Home Bahasa indonesia Kebiasaan Jelek Dan Kesalahan Umum Saat Membaca

Kebiasaan Jelek Dan Kesalahan Umum Saat Membaca

by CerdaskanKita

Jika buku kerap disebut sebagai jendela dunia, maka acara membacalah kunci dari jendela tersebut. Tanpa membaca, tentu isu yang ada di dalam buku tak akan tersampaikan. Membaca merupakan salah satu acara yang sangat penting dalam memperoleh isu dan pengetahuan. Dengan membaca, kaya isu yang sanggup kita peroleh. Semakin kaya membaca, semakin kita sadar bahwa kita masih sangat kekuragan pengetahuan. Membaca menjadi salah satu budaya di sedikit negara menyerupai China. Sayangnya, hal ini tak berlaku di negara kita. Indonesia termasuk negara dengan niat baca yang rendah. Sebagian besar pelajar di Indonesia hanya membaca sebagian halaman dari keseluruhan buku pelajaran sekolahnya atau bahkan hanya membacanya ketika lagi berguru di kelas. Kondisi ini tentu membawa pengaruh tersendiri bagi generasi penerus lantaran niat baca yang rendah membuat kita hanya mengetahui sedikit isu sementara mereka yang niat bacanya tinggi telah mengetahui bermacam hal.

Selain niat baca yang rendah, hambatan dalam membaca yang umum kita hadapi merupakan kebiasan-kebiasaan yang kurang baik ketika membaca suatu wacana. Kebiasaan jelek tersebut menjadi kesalahan umum yang terjadi ketika membaca.

Kebiasan-kebiasaan tersebut sanggup menghambat pembaca dalam memahami isi tentang dan memperoleh isu yang akurat. Alhasil, tak hanya menghabiskan kaya waktu untuk membaca, hasil yang kita peroleh dari acara membaca itu juga menjadi kurang optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, tentu kita harus mempelajari sedikit teknik membaca semoga kita sanggup membaca dengan benar serta memperoleh isu secara optimal. Akan tenamun, sebelum kita membahas teknik tersebut, ada baiknya kita melihat terlebih dahulu tujuan dan manfaat dari membaca.

Tujuan dan Khasiat Membaca

Tujuan utama dari membaca merupakan untuk memperoleh isu dari tentang yang lagi kita baca. Dengan membaca kita sanggup mengetahui wangsit atau gagasan yang ada di dalam suatu materi bacaan.

Berikut sedikit tujuan dari membaca:
1. Menemukan hal tertentu (informasi, referensi, hiburan, dsb)
2. Memperoleh kesan umum
3. Menemukan materi yang diharapkan dalam perpustakaan

Sebagai salah satu acara positif, membaca memberi sedikit manfaat antara lain:
1. Meningkatkan pengetahuan
2. Memperoleh pencerahan atau suatu persoalan
3. Waktu luang dimanfaatkan dengan benar
4. Memperoleh kesenangan tersendiri

Kebiasaan Buruk ketika Membaca 

Adanya kebiasaan yang salah dalam membaca sanggup menghambat pembaca dalam memperoleh isu secara optimal. Oleh lantaran itu, kebiasaan-kebiasaan tersebut harus dihilangkan semoga pembaca sanggup memperoleh hasil yang otpimal dari kegiatannya membaca.

Beberapa kesalahan yang umum dalam membaca antaralain vokaliasi, subvokalisasi, memperlihatkan bacaan yang dibaca dengan jari atau alat tunjuk lainnya, mengerakkan kepala mengiuti barisan bacan, dan membaca ulang bab yang telah dibaca.

#1 Vokalisasi
Kebiasaan jelek yang paling umum ketika membaca merupakan vokalisasi yakni mengeluarkan bunyi atau mengerakkan bibir ketika membaca (dengan catatan acara membaca tak membutuhkan bunyi atau bukan membaca untuk orang lain).

Kebiasaan membaca sambil komat-kamit selain menggangu konsentrasi, juga menghabiskan lebih kaya waktu untuk memahaminya. Hal ini terjadi lantaran bunyi yang kita keluarkan akan didengar oleh indera pendengaran dan lalu kata-kata yang kita dengar akan membebani fikiran.

#2 Subvokalisasi
Kesalahan umum selanjutnya merupakan melafalkan bacaan dalam batin atau subvokalisasi. Sama menyerupai vokalisasi, subvokalisasi juga sanggup mengganggu konsentrasi dan kecepatan membaca. Hal ini terjadi lantaran kita membaca sambil ‘mendengar’ kata yang diucapkan dalam fikiran.

Baca Juga:   4 Pola Teks Dongeng Sejarah Singkat Beserta Strukturnya (5W1h)

Ketika melaksanakan subvokalisasi dalam membaca, maka kita membutuhkan waktu yang lebih kaya daripada seharusnya. Hal ini mengakibatkan kecepatan membaca berkurang dan hanya bisa membaca 250-350 kata permenit menyerupai halnya berbicara.

#3 Kepala Bergerak Mengikuti Bacaan
Kebiasaan salah berikutnya merupakan menggerakkan kepala mengikuti baris bacaan yang lagi dibaca. Kebiasaan ini tentu membuat kita harus berkali-kali menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan semoga baris bacaan tetap terlihat.

Menggerakkan kepala mengikuti baris bacaan biasanya dilakukan oleh pembaca yang membaca kata demi kata. Padahal, tanpa menggerakkan kepala, mata kita sanggup menlihat barisan tersebut dan menjangkau tiap-tiap kata yang ada di dalamnya.

Membaca kata demi kata diikuti dengan gerakan kepala yang dilakukan terus menerus, selain mengurangi kecepatan membaca juga sanggup mengganggu konsentrasi. Ketika kita membaca kata demi kata, maka kita cenderung tak melihat kata-kata tersebut secara keseluruhan sesampai lalu kerapkali kehilangan konsep.

#4 Gerakan Mata tak Efisien
Salah satu poin penting yang mendukung acara membaca secara cepat merupakan gerakan mata. Akan tenamun, kerapkali pembaca melaksanakan gerakan mata yang tak efisien. Artinya, pembaca terfokus dari satu kata ke kata lain sambil mengartikan maksudnya di setiap baris.

Ketika gerakan mata tak efisien, pembaca cenderung tak memakai penglihatan tepi untuk melihat kata-kata di ujung setiap baris. Padahal, mata sanggup menjangkau kira-kira empat hingga lima kata dalam satu waktu.

#5 Menggunakan Alat Tunjuk
Membaca sambil memakai jari sebagai alat tunjuk merupakan kebiasaan jelek yang masih umum dilakukan pembaca. Pembaca sengaja memakai jari atau alat tunjuk lainnya sebagai alat bantu untuk melihat baris bacaan yang lagi mereka baca.

Baca Juga:   8 Rujukan Teks Laporan Hasil Observasi Pada Tumbuhan, Hewan, Alam Dan Lingkungan Lengkap

Hal menyerupai ini gotong royong tak perlu dilakukan lantaran niscaya akan mengurangi kecepatan kita dalam membaca. Ketika memakai alat tunjuk, tentu konsentrasi juga akan terbagi antara membaca dan menunjuk baris bacaan. Padahal, mata sanggup melaksanakan fungsi tersebut tanpa alat tunjuk.

#6 Regresi
Kesalahan selanjutnya merupakan membaca ulang apa yang tela dibaca atau disebut regresi. Regresi merupakan membaca kembali materi yang gotong royong tak diperlukan. Banyak pembaca yang memiliki kebiasaan membaca kembali kata-kata yang gres saja ia baca dan berfikir ulang untuk kata tersebut.

Kesalahan menyerupai itu diperparah dengan kecukupan bahwa pembaca cukup saja melompati sedikit kalimat yang penting ketika ia melaksanakan regresi. Kebiasaan ini tentu mengakibatkan pembaca kehilangan struktur dan konsep teks sesampai lalu pemahaman secara keseluruhan akan menurun.

Menghilangkan Kebiasan Buruk Saat Membaca

Agar acara membaca berjalan secara efisien dan menawarkan hasil yang optimal, maka kita perlu menghilangkan kebiasan-kebiasaan jelek ketika membaca. Hal ini berkaitan pribadi dengan kondisi fisik, konsentrasi, dan kainginan.

Berikut sedikit langkah yang sanggup kita lakukan untuk menghilangkan kebiasaan jelek ketika membaca:
1. Pegang materi bacaan dengan kedua tangan
2. Pandangan tegak lurus dengan bacaan
3. Menggerakkan bola mata bukan kepala
4. Mengatupkan bibir ketika membaca
5. Tidak mengeluarkan suara
6. Konsentrasi pada materi bacaan
7. Jangan terpaku pada detail

Demikian pembahasan seputar kebiasan jelek yang umum dilakukan ketika membaca dan cara untuk mengatasinya. Dengan serius berlatih, maka kita niscaya sanggup membaca dengan cepat dan memperoleh isu secara akurat.

You may also like