Home BAHAN BELAJAR BIOLOGI Kelainan Dan Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia

Kelainan Dan Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia

by CerdaskanKita

– Sebagaimana sistem organ lainnya, sistem reproduksi juga melibatkan organ-organ khusus yaitu organ reproduksi berupa alat kelam1n dan hormon. Sistem reproduksi insan juga sanggup mengalami kelainan atau penyakit. Kelainan pada sistem reproduksi merupakan kelainan atau penyakit yang menyerang organ-organ reproduksi. Beberapa penyakit pada sistem reproduksi bersifat menular. Kelainan tersebut sanggup terjadi alasannya ialah sedikit alasannya ialah menyerupai faktor genetik, infeksi virus, menurunnya fungsi organ reproduksi, penurunan kadar hormon, alkohol, obat-obatan, dan sebagainya. Selain faktor-faktor tersebut, kesehatan sistem reproduksi insan juga dipengaruhi oleh gaya hidup dan perubahan yang terjadi seiring dengan pertambahan usia. Kesehatan reproduksi insan bersahabat kaitannya dengan sikap s3ksual. Seseorang dengan sikap s3ksual yang tak baik lebih rentan mengalami gangguan pada sistem reproduksi. Pada hari ini ini kita akam membahas sedikit kelainan atau penyakit yang menyerang sistem reproduksi pria, kelainan yang menyerang sistem reproduksi wanita, dan kelainan atau penyakit yang menyerang keduanya.

Kelainan Sistem Reproduksi Pria

Gangguan atau penyakit pada sistem reproduksi laki-laki berkaitan dengan kelainan yang dialami oleh organ-organ reproduksi pria. Berikut Beberapa kelainan yang terjadi pada sistem reproduksi pria.

Hipogonadisme
Hipogonadisme merupakan kondisi medis yang ditandai dengan penurunan fungsi testis. Kelainan ini terjadi jawaban gangguan interaksi hormon contohnya hormon androgen dengan hormon estrogen.

Kelainan ini sanggup menimbulkan infertilitas, impotensi, dan tak munculnya ciri-ciri kelam1n sekunder pada pria. Untuk mengatasi kelainan ini sanggup dilakukan terapi hormon.

Prostatitis
Prostatitis merupakan gangguan yang terjadi pada prostat ditandai dengan adanya peradangan. Prostatitis sanggup timbul alasannya ialah adanya infeksi kuman Eschercia coli atau mikroorganisme lainnya.

Peradangan pada prostat biasanya disertai dengan perdangan pada uretra. Gejalanya berupa pembengkakan yang sanggup menyumbat uretra sesampai kemudian timbul rasa nyeri dan sulit untuk buang air kecil.

Bila terjadi secara kronis, maka prostatitis sanggup menimbulkan pembendungan, infeksi, dan kerusakan pada kandung kemih dan berakibat pada kerusakan ginjal.

Impotensi
Impotensi merupakan ketakmampuan laki-laki dalam mempertahankan er3ksi p3nis. Dengan kata lain, impotensi mengakibatkan laki-laki tak sanggup mencapai er3ksi. kelainan ini sanggup timbul alasannya ialah gangguan produksi hormon testosteron.

Impotensi juga sanggup terjadi alasannya ialah faktor lain menyerupai kelaina psikis, penyakit diabetes mellitus, konsumsi alkohol secara berlebihan, penggunaan obat-obatan tertentu contohnya obat anti tekanan darah tinggi dan gangguan sistem saraf.

Uretritis
Uretritis merupakan peradangan uretra dengan tanda-tanda gatal pada belahan p3nis dan kerap buang air kecil. Gangguan ini terjadi alasannya ialah Chlamydia trachomatis, Ureplasma urealyticum, dan virus herpes.

Baca Juga:   Peran Bioteknologi Di Bidang Pertanian Dan Perkebunan

Epididimitis Sesuai dengan namanya, gangguan ini terjadi pada epididimis. Epididimitis merupakan infeksi yang kerap terjadi pada kanal reproduksi laki-laki yang disebabkan oleh kuman E. Coli dan Chamydia.

Orkitis
Orkitis merupakan peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Gangguan ini apabila terjadi pada laki-laki sampaumur sanggup menimbulkan kemandulan atau infertilitas.

Kriptokidisme
Kriptokidisme merupakan kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Untuk mengananinya sanggup dilakukan pertolongan hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang testosteron.

Kanker Prostat
Kanker prostat merupakan kanker yang menyerang kelenjar prostat pada pria. Kanker ini mengakibatkan sel-sel dalam kelenjar prostat tumbuh tak normal dan tak terkendali. Penyakit ini biasanya menyerang laki-laki usia 60 tahun ke atas.

Penyakit ini diduga bekerjasama dengan penuaan dan proses perubahan hormon. Gejalanya merupakan rasa ingin kencing terus menerus namun tak lancar arena uretra tersumbat dan adanya infeksi kandung kemih.

Kelainan Sistem Reproduksi Wanita

Gangguan atau penyakit pada sistem reproduksi perempuan berkaitan dengan kelainan yang dialami oleh organ-organ reproduksi wanita. Berikut Beberapa kelainan yang terjadi pada sistem reproduksi wanita.

Gangguan Menstruasi
Gangguan menstruasi merupakan menstruasi yang tak normal. Gangguan ini terdiri dari amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer merupakan kelainan tak terjadinya menstruasi hingga usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan s3ksual sekunder.

Amenore sekunder merupakan kelainan berupa tak terjadinya menstruasi selama 3 hingga kemudian 6 bulan atau lebih pada seorang perempuan yang telah mengalami siklus menstruasi.

Endometriosis
Endometriosis merupakan kelainan yang ditandai dengan adanya jaringan endometrium di luar rahim menyerupai di seitar ovarium, oviduk, atau di jalur luar rahim. Kelainan ini terjadi jawaban pengaliran balik darah haid melalui tuba fallopi sewaktu menstruasi.

Gejalanya berupa nyeri perut, sakit pada belahan pinggang, dan rasa nyeri yang berlebihan pada ketika menstruasi. Jika tak ditangani secara sempurna akan menimbulkan sulitnya terjadi kehamilan. Pengobatan sanggup dilakukan dengan pertolongan obat-obatan, laparoskopi, atau bedah laser.

Sindrom Premenstruasi
Sindrom premenstrual merupakan kondisi di mana terjadi gangguan emosi, lesu, sakit kepala, abses pada tungkai, rasa pedih dan nyerih pada payudara yang terjadi sedikit hari sebelum menstruasi.

Gangguan ini mengakibatkan seorang perempuan terdapat emosi yang tak stabil dan sangat gampang marah. Penyebab gangguan ini antara lain kadar estrogen yang terlalu tinggi, progesteron rendah, gangguan metabolisme karbohidrat, kadar prolaktin tinggi, dan gangguan psikis terkait menstruasi.

Kanker Serviks
Kanker serviks terjadi jikalau pertumbuhan sel-sel yang asing di seluruh lapisan sepitel serviks. Penyakit ini kaya dialami perempuan usia 40-55 tahun. Kanker serviks diduga terkait dengan infesi virus herpes simples tipe dua dan human papilloma virus.

Baca Juga:   Tipe Dan Tahap Perkecambahan Pada Tumbuhan

Kanker seviks sanggup dicegah dengan melaksanakan investigasi secara terpola pada dokter kandungan. Untuk menangani kanker serviks, sanggup dilakukan dengan operasi, sinar radioaktif, dan obat-obatan.

Vulvov4beginilahtis
Vulvov4beginilahtis merupakan peradangan pada vulva dan v4gina yang kerap menimbulkan tanda-tanda keputihan yaitu keluranya cairan putih kehijauan dari v4gina. Penyakit ini disebabkan oleh kuman Gardnerella v4ginalis.

Selain keputihan, penyakit ini juga menimbulkan tanda-tanda berupa gatal-gatal. Vulvov4beginilahtis juga terkait dengan Infeksi v4gina yang menyerang perempuan usia produktif terutama yang sudah menikah. Infeksi tersebut timbul jawaban kekerabatan kel4min.

Kanker Payudara
Tumor payudara sanggup bersifat jinak menyerupai tumor fibroadenoma yaitu berupa tonjolan yang sanggup dihilangkan melalui operasi. Kanker payudara merupakan tumor payudara yang ganas.

Kanker payudara umumnya dialami perempuan sehabis menopause dan jarang terdapat pada perempuan di bawah usia 30 tahun. Pengobatan kanker payudara sanggup dilakukan dengan cara operasi, sinar radioaktif, dan obat-obatan.

Menopause
Menopause merupakan kondisi yang dialami oleh perempuan aibat penurunan jumlah estrogen yang dihasilkan ovarium. Menopause umumnya terjadi pada permepuan yang berumur 46 tahun ke atas.

Penyempitan Saluran Oviduk
Penyempitan kanal oviduk terjadi jawaban faktor bawaan atau alasannya ialah infeksi kuman tertentu. Saluran oviduk yang sempit mengakibatkan sp3rma sulit menjangkau belahan dalam kanal sesampai kemudian sulit terjadi pembuahan.

kanker Ovarium
Kanker ovarium merupakan kanker yang menyerang indung telur kiri, indung telur kanan, atau kedua-duanya. Kanker indung telur biasanya menyerang perempuan yang sudah menopause.

Hamil Anggur
Hamil anggur (Mola Hidalidosa) merupakan suatu kelainan dimana kehamilan tak berisi janin tenamun berisi gelembung-gelembung mola dan bekuan darah. hamil anggur sanggup mengakibatkan kesakitan atau janjkematian alasannya ialah pendarahan, tembusnya dinding rahim oleh proses mola, dan infeksi.

Penyakit pada Reproduksi Pria & Wanita

Selain kelainan atau gangguan yang diterangkan di atas, terdapat sedikit penyakit yang menyerang sistem reproduksi laki-laki dan wanita. Berikut sedikit penyakit yang sanggup dialami laki-laki dan wanita.

Infertilitas
Infertilitas atau ketaksuburan merupakan ketakmampuan seseorang untuk menghasilkan keturunan. Pada laki-laki infertilitas terjadi alasannya ialah adanya penyakit menyerupai impotensi, ejakulasi dini, sumbatan pada kanal sp3rma, kelainan gerak sp3rma, dan kerusakan testis.

Pada wanita, infertilitas sanggup terjadi alasannya ialah sedikit faktor menyerupai kelainan lendir leher rahim yang mempersulit masuknya sp3rma, adanya tumor, sumbatan pada kanal telur, menstruasi yang tak teratur, obesitas, dan sebagainya.

Gonorhoe
Gonorhoe atau kencing nanah merupakan penyakit kelamin yang disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoeae. Gonorhoe menyerang selaput lendir pada uretra, serviks, rektum, sendi, tulang, faring, dan mata. Penyakit ini sanggup menular melalui s3ks bebas.

Baca Juga:   Perbedaan Teori Evolusi Lamarck Dan Darwin Terkait Leher Jerapah

Gejala gonorhoe merupakan keluranya cairan berwarna putih kekuningan atau nanah dari uretra disertai rasa nyerih ketika buang air kecil. Karena kuman Neisseria gampang bermutasi, maka gonorhoe harus segera ditangani secara intensif.

Sifilis
Sifilis atau raja singa merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Treponema pallidum. Infeksi terjadi pada organ kelam1n belahan luar. Penyakti ini sanggup berkembang ke tahap sekunder dan tersier yang sulit diamati.

Sifilis sanggup menular melalui kekerabatan s3ksual. Gejala yang timbul antara lain luka pada kem4luan, bintik atau bercak merah di tubuh, kelainan saraf, jantung, pembuluh saraf, dan kulit.

Herper Genitalis
Penyakit herpes genitalis disebabkan oleh virus herpes kompleks tipe 2 yang menyerang kulit di kawasan genital luar, 4nus, dan v4gina. Gejalanya merupakan rasa gatal, pedih, dan keemrahan pada kulit di kawasan kelam1n disertai demam dan sakit kepala.

Condiloma Accuminata
Penyakit condiloma accuminata disebabkan oleh virus Human papilloma. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya kutil di kawasan sekitar kelam1n dan anus yang sanggup membesar dan alhasil sanggup menimbulkan kanker serviks.

HIV/AIDS
Penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) disebakan oleh virus HIV (Human Immunodeficiensy Virus) yang menyerang sistem kekebalan badan insan sesampai kemudian penderita menjadi rentan terhadap bermacam penyakit.

Gejala AIDS sulit diamati alasannya ialah menyerupai dengan tanda-tanda penyakit lain. Untuk memastikan seseorang terkena AIDS atau terinfeksi HIV, perlu dilakukan tes khusus. Penyakit ini ditularkan melalui kekerabatan s3ksual, transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang tida steril, dan dari ibu ke bayi yang dikandungnya.

Teknologi Reproduksi

Masalah reproduksi yang diahapi oleh insan memicu para pakar untuk menghasilkan suatu teknologi yang sanggup memperlihatkan solusi kepada seseorang yang mengalami problem reproduksi.

Teknologi reproduksi pada insan dan binatang yang sudah umum antaralain:
1. Bayi Tabung
2. Kloning

Bayi tabung merupakan salah satu teknologi reproduksi yang ditujukan untuk membantu pasangan suami istri yang sulit untuk memproleh keturunan. Bayi tabung merupakan tenologi dengan konsep pembuahan in vitro.

Pada proses bayi tabung, pembuahan sel telur ibu oleh sel sp3rma ayah dilakukan secara buatan di dalam sebuah tabung. Setelah terjadi fertilisasi, zigot yang terbentuk akan dikembalikan ke rahim ibu.

Teknologi lain yang masih menjadi perdebatan dan menimbulkan kontroversi merupakan kloning. Kloning merupakan salah satu cara reproduksi buatan yang memanfaatkan teknologi manipulasi sel telur untuk menghasilkan keturunan yang identik. 

Pada proses kloning, inti sel telur yang haploid akan dipindahkan dengan teknik khusus. Setelah itu, posisinya dimenggantikan oleh inti sel dari belahan badan lainnya, contohnya kulit atau otot yang diploid.

You may also like