Home Bahasa indonesia Jenis-Jenis Makna Kata Dalam Bahasa Indonesia

Jenis-Jenis Makna Kata Dalam Bahasa Indonesia

by CerdaskanKita
Dalam percakapan sehari-hari, kerapkali kita mendengar kalimat yang mempunyai kandungan sebuah atau sedikit kata dengan makna tertentu. Kata-kata tersebut terkadang mempunyai kandungan makna yang berbeda dalam konteks yang berbeda pula. Dengan kata lain, terkadang arti dari sebuah kata harus diadaptasi dengan konteks kalimatnya. Beberapa kata terdapat makna yang diketahui secara umum menurut pengertiannya dan ada pula kata yang maknanya timbul dan berkembang lantaran situasi pembicaraan. Ketika seseorang menyampaikan bahwa ia lagi makan, maka kita paham betul bahwa orang tersebut lagi memasukkan sesuatu ke dalam mulut, mengunyah, dan menelannya. Makna makan dalam kalimat tersebut kita ketahui menurut pengertiannya. Begitupula halnya dikala seseorang menyampaikan bahwa ia lagi makan telur mata sapi. Kata telur mata sapi sudah secara umum diketahui maknanya ialah telur yang digoreng secara eksklusif tanpa diaduk terlebih dahulu sesampai kemudian pecahan kuning dan putih telurnya ibarat mata dan diidentikkan dengan mata sapi.

Jenis-jenis Makna

Secara umum terdapat 4 jenis makna dalam bahasa Indonesia, ialah :
  1. Makna Leksikal
    Makna leksikal merupakan makta kata menurut kamus atau leksikon yang sesuai dengan referensiya. Makna kata leksikal disebut juga makna kata berdefenisi, ialah kata yang terdapat defenisi tertentu yang diketahui secara umum.

    Menurut Chaer 1994, makna leksikal merupakan makna yang sesuai dengan referennya, makna yang sesuai dengan hasil observasi alat indera, atau makna yang sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan kita.

    Contoh :

    • Petani di desa itu gagal panen lantaran serangan hama tikus.
      Kata tikus dalam kalimat di atas mempunyai kandungan makna leksikal ialah sejenis binatang pengerat yang sanggup mengakibatkan penyakit tifus dan merusak tanaman.
    • Anak itu selalu minum susu sebelum tidur.
      Kata minum pada kalimat di atas mempunyai kandungan makna leksikal ialah aktivitas memasukkan zat cair ke dalam lisan dan menelannya.
  2. Makna Gramatikal
    Makna gramatikal merupakan makna kata yang terjadi lantaran proses ketatabahasaan mirip afiksasi, reduplikasi, dan komposisi.

    Contoh :

    • Batu seberat itu terangkat juga oleh adik.
      Penambahan awalan ter- pada kata angkat menawarkan makna sanggup dalam kalimat tersebut. Sesampai kemudian maksud dari kalimat tersebut merupakan adik sanggup mengangkat kerikil seberat itu.
    • Ketika bermain di taman, Dina terdorong ke parit.
      Penambahan awalan ter- pada kata dorong menawarkan makna tak sengaja sesampai kemudian maksud dari kalimat tersebut merupakan ada seseorang atau sesuatu yang tanpa sengaja mengakibatkan Dina jatuh ke parit.
    Makna gramatikal sanggup timbul lantaran hal berikut :

    Faktor Contoh
    Bentuk kata
    • Rani duduk di bangku goyang.
    • Rani terduduk di atas tanah.
    Urutan kata
    • Tono memukul Dani.
    • Dani memukul Tono.
    Intonasi
    • Ibu memasak di dapur.
    • Ibu memasak di dapur?
    Kata tugas
    • Dian menari dan bernyanyi.
    • Dian menari atau bernyanyi.

  3. Makna Denotasi
    Makna denotasi merupakan makna lugas atau makna yang sebenarnya. Makna denotasi terdiri dari satu alternatif yang artinya niscaya sama menyangkut gosip faktual objektif.

    Contoh :

    • Rani lagi makan pisang goreng.
      Kalimat di atas mempunyai kandungan makna yang bahwasanya ialah Rani lagi memakan pisang yang digoreng memakai minyak goreng.
    • Kaki Ayah terjepit di pintu.
      Kalimat di atas mempunyai kandungan makna lugas atau makna bahwasanya ialah kaki (anggota badan pecahan bawah yang dipakai untuk berjalan) Ayah terjepit di pintu.
  4. Makna Konotasi
    Makna konotasi merupakan makna kiasan atau makna ungkapan idiomatis yang memerlukan sedikit penafsiran atau disebut juga makna tak sebenarnya.

    Contoh :

    • Rani makan hati lantaran tingkah laris suaminya.
      Kata makan hati pada kalimat di atas terdapat makna kiasan ialah tersiksa hati dan fikiran lantaran kelakuan suaminya yang kurang baik.
    • Kimi populer sebagai kutu buku di sekolahnya.
      Kata kutu buku pada kalimat di atas bukan berarti sejenis binatang yang menyerang kertas atau buku melainkan orang yang sangat rajin membaca dan kerap terlihat lagi membaca.
    Makna konotasi terdiri dari dua jenis ialah makna konotasi positif dan makna konotasi negatif. Konotasi positif merupakan makna kata yang terdapat nilai rasa positif. Sebaliknya, konotasi negatif merupakan makna kata yang terdapat nilai rasa negatif.
Jika dilihat menurut ada taknya referen dari kata tersebut, makna kata terdiri dari dua jenis, ialah :
  1. Makna Referensial
    Makna referensial merupakan makna kata yang terdapat referen ialah sesuatu di luar bahasa yang diacu oleh kata tersebut. Kata ‘kursi’ termasuk kata bermakna referensial lantaran mempunyai referen ialah salah satu jenis perabot rumah tangga yang dipakai untuk duduk.
  2. Makna Nonreferensial
    Makna nonreferensial merupakan makna kata yang tak terdapat referen yang diacu oleh kata tersebut. Kata ‘sesampai kemudian’ termasuk kata yang bermakna nonreferensial lantaran kata tersebut tak terdapat referen.
Baca Juga:   Pembahasan Un Bahasa Indonesia Wacana Tajuk Rencana

You may also like