Home Bahasa indonesia Cara Membedakan Fakta Dan Opini Beserta Contoh

Cara Membedakan Fakta Dan Opini Beserta Contoh

by CerdaskanKita

Ketika membaca atau menyimak suatu wacana, kita tak selalu menemukan kalimat atau paragraf yang berisi fakta. Dari keseluruhan perihal tersebut biasanya terdapat sedikit kalimat opini yang merupakan argumen dari penulis atau narasumber. Kalimat opini biasanya dipakai untuk menyatakan argumen atau sebagai pendukung fakta umum yang dibahas. Kalimat fakta dan kalimat opini biasanya saling terkait membentuk satu kesatuan inspirasi di dalam wacana. Kadangkala, dalam mengungkapkan sebuah fakta kita perlu memperterang fakta tersebut dengan deskripsi berupa opini. Begitupula sebaliknya, dikala mengungkapkan sebuah argumen atau pendapat, kita juga perlu memperterang argumen tersebut dengan bukti-bukti berupa fakta. Oleh alasannya yaitu itu, sebagai pembaca atau pendengar, tentu kita harus pintar membedakan kalimat fakta dan kalimat opini supaya isu yang kita peroleh benar0benar tepat. Membedakan kalimat fakta dan opini juga sangat diharapkan untuk merumuskan suatu kesimpulan. Pada hari ini ini, kita akan membahas pengertian dari fakta dan opini beserta ciri-cirinya. Dengan pembahasan ini diharapakan murid sanggup mengenali sebuah kalimat apakah tergolong fakta atau opini berdasarkan ciri-ciri yang terlihat.

Pengertian dan Ciri-ciri Fakta

Secara simpel, fakta sanggup diartikan sebagai segala sesuatu yang positif atau benar-benar terjadi. Fakta tak bersumber dari pendapat atau gagasan seseorang melainkan dari kenyataan yang telah diketahui secara umum. Dengan kata lain, fakta merupakan isu yang bersifat positif dan sanggup dibuktikan kebenarannya.

Karena benar-benar terjadi dan disertai dengan bukti-bukti yang mendukung kebenarannya, fakta cenderung sulit untuk dibantah. Sekalipun seseorang terdapat argumen yang berpengaruh untuk menjatuhkan fakta tersebut, sebuah fakta tak akan sanggup dipungkiri.

Baca Juga:   Teks Berita, Pengertian, Struktur Teks, Contoh, Dan Ciri-Cirinya

Segala insiden atau keadaan yang benar-benar terjadi dan pernah dilihat oleh insan atau telah dilakukan suatu pengujian untuk memastikan kebenarannya pada khalayak umum merupakan fakta. Sebuah fakta sanggup ditelusuri kebenarannya alasannya yaitu sanggup diindera (dilihat, didengar, diraba).

Berikut ciri-ciri dari sebuah fakta:
1. Benar-benar terjadi dan nyata
2. Sudah teruji kebenarannya
3. Bersifat objektif (bukan pedoman seseorang)
4. Memiliki data atau bukti akurat
5. Pernah diindera atau diuji oleh manusia
6. Umumnya dikompleksi dengan waktu dan daerah yang jelas

Contoh Fakta:
1. Tsunami Aceh terjadi pada 26 Desember 2004.
2. Perbisnisan Picasa diambilalih oleh Google pada 13 juli 2004.
3. Pada 6 Agustus 1945, Amerika menjatuhkan bom atom di Hiroshima.
4. Medan merupakan ibukota dari Sumatera Utara.
5. Murid sekolah menengah pertama mengenakan seragam putih biru.

Baca juga : Cara Merumuskan Kesimpulan Secara Deduksi dan Induksi.

Pengertian dan Ciri-ciri Opini

Opini merupakan pendapat atau pikiran seseorang seputar sesuatu. Opini sanggup dalam bentuk pertimbangan atau saran dan biasanya dikompleksi dengan alasan-alasan untuk memperkuat atau mengambarkan kebenarannya.

Meskipun opini dikompleksi dengan alasan atau fakta-fakta tertentu untuk memperkuat argumen, namun opini tak sanggup dipastikan kebenarannya alasannya yaitu belum teruji. Opini bersifat subjektif atau bersumber dari pedoman seseorang.

Segala pernyataan atau keadaan yang belum tentu benar terjadi dan tak pernah dilihat oleh insan atau belum dilakukan pengujian untuk memastikan kebenarannya merupakan opini. Sebuah opini cenderung sulit ditelusuri kebenarannya alasannya yaitu tak sanggup diindera.

Berikut ciri-ciri dari sebuah opini:
1. Merupakan argumen dan belum tentu sesuai kenyataan
2. Belum teruji kebenarannya
3. Bersifat subjektif (berasal dari pedoman seseorang)
4. Menyertakan alasan sebagai pendukung namun bukti tak akurat
5. Sulit ditelusuri kebenarannya
6. Menggunakan kata-kata opini atau prediksi

Baca Juga:   Pengertian, Pola, Dan Pola Paragraf Induktif, Deduktif, Dan Campuran

Contoh Opini:
1. Menurut admin, Google merupakan perbisnisan berbasis teknologi terhebat.
2. Perkembangan teknologi di indonesia sanggup dibilang sangat pesat.
3. Bermain di pantai jauh lebih seru daripada bermain di supermarket.
4. Jika rajin mengkonsumsi apel, kulit kita akan halus.
5. Suaranya sangat merdu menyerupai bunyi dari surga.

Baca juga : Mengubah Informasi Nonverbal Menjadi Informasi Verbal.

Cara Membedakan Fakta dan Opini

Perbedaan antara fakta dan opini, sanggup kita lihat dari ciri-cirinya. Jika sebuah kalimat mengatakan lebih kaya ciri-ciri fakta, maka kalimat tersebut merupakan fakta. Sebaliknya, apabila sebuah kalimat mengatakan lebih kaya ciri-ciri opini, maka kalimat tersebut merupakan opini.

#1 Telusuri Kebenarannya
Langkah pertama yang sanggup kita lakukan merupakan dengan meneliti apakah insiden atau pernyataan yang ada di dalam kalimat tersebut benar-benar terjadi atau tak. Caranya merupakan menemukan bukti-bukti yang akurat untuk menelusuri kebenarannya contohnya waktu, tempat, proses kejadian, dan sebagainya.

Jika pernyataan dalam kalimat sanggup ditelusuri kebenarannya, alasannya yaitu sanggup dilihat, didengar, atau dibuktikan, maka kalimat tersebut termasuk fakta. Sebaliknya, apabila hanya pernyataan yang tak sanggup diindera dan sulit dibuktikan kebenarannya, kalimat tersebut termasuk opini.

Contoh :
Fakta : Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.
Opini : seharusnya Indonesia sudah merdeka sebelum 1945.

#2 Objektif atau subjektif
Langkah selanjutnya, kita sanggup mengamati sifat dari kalimat tersebut apakah bersifat objektif atau bersifat subjektif. Kalimat yang bersifat ojektif cenderung mengungkapkan insiden apa adanya sesuai kenyataan lagikan kalimat yang bersifat subjektif cenderung melibatkan perasaan atau pedoman penulis.

Contoh :
Fakta : Bandung merupakan ibukota provinsi Jawa Barat.
Opini : Medan merupakan kota metropolitan yang paling indah di Indonesia.

Baca Juga:   Pengertian, Jenis Jenis Dan Pola Majas Dalam Puisi

#3 Memeriksa Kata Khusus
Kalimat yang bersifat subjektif biasanya memakai kata-kata opini atau prediksi menyerupai admin rasa, seharusnya, menurutku, sanggup jadi, kecukupan, dianggap, sanggup disebut, dan sebagainya. Jika sebuah kalimat memakai kata-kata menyerupai itu, maka kalimat tersebut merupakan opini.

Contoh :
Fakta : SBY terpilih menjadi presiden RI untuk periode 2009-2014.
Opini : Kecukupan Indonesia akan menjadi negara adidaya pada 2036.

#4 Menalar Kalimat
Cara terakhir yang sanggup kita lakukan untuk memastikan apakah sebuah kalimat tergolong fakta atau opini merupakan dengan melibatkan logika atau perasaan. Jika sebuah kalimat menimbulkan rasa tak oke atau cenderung tak masuk akal, maka kalimat tersebut merupakan opini.

Contoh :
Fakta : Matahari terbit dari Timur dan karam di Barat.
Opini : Pemuda itu kejam sekali menyerupai iblis yang keluar dari neraka.

Baca juga : Jenis-jenis Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif.

You may also like