Home BAHAN BELAJAR FISIKA Cara Melukis Bayangan Yang Dihasilkan Lensa Cembung

Cara Melukis Bayangan Yang Dihasilkan Lensa Cembung

by CerdaskanKita

– Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung. Lensa cembung merupakan salah satu jenis lensa yang kaya dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak alat optik yang memakai lensa cembung untuk memperterang penglihatan contohnya kacamata lensa cembung, mikroskop, lup, teropong, dan sebagainya. Kaca pembesar atau lup termasuk alat optik yang cukup umum. Sesuai namanya, beling pembesar berfungsi menghasilkan bayangan yang diperbesar dari ukuran aslinya sesampai kemudian benda yang diamati lebih gampang dilihat. Lalu, bagaimana bekerjsama pembentukan bayangan pada lensa cembung? Mengapa bayangan yang dihasilkan pada lup lebih besar dari bendanya? Pada hari ini ini, edutafsi akan membahas cara melukis pembentukan bayangan pada lensa cembung.

A. Pembiasan pada Lensa Cembung

Lensa cembung atau lensa konveks merupakan lensa yang kedua atau salah satu bidang batasnya berbentuk cembung. Salah satu jenis lensa cembung yang umum digunakan untuk melihat pembentukan bayangan merupakan lensa bikonveks, yakni lensa cembung yang kedua permukaannya berbentuk cembung. Dengan kata lain, lensa tersebut dibatasi oleh dua bidang berbentuk cembung (melengkung ke luar).

Karena permukaannya melengkung ke luar, maka lensa konveks bersifat konvergen, yakni mengumpulkan sinar. Artinya, sinar-sinar tiba yang sejajar dengan sumbu utama lensa akan dibiaskan menuju titik fokus. Sinar-sinar bias pada lensa cembung bersifat mengumpul (konvergen) dan titik kawasan sinar-sinar bias tersebut dikumpulkan disebut titik fokus aktif.

Sama ibarat pemantulan cahaya pada cermin, dalam proses pembiasan cahaya pada lensa juga terdapat sedikit sinar istimewa. Sinar istimewa merupakan sinar-sinar yang terdapat sifat pembiasan yang gampang untuk diamati dan dilukis. Pada lensa cembung terdapat tiga sinar istimewa yakni yang sejajar sumbu utama, yang menuju fokus pasif, dan yang menuju sentra optik lensa.

Baca Juga:   Konsep Tekanan Pada Zat Padat

Berikut sifat pembiasan sinar istimewa pada lensa cembung:
1). Sinar tiba sejajar sumbu utama, dibiaskan menuju fokus aktif (F1)
2). Sinar tiba menuju fokus pasif (F2) dibiaskan sejajar sumbu utama
3). Sinar tiba menuju sentra optik lensa diteruskan tanpa dibiaskan.

 Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung CARA MELUKIS BAYANGAN YANG DIHASILKAN LENSA CEMBUNG

Pada lensa terdapat dua titik fokus, yakni titik fokus pertama (F1) dan titik fokus kedua (F2). Pada lensa cembung, titik fokus pertama berada di belakang lensa dan merupakan titik fokus aktif. Sedangkan titik fokus kedua berada di depan lensa dan merupakan titik fokus pasif.

B. Melukis Bayangan dengan Sinar Istimewa 

Cara yang paling umum digunakan untuk melihat pembentukan bayangan pada lensa merupakan dengan cara melukisnya. Pembentukan bayangan pada lensa cembung sanggup dilukis memakai sinar-sinar istimewa yang telah dibahas di atas. Biasanya hanya digunakan dua sinar saja atau ketiganya tergantung pada kondisi dalam soal.

Secara simpel, cara melukis pembentukan bayangan pada lensa cembung dimulai dengan menggambar lensa dan bagian-bagiannya, kemudian menggambar benda yang diletakkan di depan lensa, dan selanjutnya melihat pembentukan bayangan menurut sinar-sinar istimewanya. Dengan memanfaatkan sifat pembiasan sinar istimewa maka letak dan sifat bayangan yang dihasilkan sanggup diketahui.

#1 Menggambar Lensa Cembung dan Bagiannya
Langkah pertama untuk melukis pembentukan bayangan pada lensa cembung merupakan menggambar lensa cembung (biasanya lensa yang digunakan merupakan lensa bikonveks) dan bagian-bagianya. Bagian-bagain yang dimaksud merupakan sumbu utama, fokus pertama (fokus aktif), fokus kedua (fokus pasif), dan sentra optik.

Sumbu utama merupakan garis lurus yang ditarik melalui titik fokus dan sentra optik. Sumbu utama membagi lensa menjadi dua bab dengan ukuran yang sama. Pusat optik merupakan titik yang berada sempurna di tengah lensa (perpotongan antara garis normal dengan garis tengah lensa). Perhatikan letak fokus pertama dan fokus kedua ibarat terlihat pada gambar (1).

Baca Juga:   Energi Kinetik Pada Titik Tertinggi Gerak Parabola

#2 Menggambar Benda Pada Posisi yang Diinginkan
Setelah lensa dan bagiannya simpulan digambar, maka selanjutnya merupakan menggambar bendanya. Biasanya benda digambar dengan bentuk yang mudah contohnya berupa anak panah, persegi, dan sebagainya. Gambar benda dan letakkan di depan lensa pada jarak yang diinginkan. Pada pola ini, benda diletakkan pada jarak F < S < 2F. Lihat gambar (2)

 Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung CARA MELUKIS BAYANGAN YANG DIHASILKAN LENSA CEMBUNG

#3 Menggambar Sinar spesial Pertama
Langkah selanjutnya merupakan melukis sinar istimewa. Umumnya sinar istimewa yang dilukis ditarik dari bab ujung (bagian atas) benda sebagai perwakilan benda. Pada pola ini, sinar istimewa pertama yang digunakan merupakan sinar istimewa pertama (sinar 1). Tarik garis dari ujung benda sejajar sumbu utama kemudian dibelokkan menuju fokus aktif (F1). Lihat garis bernomor (3).

#4 Menggambar Sinar spesial Kedua
Selanjutnya digambar sinar istimewa lainnya. Pada pola ini, sinar istimewa yang digunakan berikutnya merupakan sinar istimewa kedua (sinar 2), yakni sinar tiba menuju titik fokus pasif (F2) kemudian dibelokkan sejajar sumbu utama. Perhatikan garis bernomor (4).

 Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung CARA MELUKIS BAYANGAN YANG DIHASILKAN LENSA CEMBUNG

#5 Menggambar Bayangan yang Terbentuk
Dari langkah 3 dan 4 akan dihasilkan perpotongan antara sinar-sinar bias. Pada perpotongan tersebutlah ujung bayangan dibentuk. Gambarkan bayangan benda sempurna pada perpotongan sinar-sinar bias tersebut. Perhatikan gambar (5). Pada gambar terlihat bayangan dihasilkan di belakang lensa (nyata), terbalik, dan diperbesar.

 Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung CARA MELUKIS BAYANGAN YANG DIHASILKAN LENSA CEMBUNG

Sifat bayangan yang dihasilkan oleh lensa cembung bervariasi tergantung pada letak atau jarak bendanya. Jadi, bayangannya tak selalu diperbesar melainkan sanggup juga dihasilkan bayangan yang diperkecil. Oleh lantaran itu, untuk menghasilkan bayangan yang diperbesar, maka jarak benda harus diperhatikan atau disesuaikan.

Demikianlah pembahasan singkat seputar cara melukis pembentukan bayangan pada lensa cembung. Pengaruh posisi terhadap sifat bayangan pada lensa cembung akan dibahas pada materi berguru berikutnya. Jika materi berguru ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share di bawah ini. Terimakasih.

You may also like