinya. Akan tenamun, citra seputar lintasan elektron yang digambarkan oleh model atom Rutherford masih belum tepat untuk menterangkan struktur suatu atom alasannya citra itu bertentangan dengan teori elektrodinamika klasik Maxwell.

Berangkat dari kelemahan tersebut, Niels Bohr kemudain berbisnis melaksanakan serangkaian percoban dan analisis untuk menyempurnakan teori atom Rutherford. Berdasarkan penelitian dan analisis spektrum garis atom Hidrogen, Niels Bohr karenanya memperoleh suatu kesimpulan dan mengajukan teori atom yang sekarang dikenal dengan teori dan model atom Bohr.

Model atom yang diajukan oleh Niels Bohr ibarat peredaran planet dalam mengitari sentra tatasurya sesampai kemudian model atom Bohr disebut juga model atom miniatur tatasurya Niels Bohr. Masih sama mirip teori terdahulu, Niels Bohr oke bahwa atom terdiri dari inti atom bermuatan positif dan elektron-elektron bermuatan negatif yang beredar di sekitarnya.

 Kelemahan teori atom Rutherford yang tak sanggup menterangkan dampak gaya tarik elektros KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI MODEL ATOM NIELS BOHR

Bohr menterangkan bahwa di dalam atom terdapat lintasan-lintasan tertentu yang menjadi kawasan elektron mengorbit tanpa disertai pemancaran atau peresapan energi. Dengan kata lain, Bohr menyatakan bahwa elektron mengorbit pada tingkat energi tertentu yang disebut kulit atom. Orbit tersebut berbentuk bulat dengan jari-jari tertentu.

Baca Juga:   Faktor-Faktor Yang Mensugesti Laju Reaksi Kimia

Elektron beredar mengelilingi inti atom dengan tingkat-tingkat energi tertentu. Semakin akrab ke inti atom, maka akan semakin rendah tingkat energinya. Tingkat energi inilah yang membentuk lintasan atau orbit berupa lingkaran. Setiap elektron memiliki energi tertentu yang sesuai dengan tingkat energi kulit dimana elektron tersbut berada.

Karena setiap elektron terdapat energi tertentu yang sesuai dengan tingkat energi kulit, maka peredaran elektron dalam lintasannya tersebut tak membebaskan atau menyerap energi sesampai kemudian bersifat stabil. Kondisi tersebut disebut juga dalam keadaan statisioner.

Dengan demikian, berikut sedikit poin dalam teori atom Bohr :
1). Elektron mengorbit pada tingkat energi tertentu yang disebut kulit atom
2). Tiap elektron memiliki energi tertentu yang sesuai dengan tingkat energi kulit
3). Dalam keadaan stasioner, elektron tak menyerap atau melepas energi
4). Elektron sanggup berpindah dengan cara menyerap atau melepas energi.

Elektron hanya sanggup berada pada lintasan-lintasan yang diperbolehkan dan tidk sanggup berada di antara dua lintasan. Lintasan yang akan ditempati oleh elektron bergantung pada tingkat energinya. Pada keadaan normal, elektron akan menempati tingkat energi terendah atau disebut tingkat dasar (ground state).

Elektron sanggup berpindah dari satu kulit ke kulit lain disertai pemancaran atau peresapan sejumlah energi tertentu, dengan ketentuan sebagai berikut:
1). Perpindahan ke kulit lebih luar (tingkat energi lebih tinggi) disertai peresapan energi
2). Perpindahan ke kulit lebih dalam (tingkat energi lebih rendah) disertai pelepasan energi.

B. Kelebihan dan Kelemahan Teori Atom Bohr

Salah satu kelebihan dari terori atom Niels Bohr merupakan kemampuannya untuk menterangkan atau menyempurnakan kelemahan yang ada pada teori atom Rutherford. Teori atom Bohr mengaplikasian teori kuantum dan sanggup menterangkan spektrum atom Hidrogen.

Baca Juga:   Konfigurasi Elektron Hukum Aufbau

Pada teori sebelumnya, Rutherford tak sanggup menterangkan mengapa elektron tak tersedot dan jatuh ke inti atom. Niels Bohr bisa menterangkan hal tersebut dan mengajukan bahwa elektron tak jatuh ke dalam inti atom alasannya elektron berada pada lintasan dengan tingkat energi tertentu yang sesuai dengan energi elektron tersebut sesampai kemudian bersifat stabil.

Meski bisa menyempurnakan kelemahan teori atom Rutherford, adminngnya teori atom Bohr tak sanggup menterangkan spektrum untuk atom yang lebih besar daripada Hidrogen. Teori atom Bohr juga tak sanggup menterangkan imbas Zeeman, yakni spektrum atom yang lebih rumit apabila atom ditempatkan pada medan magnet.

Kelebihan teori atom Bohr :
1). Dapat menyempurnakan kelemahan teori atom Rutherford
2). Dapat menterangkan dengan terperinci spektrum atom Hidrogen
3). Menterangkan bahwa atom tediri dari kulit-kulit dengan tingkat energi tertentu.

Kelemahan teori atom Bohr :
1). Tidak sanggup menterangkan spektrum atom lebi besar dari hidrogen
2). Tidak sanggup menerangka efe Zeeman.

You may also like