Home KEWARGANEGARAAN Asal Mula Terjadinya Negara

Asal Mula Terjadinya Negara

by CerdaskanKita

– Teori asal mula terbentuknya sebuah negara. Apa yang dimaksud dengan negara? Secara simpel, negara sanggup diartikan sebagai suatu wilayah yang terdapat rakyat dan pemerintahan yang beradaulat. Sebuah negara terbentuk oleh unsur-unsur dasar yaitu wilayah, rakyat, pemerintah yang berdaulat, dan ratifikasi dari negara lain. Lalu, bagaimana sebuah negara sanggup terbentuk?

Hakikat Negara Menurut Tokoh

Negara merupakan istilah yang diterjemahkan dari sedikit bahasa menyerupai destaat (Belanda), the state (Inggris), Satum (Latin), I’etat (Perancis), dan der Staat (Jerman).

#1 Aristoteles

Menurut Aristoteles, negara merupakan komplotan atau korelasi dari suatu keluarga dan desa untuk mencapai kehidupan yang sebaik-baiknya.

#2 Max Weber

Menurut Max Weber, negara merupakan suatu masyarakat yang terintregasi alasannya ialah terdapat wewenang yang bersifat memaksa dan sah, lebih agung dari individu atau kelompok yang merupakan bab dari masyarakat.

#3 Robert Mac Iver

Menurut Robert Mac Iver, negara merupakan suatu asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat di suatu wilayah berdasarkan sistem aturan yang diselenggarakan pemerintah untuk makdus tersebut diberikan kekuasaan memaksa.

Terjadinya Negara Secara Primer

Menurut Bapak Ilmu Negara, George A Jellinek, terbentuknya sebuah negara sanggup terjadi secara primer (kenyataan) dan secara sekunder (teori).

Terjadinya negara secara primer artinya suatu negara terjadi mulai dari masyarakat yang praktis yang kemudian meningkat hingga kemudian menjadi negara.

Baca Juga:   Ciri-Ciri Sistem Pemerintahan Presidensial Dan Parlementer

Terbentuknya negara secara primer melalui sedikit tahapan, yaitu komplotan masyarakat, kerajaan, negara, dan negara demokrasi.

Makara berdasarkan teori ini, terbentuknya negara secara primer melalui tahapan dengan urutan sebagai berikut: Persekutuan masyarakat → Kerajaan → Negara → Negara Demokrasi.

#1 Persekutuan Masyarakat

Persekutuan masyarakat merupakan tahap paling awal dari terbentuknya suatu negara secara primer. Negara terbentuk alasannya ialah adanya komplotan antar masyarakat.

Pada tahap ini, masyarakat hidup di dalam suatu kelompok yang terdapat keduduan relatif sama. Maadminrakat menggabungkan diri untuk kepentingan bersama.

Dalam komplotan masyarakat, biasanya dipilih seorang kepala yang terkemuka di antara sesama. Cara ini disebut “Primus Inter Pares”.

Kepala memegang kekuasaan berdasarkan kelompoknya dan melaksanakan segala tindakan yang dibutuhkan untuk mencapai kepentingan bersama.

#2 Kerajaan

Tahap berikutnya merupakan kerajaan. Persekutuan antar masyarakat pada kemajuannya menghasilkan suatu tahap komplotan yang lebih besar yang disebut kerajaan.

Tahap ini umumnya diawali dengan munculnya sedikit komplotan masyarakat yang disertai dengan perselisihan sesampai kemudian muncul cita-cita menguasai komplotan lain.

Pada masa ini, “Primus Inter Pares” dari komplotan yang satu akan mencoba menguasai komplotan yang lain dan kemudian menjadi raja berkat kekuasaannya.

Pasa masa kerajaan, sudah terdapat kekuasaan, tenamun masih cerai berai dan masih terdapat pemerintahan dualisme yang semata-mata hanya mengurus kepentingan sentra saja.

Jadi, pada masa kerajaan sudah ada pemerintah sentra akan tenamun belum sanggup menguasai atau mengendalikan permintahan kawasan sesampai kemudian terjadi pemberontakan.

#3 Negara (Staat)

Setelah terbentuk kerajaan, maka tahap selanjutnya merupakan terbentuknya suatu negara sebagai satu kesatuan yang lebih besar.

Tahap ini biasanya terbentuk alasannya ialah adanya perilaku sewenang-wenang dari raja sesampai kemudian muncul istilah kerajaan otoriter yang menguasai keseluruhannya.

Baca Juga:   Ciri-Ciri Sistem Pemerintahan Presidensial Dan Parlementer

Pada tahap ini, raja sebagai penguasa pemerintah sentra sudah sanggup menundukkan pemerintah kawasan sesampai kemudian ada kesatuan kewibawaan dan melahirkan negara.

#4 Negara Demokrasi

Negara demokrasi merupakan tahapan lebih lanjut dari tahap negara. Negara demokrasi terbentuk alasannya ialah kesadaran akan adanya kedaulatan rakyat.

Pada dasarnya, negara demokrasi terbentuk sebagai reaksi terhadap kekuasaan raja yang sewenang-wenang sesampai kemudian rakyat bertindak merebut kekuasaan dari raja.

Untuk membatasi kekuasaan raja, biasanya dibentuk peraturan perundang-undangan yang menjamin hak-hak rakyat biar tak dilanggar oleh penguasa.

Terjadinya Negara Secara Sekunder (Teori)

Terjadinya negara secara sekunder merupakan lahirnya suatu negara dihubungkan dengan suatu negara yang sudah ada terlebih dahulu dengan pendekatan teoritis.

Beberapa teori yang mencoba menterangkan terbentuknya negara secara sekunder antaralain teori ketuhanan, perjanjian, kekuasaan, dan kedaulatan.

#1 Teori Ketuhanan

Menurut teori ini, suatu negara terbentuk alasannya ialah kehendak Tuhan (By The Grace of God). Penganut teori ini percaya bahwa Tuhanlah yang menghendaki terbentuknya suatu negara itu.

#2 Teori Perjanjian

Menurut teori perjanjian, suatu negara terbentuk alasannya ialah masyarakat mmebuat suatu perjanjian atau kesepakatan bersama untuk membentuk negara.

Berikut sedikit tokoh yang mencoba mengemukakan teori perjanjian, yaitu Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean Jacques Rousseau.

a). Thomas Hobbes

Menurut Thomas Hobbes, insan terdapat kesadaran akan kebutuhan terhadap wadah (negara) sesampai kemudian menyerahkan hak mereka secara menyeluruh.

b). John Locke

Menurut John Locke, suatu negara terbentuk alasannya ialah adanya kesadaran untuk melindungi hak asasi insan sesampai kemudian perlu dibentuk persetujuan untuk melindunginya.

c). Jean Jacques Rousseau

Menurut Jean Jacques, sehabis individu menyerahkan haknya kepada negara untuk dilindungi, sebagai imbalannya negara akan mengembalikan hak-hak warga negara.

Baca Juga:   Ciri-Ciri Sistem Pemerintahan Presidensial Dan Parlementer

#3 Teori Kekuasaan

Menurut teori kekuasaan, terbentuknya suatu negara merupakan alasannya ialah usaha hidup yang terkuat yang memaksakan keinginannya kepada yang lemah.

 Teori asal mula terbentuknya sebuah negara ASAL MULA TERJADINYA NEGARA

Jadi, berdasarkan teori ini, suatu negara sanggup terbentuk alasannya ialah adanya suatu kekuasaan atau kemenangan atas golongan lain baik secara fisik aau ekonomi.

#4 Teori Kedaulatan

Menurut teori kedaulatan, suatu negara terbentuk alasannya ialah adanya kedaulatan yang memegang kekuasaan dan mengatur kelangsungan negara tersebut.

a). Teori Kedaulatan Negara

Pemgang kekuasaan tertinggi merupakan negara dan bukan kelompok orang. Negara yang membuat aturan atau mengatur kepentingan rakyat.

b). Teori Kedaulatan Hukum

Menurut teori ini, aturan terdapat peranan yang penting dalam suatu negara alasannya ialah aturan lebih tinggi dari negara. Yang berdaulat merupakan hukum.

Demikian pembahasan seputar asal mula terbentuknya sebuah negara yang sanggup edutafsi bagikan. Semoga pembahasan ini bermanfaat.

Baca juga : Perbedaan Pemerintahan Presidensial dan Parlementer.

Jika materi berguru ini bermanfaat, bantu edutafsi membagikannya kepada teman-teman Kalian melalui tombol share sosial media yang sobat semua punya.

Untuk materi berguru kewarganegaraan lainnya, sanggup Sobat Tafsi lihat di hidangan kewarganegaraan atau melalui tombol kategori kewarganegaraan di bawah ini.

You may also like