Home Bahasa indonesia Aturan Penggunaan Aksara Kapital, Aksara Miring, Dan Singkatan

Aturan Penggunaan Aksara Kapital, Aksara Miring, Dan Singkatan

by CerdaskanKita

Selain memperhatikan tanda baca, dalam acara menulis kita juga harus memperhatikan penggunaan karakter kapital, karakter miring, dan singkatan. Meskipun terkesan simpel, tenamun kerapkali penggunaan karakter kapital, karakter miring, dan abreviasi tak sesuai dengan aturannya. Kesalahan tersebut sanggup menimbulkan kesan berbeda dengan maksud yang dibutuhkan penulis atau bahkan menimbulkan kalimat ambigu yang menimbulkan perdebatan. Agar karya tulis yang dihasilkan sesuai dengan aturan penulisan dan ejaan yang telah ditentukan, maka penulis harus tahu kapan memakai karakter kapital atau karakter miring dalam tulisannya. Selain itu, penulis juga harus mengetahui tata cara penggunaan abreviasi sesampai kemudian tak salah dalam menggunakannya. Penulis harus tahu bahwa tak semua kata sanggup disingkat sesukanya dan setiap abreviasi ada aturan penulisannya. Penggunaan karakter kapital, karakter miring, dan abreviasi di dalam goresan pena intinya terdapat tujuan tersendiri sesuai dengan daerah penggunaannya serta menjadi suatu pemfokusan atau penegasan terhadap suatu kata tertentu dalam kalimat. Pada hari ini ini, Bahanbelajarsekolah.blogspot.com akan memaparkan sedikit aturan penggunaan karakter kapital, karakter miring, dan singkatan.

Daftar Isi

Penggunaan Huruf Kapital

Huruf kapital atau karakter besar merupakan penanda awal kalimat atau kalimat gres dalam sebuah paragraf atau alinea dan digunakan sebagai karakter pertama pada kata-kata tertentu. Berikut dua belas penggunaan karakter kapital beserta contohnya.

#1 Pada Awal Kalimat
Huruf kapital digunakan sebagai karakter pertama kata pada awal kalimat. Dengan kata lain, digunakan pada karakter awal sehabis tanda titik.

Contoh :
1. Paman akan pergi ke kota pagi ini.
2. Bagaimana keadaan adikmu?
3. Kita harus bekerja keras. Setiap hari, kita harus semangat.

#2 Pada Petikan Langsung
Huruf kapital atau karakter besar digunakan sebagai karakter pertama pada kalimat dalam petikan langsung.

Contoh :
1. Ibu berkata, “Sudah jangan menangis begitu.”
2. “Aku tak tahu kemana anak itu pergi,” katanya.
3. Dani : “Apa teman semua sudah melihat karyaku?”

Baca Juga:   6 Tips Mengerjakan Soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (Unbk)

#3 Penulisan Nama Tuhan
Huruf kapital digunakan sebagai karakter pertama dalam kata dan ungkapan yang bekerjasama dengan nama Tuhan, agama, dan kitab suci, termasuk kata mengganti untuk Tuhan.

Contoh :
1. Tuhan, Allah, Yang Maha Pengasih
2. Tuhan akan selalu melindungi hamba-Nya
3. Seluruh penduduk desa itu menganut agama Islam.

#4 Pada Nama Orang
Huruf kapital digunakan pada karakter pertama unsur-unsur nama orang.

Contoh :
1. Atika membeli buah-buahan untuk adiknya yang lagi sakit.
2. Guru memberi David kiprah komplemen sebagai hukuman.
3. Tika dan Maura merupakan murid terpintar di kelas.

Baca juga : Jenis-jenis Tanda Baca (Titik, Koma, dls.) dan Fungsinya.

#5 Pada Gelar Kehormatan
Huruf kapital digunakan sebagai karakter pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang dikuti nama orang.

Contoh :
1. Sultan Hasanuddin menemui pengawalnya di pasar.
2. Pagi ini, Haji Agus Salim akan memimpin rapat.
3. Kakak menceritakan kisah Nabi Ibrahim kepada adik.

Jika gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan tak diikuti nama orang, maka tak memakai karakter kapital.

Contoh :
1. Pria itu barus aja diangkat menjadi sultan.
2. Keluargaku akan pergi naik haji tahun ini.

#6 Pada Jabatan dan Pangkat
Huruf kapital digunakan sebagai karakter pertama unsur nama jabata dan pangkat yang diikuti nama orang.

Contoh :
1. Sepuluh pelajar berprestasi diundang oleh Presiden Joko Widodo.
2. Para permintaan menyambut kedatangan Perdana Menteri Husein.
3. Pemenang olimpiade itu dibimbing oleh Profesor Budiono.

#7 Pada Nama Khas Geografi
Huruf kapital digunakan sebagai karakter pertama nama khas geografi, nama kota, dan nama negara.

Contoh :
1. Tahun ini kita akan liburan ke Danau Toba.
2. Kapal itu berlayar menyebrangi Selat Sunda.
3. Katy Perry akan mengadakan konser di Jakarta.

Baca Juga:   Cara Merumuskan Kesimpulan Secara Deduktif Dan Induktif

#8 Pada Pengmengganti Nama
Huruf kapital juga digunakan sebagai karakter awal pada pengmengganti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Contoh :
1. Pemerintah mengadakan rapat terbuka di Departemen Pertanian.
2. Presiden dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Sumatera Utara sore ini.

#9 Pada Unsur Nama Negara
Huruf kapital digunakan sebagai karakter pertama pada semua unsur nama negara, forum pemerintahan dan ketatatnegaraan, serta nama dokumen resmi.

Contoh :
1. Masalah itu sudah diatasi oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.
2. Kita harus menjaga kesatuan dan persatuan Republik Indonesia.
3. Aturan itu tertera dalam UUD 1945.

#10 Pada Singkatan Nama dan Gelar
Huruf kapital digunakan sebagai karakter pertama unsur abreviasi nama gelar, pangkat, dan sapaan.

Contoh :
1. Prof. = profesor
2. Dr. = doktor
3. S.E = sarjana ekonomi

#11 Pada Nama Tahun dan Bulan
Huruf kapital digunakan sebagai karakter pertama pada nama tahun, nama bulan, nama hari besar, atau insiden bersejarah.

Contoh :
1. Fosil itu ditemukan sebelum tahun Masehi.
2. Gads kecil itu lahir di bulan Agustus.
3. Seluruh warga berkumpul di lapangan untuk merayakan hari Kemerdekaan.

#12 Pada Kata Petunjuk Kekerabatan
Huruf kapital digunakan sebagai karakter pertama kata petunjuk relasi kekerabatan pada kalimat percakapan yang digunakan sebagai kata mengganti atau sapaan.

Contoh :
1. Kapan Saudara akan pergi ke sana?
2. Makara Bapak akan menyusul sore ini?
3. Kirimannya sudah admin terima Bu.

Baca juga : Pengertian, Fungsi, Ragam dan Bentuk Sastra.

Penggunaan Huruf Miring

#1 Untuk Nama atau Judul Buku
Huruf miring digunakan untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.

Contoh :
1. Kakak membeli majalah Bahasa dan Kesusastraan.
2. Kita harus mencari buku Kepompong karangan Abimana.
3. Ayah lagi membaca surat kabar Analisa.

Baca Juga:   Pengertian, Ciri, Dan Referensi Kalimat Beragam Setara, Bertingkat, Rapatan, Campuran

#2 Untuk Penegasan
Huruf miring digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan karakter pecahan kata, kata, atau kelompok kata.

Contoh :
1. Huruf pertama kata pensil merupakan p.
2. Gadis itu bukan menipu, tenamun ditipu.
3. Gaya bahasa dalam kalimat Hatiku terbakar lantaran cemburu merupakan hiperbola.

#3 Untuk Kata Ilmiah atau Istilah Asing
Huruf miring digunakan untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan abnormal yang bekum diubahsuaikan ejaannya.

Contoh :
1. Indonesia pernah terluka lantaran politik devide et impera yang merajalela.
2. Nama ilmiah padi merupakan Oriza sativa.

Penggunaan Singkatan

Singkatan merupakan bentuk pendek dari suatu kata yang terdiri atas satu karakter atau lebih. Berikut sedikit penggunaan singkatan.

#1 Nama dan Gelar
Penulisan abreviasi untuk nama orang, nama gelar, sapaan, nama jabatan, atau pangat harus diikuti dengan tanda titik.

Contoh :
1. S.K.M = Sarjana Kesehatan Masyarakat
2. S.E. = Sarjana Ekonomi
3. M.A. = Master of Art
4. Sdr. = Saudara
5. Bpk. = Bapak

#2 Nama Lembaga
Penulisan abreviasi untuk nama resmi forum pemrintah dan ketatanegaraan, tubuh atau organisasi , serta nama dokumern resmi yang terdiri atas karakter awal kata ditulis dengan karakter kapital dan tak diikuti tanda titik.

Contoh :
1. dewan perwakilan rakyat = Dewan Perwakilan Rakyat
2. MPR = Majelis Permusyawaratan rakyat
3. PBB = Perserikatan Bangsa-Bangsa
4. PT = Perseroan Terbatas
5. GBHN = Garis Besar Haluan Negara.

#3 Singakatan Umum
Penulisan singakatn umum yang terdiri dari tiga karakter atau lebih diikuti satu tanda titik di pecahan final singkatan.

Contoh :
1. dsb. = dan sebagainya
2. dll. = dan lain-lain
3. dst. = dan seterusnya

Baca juga : Pengertian, Unsur-unsur, dan Jenis-jenis Drama.

You may also like