Home APA Apa Yang Harus Dilakukan Kalau Kapal Tenggelam?

Apa Yang Harus Dilakukan Kalau Kapal Tenggelam?

by CerdaskanKita

– Cara Menyelamatkan Diri Saat Kapal Tenggelam. Hai Sobat Tafsi, tahun 2019 lalu, Indonesia kaya mengalami bencana yang bekerjasama dengan air. Salah satunya yang masih segar di ingatan kita merupakan petaka tenggelamnya kapal penumpang di danau Toba. Bencana tersebut terjadi di hari lebaran Idul Fitri sesampai kemudian penumpang kapal lagi ramai.

Menurut keterangan saksi, salah satu kesalahan yang dilakukan dalam insiden pilu tersebut merupakan jumlah penumpang melebihi kapasitas yang seharusnya.

Tim penyidik melaporkan bahwa ada unsur kecerobohan dari pihak yang tak bertanggungjawab yang tujuannya untuk memperoleh laba besar.

Meski begitu, kelalaian itu tak sepenuhnya dilakukan oleh pihak kapal. Bagaimanapun ada campur tangan dari penumpang yang turut menjadi korban.

Sebelum kapal tersebut berangkat, bersama-sama sedikit penumpang telah dihimbau untuk menunggu kapal ferry yang akan berangkat sesudah kapal tersebut.

Akan tenamun, lantaran alasan waktu dan sebagainya, sebagian penumpang mendesak untuk ikut sesampai kemudian jumlah muatan menjadi melebihi batas normalnya.

Tak usang sesudah meninggalkan pelabuhan, terjadi angin ribut di danau Toba. Dalam hitungan menit, kapal tersebut oleng dan balasannya tenggelam.

Menurut keterangan saksi yang berada di sebuah restoran tepi danau, angin ribut yang terjadi seperti mendekati kapal dan membuat kapal tenggelam.

Salah satu spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa kayanya jumlah kendaran bermotor di atas kapal membuat kapal oleng dan tak terselamatkan.

Penumpang yang panik hanya sanggup berteriak. Upaya penyelamatan sulit dilakukan lantaran kapal tersebut tak dikompleksi dengan alat pelampung.

Berkaca dari insiden tersebut, maka bermacam pihak menuntut biar pemerintah mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kualitas pelayaran di Indonesia.

Pemerintah juga diminta untuk menunjukkan hukuman tegas kepada pihak-pihak yang diduga bertanggungjawab atas bencana tersebut.

Nah, pada hari ini ini, edutafsi akan membahas sedikit hal yang perlu Sobat Tafsi lakukan apabila kapal yang sahabat semua naiki tiba-tiba tenggelam.

Tapi sebelum membahas hal tersebut, kita akan melihat terlebih dahulu sedikit insiden kapal tenggelam yang pernah terjadi di tahun 2019.

Kecelakaan Kapal Tenggelam di 2019

Sebagaimana yang telah edutafsi singgung di atas, pada tahun 2019 kaya insiden atau petaka yang melibatkan air seperti air lagi mengamuk.

Lebih dari sepuluh kecelakaan kapal dan bahtera dilaporkan sepanjang tahun 2019 dan sedikit mengalami bencana tenggelam.

Dari sedikit insiden tersebut, berikut lima bencana tenggelamnya kapal di tahun 2019 yang menelan korban jiwa tak sedikit.

#1 Kapal Cepat Awet Muda, Banyuasin 

Pada tanggal 3 januari 2019, kapal cepat (speedboat) Awet Muda tenggelam di perairan Tanjung Seri Bagan, Banyu Asin, Sumatera Selatan.

Baca Juga:   Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Gempa Bumi?

Kapal yang mengangkut 55 penumpang tersebut tenggelam sesudah diterjang ombak besar. Kapal bertolak dari Primer II Karang Agung menuju Palembang.

Menurut keterangan saksi, awalnya kapal tak mengalami hambatan apapun. Namun tiba-tiba mesin speedboat mati lantaran ada as mesin yang patah.

Sebelum pemberian datang, speedboat dipaksa melaju oleh nahkoda dengan kecepatan yang cukup tinggi. Dan ketika diterjang ombak, kapal pun terbalik.

Tiga belas orang dilaporkan meninggal dalam insiden nahas tersebut. Sementara penumpang lainnya berhasil selamat lantaran ada kapal getek yang menolong.

#2 Tragedi KM Arista, Selat Makassar

Pada hari rabu tanggal 13 Juni 2019, sebuah kapal KM Arista tenggelam di perairan Selat Makasar, Sulawesi Selatan. Kapal ini membawa puluhan penumpang.

Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Paotere Makassar menuju Pulau Barrang Lompo. Berdasarkan laporan, kapal tersebut bersama-sama merupakan kapal pengangkut ikan.

Setelah berlayar sejauh 5 mill dari pelabuhan Paotere, kapal dihantam angin dan ombak besar sesampai kemudian kapal tersebut terbalik dan tenggelam.

Menurut laporan Tim penyelamat, dari 51 penumpang 13 orang ditemukan meninggal dunia, sementara 38 penumpang lainnya dinyatakan selamat.

Atas insiden tersebut, Daeng Killa ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi lantaran tak terdapat surat izin. Daeng Killa juga berperan sebagai nahkoda.

#3 Tragedi KM Sinar Bangun, Danau Toba

Pada tanggal 18 Juni 2019, kapal KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba. Saat itu kapal bergerak menuju pelabuhan Tigaras dari pelabuhan Simanindo.

Pada awalnya tak ada data valid seputar jumlah korban namun sesudah ditelusuri, ternyata jumlah korban melebihi daya tampung kapal seharusnya.

Yang mengejutkan, daya tampung kapal KM Sinar Bangun hanya 40 orang tenamun pada ketika insiden kapal ini membawa 211 penumpang belum lagi kendaraan.

Setelah dilakukan pencarian dan proses penyelamatan dilarang setaknya ada 164 korban yang tak ditemukan dan diduga terjebak di dalam kapal.

Proses evaukasi dilarang tak hanya lantaran medannya yang sulit dan keterbatasan alat, tenamun juga lantaran pertimbangan lainnya terkait kondisi korban.

Monumen bertuliskan nama-nama korban yang belum ditemukan pun dibangun atas sumbangan Bupati Simalungun, JR Saragih untuk memudahkan keluarga berziarah.

Tragedi tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun merupakan bencana kapal terbesar yang menelan kaya korban jiwa di tahun 2019 ini.

#4 Tragedi KM Lestari Maju, Kepulauan Selayar

Pada tanggal 3 Juli 2019 kapal KM Lestari Maju yang mengangkut sekitar 164 orang tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Bira Kabupaten Bulukamba menuju Pelabuhan Pamatata Kabupaten Delayar. Kapal diduga mengalami kerusakan mesin.

Menurut hasil penelusuran, kapal membawa jumlah penumpang yang melebihi manifes resmi. Setaknya 36 orang dikabarkan meninggal dunia pada insiden nahas tersebut.

Atas insiden tersebut, Sang Nahkoda, Agus Susanto ditetapkan sebagai tersangka lantaran kelalaian. Pemilik KM Lestari Maju juga ditetakan sebagai tersangka.

#5 Musibah KM Orange, Cikeruh Wetan

Pada tanggal 19 Juli 2019, kembali terjadi kecelakaan kapal. Kapal KM Orange dilaporkan tenggelam di perairan Cikeruh Wetan 2, Kabupaten Pandeglang.

Baca Juga:   Pembahasan Soal Un Fisika Perihal Sistem Katrol

Kapal yang berangkat dari Dermaga Pulau Tinjil menuju Dermaga Binuangeun tersebut diterjang ombak besar sesampai kemudian air maritim masuk ke mesin kapal.

Menurut laporan, kapal tersebut mengangkut 24 penumpang ketika kejadian. Di antara penumpang terdapat rombongan peneliti dari Institut Pertanian Bogor.

Dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Sementara tim peneliti IPB yang turu menjadi korban dinyatakan selamat.

Daftar di atas dibentuk bukan untuk mengorek kembali luka yang sudah mulai kering, namun biar Sobat Tafsi lebih waspada ketika berpergian memakai kapal.

Baca juga : Kenali Tanda-tanda Akan Datangnya Tsunami.

Upaya Penyelamatan Saat Kapal Tenggelam

Karena kecelakaan sanggup terjadi kapan saja, maka kita harus selalu waspada dan berhati-hati dalam melaksanakan bermacam acara terutama ketika berpergian.

Tenggelamnya kapal merupakan salah satu bentuk kecelakaan yang cukup akan dihadapi apabila berpergian memakai kapal.

Mengingat jumlah kecelakaan kapal (tenggelamnya kapal) di Indonesia terbilang cukup kaya, maka penumpang perlu mempersiapkan diri menmenggantisipasinya.

Berikut edutafsi rangkum sedikit hal yang perlu dilakukan apabila kapal yang dinaiki akan tenggelam. Tidak termasuk mekanisme penyelamatan tim evakuasi.

#1 Menmenggantisipasi Kecelakaan

Dalam acara apapun, bersama-sama kita harus menmenggantisipasi kecukupan terburuk yang cukup saja terjadi selama melaksanakan acara tersebut.

Jika Sobat Tafsi berencana bepergian menaiki kapal, maka carilah gosip sekaya cukup seputar cara yang kondusif untuk menmenggantisipasi kecelakaan.

Salah satu langkah antisipasi yang perlu Sobat Tafsi perhatikan merupakan memastikan bahwa kapal yang akan sahabat semua naiki tak membawa muatan melebihi kapasitas.

Jika sahabat semua melihat kapal penuh sebaiknya menunggu kapal lain yang akan berangkat. Pastikan juga awak kapal dalam kondisi yang baik.

Antisipasi berikutnya yang sanggup Anda lakukan merupakan menentukan daerah duduk yang akrab dengan pintu keluar atau jendela biar sahabat semua sanggup bergerak lebih cepat.

Idealnya kapal dikompleksi dengan baju pelampung, maka sebagai antisipasi duduklah di akrab lokasi pelampung apabila perlu pakai pelampung terlebih dahulu.

Sebagai antisipasi tambahan, Kalain perlu membawa peluit atau sejenisnya yang sanggup dipakai untuk menunjukkan sinyal darurat dan mengabarkan lokasi sahabat semua.

#2 Bersikap Tenang dan Berfikir Jernih

Ketika kapal akan tenggelam, umumnya penumpang akan menjadi panik dan ketakutan. Sebagian lagi cukup akan menangis.

Jika Sobat Tafsi berada di atas kapal yang akan tenggelam, maka hal penting yang harus sahabat semua lakukan merupakan tetap jangan khawatir dan berfikir jernih.

Sekalipun sahabat semua tak sanggup berenang, bisniskanlah untuk tetap jangan khawatir biar sanggup berfikir jernih dan mengambil tindakan yang sempurna untuk dilakukan.

Jangan terburu-buru mengambil keputusan, perhatikan sekeliling Anda dan lihat langkah apa yang paling sempurna untuk dilakukan.

Perhatikan intruksi dari awak kapal seputar apa yang harus dilakukan. Jika tak ada, maka cobalah untuk memikirkan upaya penyelamatan yang umum.

Hindari hasrat untuk mengabadikan momen tersebut lantaran hal itu cukup membuat sahabat semua tak terdapat cukup waktu untuk menyelamatkan diri.

Baca Juga:   Apa Yang Harus Dilakukan Kalau Terjadi Tsunami?

#3 Segera Gunakan Pelampung

Langkah awal yang paling umum dilakukan ketika kapal akan tenggelam merupakan memakai baju pelampung. Biasanya awak kapal akan bergerak cepat membagikannya.

Selain baju pelampung, sedikit kapal biasanya dikompleksi dengan pelampung berupa sekoci yang dipakai untuk kondisi darurat.

Perhatikan kode dari awak kapal seputar upaya penyelamatan apabila penumpang memang perlu dievakuasi memakai sekoci.

Jika lantaran alasan tertentu, Kalian tak sanggup menemukan pelampung, cobalah menemukan benda di sekitar yang sanggup dimanfaatkan sebagai pelampung.

Pastikan Kalian memakai pelampung dengan benar biar Kalian sanggup mengapung apabila harus terjun ke air lantaran alasan tertentu.

#4 Segera Lompat Dari Kapal

Adakalanya adalam situasi darurat, Kalian harus lompat meninggalkan kapal lantaran kapal akan segera tenggelam.

Jika Sobat Tafsi harus lompat ke dalam air, pastikan sahabat semua tetap memakai sepatu dan perhatikan arah lompatan Kalian.

Usahakan tak melompat di atas badan orang lain atau lompat ke benda-benda di sana yang justru sanggup membuat sahabat semua cedera.

Saat melompat gunakan salah satu tangan Kalian untuk menutup hidung dan masuklah ke air dengan kepingan kaki terlebih dahulu.

Hal lain yang perlu dilakukan ketika melompat merupakan bisniskan biar Kalian melompat cukup jauh dari kapal. Lompatlah sejauh cukup.

#5 Segera Menjauh dari Kapal

Jika kapal yang Sobat Tafsi naiki berukuran besar, maka segeralah menjauhi kapal begitu Kalian melompat. Ini penting untuk keselamatan sahabat semua.

Kapal yang berukuran besar umumnya akan menimbulkan pengaruh menghisap yang sanggup membuat benda-benda di sekitarnya termasuk insan terhisap.

Itu sebabnya ketika penyelamatan dilakukan memakai kapal besar, ada batas jarak tertentu biar tim penyelamatan sanggup menyelamatkan korban yang mengapung.

 Cara Menyelamatkan Diri Saat Kapal Tenggelam APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA KAPAL TENGGELAM?

Jika tak sanggup berenang, cobalah bisniskan bergerak dengan memanfaatkan gerakan tangan. Tarik air ke belakang biar badan sahabat semua terdorong ke depan.

#6 Tetap Terapung

Jika Kalian berada di perairan yang jauh dari daratan, menjaga badan sahabat semua tetap terapung merupakan hal yang lebih baik daripada mencoba berenang.

Berenang dengan tujuan menemukan pertolongan atau mencari daratan sanggup jadi merupakan inspirasi jelek lantaran Kalian cukup akan kehadapatn tenaga.

Jika Sobat Tafsi sudah kondusif dalam posisi terapung, maka cobalah untuk tetap terapung. Bergabunglah dengan korban lain di sekita Kalian.

Dalam kondisi tertentu, Kalian cukup membutuhkan alat bantu lain untuk terapung. Khasiatkan segala benda yang sahabat semua temukan untuk terapung.

Untuk menghindari hipotermia dan menjaga suhu tubuh, coba rapatkan lutut sahabat semua ke dada. Merapatlah dengan orang lain biar badan tetap hangat.

Selama proses tersebut, bisniskan biar tak terpisah dari rombongan dan berdoalah biar pemberian segera datang.

Baca juga : Cara Menyelamatkan diri Saat Gempa.

Demikian gosip seputar hal-hal yang perlu dilakukan apabila kapal yang dinaiki tenggelam yang sanggup edutafsi bagikan. Semoga bermanfaat.

Buat Sobat Tafsi yang punya pengalaman kapal tenggelam, share pengelaman sahabat semua ya di komentar. Barangkali bermanfaat buat pembaca yang lain.

You may also like