Home BAHAN BELAJAR FISIKA Cara Memilih Arah Kecepatan Dan Percepatan

Cara Memilih Arah Kecepatan Dan Percepatan

by CerdaskanKita

Bahanbelajarsekolah.blogspot.com – Kecepatan dan percepatan merupakan dua besaran fisika yang tergolong besaran vektor, yakni besaran yang terdapat nilai dan arah. Karena ada nilai dan arah, maka dalam perhitungannya kita tak hanya memperhatikan besarnya saja tenamun juga harus melihat bagaimana arahnya. Arah kecepatan secara umum bergantung pada arah gerak benda. Arah kecepatan suatu benda yang lagi bergerak merupakan searah dengan arah gerak benda tersebut. Artinya, apabila benda bergerak ke kiri, maka arah kecepatannya merupakan ke kiri. Sebaliknya, apabila benda bergerak ke kanan, maka arah kecepatannya merupakan ke kanan. Karena searah dengan arah gerak, arah kecepatan tak terlalu sulit ditentukan. Berbeda dengan kecepatan, arah percepatan tak selalu searah dengan arah geraknya. Hal ini sangat bergantung pada jenis gerak atau kondisi kecepatan benda apakah benda tersebut dipercepat atau diperlambat. Hal ini sesuai dengan pengertian percepatan yang luas yang tak hanya terbatas pada peningkatan kecepatan tenamun juga penurunan kecepatan.

Sebagaimana yang pernah dibahas sebelumnya, percepatan benda sanggup dibedakan menjadi dua jenis, yakni percepatan faktual dan percepatan negatif. Percepatan faktual merupakan percepatan yang mengakibatkan kecepatan benda naik.

Percepatan faktual inilah yang kerap disebut sebagai percepatan. Sesuai dengan namanya, percepatan ini sanggup kita temui pada benda yang geraknya semakin cepat contohnya kendaraan beroda empat yang kecepatannya ditambah, gerak jatuh bebas, gerak vertikal ke bawah, dan sebagainya.

Sedangkan percepatan negatif merupakan percepatan yang mengakibatkan kecepatan benda turun. Percepatan negatif kerap pula disebut sebagai perlambatan. Sesuai dengan namanya, percepatan negatif menyebakan benda semakin lambat.

Percepatan negatif atau perlambatan sanggup kita jumpai pada benda yang kecepatannyasemakin lambat contohnya gerak benda yang kecepatannya dikurangi, gerak benda vertikal ke atas, gerak bola yang dilempar ke atas, benda yang bergerak ke atas bidang miring dengan kecepatan awal tertentu, dan sebagainya.

Baca Juga:   Kumpulan Rumus Dan Rangkuman Teori Kinetik Gas

Baca juga : Ciri-ciri dan Rumus Gerak Jatuh Bebas.

Menentukan Arah Kecepatan

Jika benda bergerak lurus dalam bidang datar atau bidang vertikal, maka akan sangat gampang untuk memilih arah kecepatan lantaran arahnya akan sama dengan arah gerak benda tersebut.

Melalui arah gerak yakni melihat perpindahan benda kita sanggup dengan gampang memilih arah kecepatannya apakah ke kiri, ke kanan, ke bawah, atau ke atas. Jika benda bergerak ke arah timur, maka arah kecepatannya juga ke arah timur.

Untuk lebih terangnya perhatikan gambar berikut!

 Kecepatan dan percepatan merupakan dua besaran fisika yang tergolong besaran vektor CARA MENENTUKAN ARAH KECEPATAN DAN PERCEPATAN

Lalu bagaimana dengan benda yang bergerak melingkar? Sebenarnya arah kecepatan pada gerak melingkar juga gampang ditentukan lantaran juga sesuai dengan arah geraknya. Namun perlu kita ingat bahwa dalam gerak melingkar, ada yang namanya kecepatan linear dan ada kecepatan sudut.

 Kecepatan dan percepatan merupakan dua besaran fisika yang tergolong besaran vektor CARA MENENTUKAN ARAH KECEPATAN DAN PERCEPATAN

Arah kecepatan sudut atau kecepatan rotasi pada gerak melingkar merupakan berhimpit dengan bidang rotasi dan searah dengan gerak melingkar. Sedangkan arah kecepatan linear (v) pada gerak melingkar merupakan selalu menyinggung lintasan dan tegak lurus dengan jari-jari lintasan.

Untuk lebih terangnya perhatikan gambar di atas! Gambar tersebut menunjukkan arah kecepatan linear yang tegak lurus dengan jari-jari lintasan.

Baca juga : Rumus Dasar Kinematika Gerak Melingkar.

Menentukan Arah Percepatan

Sebagaimana yang telah disinggung di atas, memilih arah percepatan tak semudah memilih arah kecepatan. Untuk memilih arah percepatan benda kita harus melihat terlebih dahulu perubahan pada kecepatan benda.

Jika kecepatan benda naik (mengalami percepatan, a = +), maka arah percepatan benda akan searah dengan arah gerak dan arah kecepatannya. Dalam hal ini, percepatan benda berfungsi memperkuat kecepatan.

Sebaliknya, apabila kecepatan benda turun (mengalami perlambatan, a = -), maka arah percepatan benda akan berlawanan arah dengan arah gerak dan arah kecepatannya. Dalam hal ini, percepatan bertindak sebagai penghambat yang melawan arah gerak.

Baca Juga:   Menentukan Titik Berat Benda

Untuk lebih terangnya perhatikan gambar berikut!

 Kecepatan dan percepatan merupakan dua besaran fisika yang tergolong besaran vektor CARA MENENTUKAN ARAH KECEPATAN DAN PERCEPATAN

Pada gambar di atas, ada empat lintasan yang sanggup kita amati, yaitu:
1. Gerak benda dari A ke B
2. Gerak benda dari B ke C
3. Gerak benda dari C ke D
4. Gerak benda dari D ke E

Pada lintasan pertama, benda bergerak menuruni bidang miring sesampai kemudian benda mengalami percepatan dan kecepatannya bertambah. Karena percepatan mengakibatkan kecepatan bertambah, maka arah percepatan benda pada lintasan A-B merupakan searah gerak.

Pada lintasan kedua, benda bergerak mendatar dan mengalami perlambatan akhir gaya tabrakan sesampai kemudian kecepatannya berkurang. lantaran percepatan mengakibatkan kecepatannya berkurang, maka arah percepatan pada lintasan B-C merupakan berlawanan arah dengan arah gerak.

Pada lintasan ketiga, benda mengalami perubahan arah akhir perubahan sudut sepanjang kurva 180 derajat tersebut. Pada lintasan itu, benda mengalami percepatan dan kecepatannya naik sesampai kemudian arah percepatannya selalu mengarah ke sentra lintasan menyerupai halnya gerak melingkar.

Pada lintasan keempat, benda bergerak mendatar dan mengalami perlambatan akhir gaya tabrakan sesampai kemudian kecepatannya berkurang. lantaran percepatan mengakibatkan kecepatannya berkurang, maka arah percepatan pada lintasan B-C merupakan berlawanan arah dengan arah gerak.

Berdasarkan pola di atas, maka sanggup kita tarik kesimpulan bahwa untuk memilih arah percepatan kita harus melihat lintasannya terlebih dahulu dan melihat kondisi kecepatannya apakah naik atau turun.

Baca juga : Perbedaan antara Gaya Sentripetal dan Sentrifugal.

You may also like