Home / IPS / Kebijakan Politik Pintu Terbuka Dalam Pemerintahan Hindia Belanda

Kebijakan Politik Pintu Terbuka Dalam Pemerintahan Hindia Belanda

Kebijakan Politik Pintu Terbuka Dalam Pemerintahan Hindia BelandaDalam masa penjajahan Belanda terdapat sedikit kebijakan yang tercipta. Kebijakan tersebut yaitu sistem tanam paksa. Namun selain itu adapula kebijakan lain yang membuat negara Indonesia menjadi semakin menderita. Pemerintahan Hindia Belanda telah mengeluarkan kebijakan politik pintu terbuka atau Open Door Policy. Apa itu politik pintu terbuka? Bagaimana isi kebijakannya? Lalu siapa saja tokoh yang berperan dalam kebijakan politik pintu terbuka?

Kebijakan Politik Pintu Terbuka Dalam Pemerintahan Hindia Belanda Kebijakan Politik Pintu Terbuka Dalam Pemerintahan Hindia Belanda

Pada hari ini kali ini admin akan menterangkan seputar kebijakan politik pintu terbuka dalam pemerintahan Hindia Belanda. Didalam pembahasan tersebut terdapat Undang Undang Agraria tahun 1870, Undang Undang Gula atau Suiker Wet pada tahun 1870, serta terdapat pengaruh akhir kebijakan politik terbuka. Untuk lebih terangnya sanggup anda baca di bawah ini.

Kebijakan Politik Pintu Terbuka Dalam Pemerintahan Hindia Belanda

Pengertian politik pintu terbuka yaitu pemberlakukan politik kolonial liberal di negara Indonesia. Dalam kebijakan politik pintu terbuka ini, pemerintahan Belanda beropini bahwa pemerintah hanya berperan sebagai pengawas dalam bidang ekonomi, lagikan pihak swasta berperan dalam aktivitas ekonomi di negara Indonesia. Pada kesudahannya terdapat politik batig slog yang berfungsi untuk memperoleh laba besar. Namun pada tahun 1860an politik tersebut ditentang oleh golongan humanitaris dan liberalis. 
Kebijakan politik pintu terbuka dalam pemerintahan hindia belanda mengelurkan dua undang undang yaitu Undang Undang Agraria tahun 1870 dan Undang Undang Gula atau Suiker Wet pada tahun 1870. Kedua UU tersebut terdapat tujuan dan isi masing masing.
Undang Undang Agraria 1870
Pertama kali pemerintahan hindia belanda mengeluarkan kebijakan politik pintu terbuka yang berupa Undang Undang Agraria pada tahun 1870. Pengeluaran Undang Undang tersebut sebagai bukti taraf kehidupan rakyat kaum liberal yang semakin membaik pada jaman penjajahan Belanda. Dibawah ini terdapat sedikit isi Undang Undang Agraria yaitu:
  1. Rakyat pribumi diberikan kebebasan untuk terdapat hak tanah dan sanggup disewakan kepada pengbisnis swasta.
  2. Pengbisnis sanggup menyewa tanah selama 75 tahun dari pihak gubernemen.
Undang Undang Agraria dalam kebijakan politik pintu terbuka ini dibentuk untuk tujuan tertentu. Tujuan dari UU Agraria yaitu untuk menunjukkan jaminan serta hari ini pihak swasta gila (Eropa) semoga sanggup membuka bisnis perkebunan di negara Indonesia. Selain itu adapula tujuan lain yaitu untuk melindungi hak tanah milik penduduk semoga tak terjual inginpun hilang. 

Kebijakan politik pintu terbuka dalam pemerintahan hindia belanda sesuai dengan Undang Undang Agraria menunjukkan pengaruh positif bagi rakyat. UU Agraria tersebut menunjukkan dorongan dalam pelaksanaan politik di Pulau Jawa untuk membuka perbisnisan swasta. Bahkan pemerintahan kolonial juga menunjukkan kebebasan untuk pengbisnis dalam menyewa tanah. Selain itu pengbisnis juga akan dijamin keamanan dan kebebasannya. Tanah milik penduduk memang hanya boleh disewakan dan tak diperbolehkan untuk dijual kepada pihak asing. Hal ini bertujuan untuk melindungi tanah milik penduduk serta menunjukkan lahan untuk memproduksi tumbuhan yang nantinya akan diekspor ke Eropa.
Undang Undang Gula (Suiker Wet)
Kebijakan politik pintu terbuka dalam pemerintahan hindia belanda juga mengeluarkan Undang Undang Gula atau Suiker Wet pada tahun 1870. Undang Undang ini bertujuan untuk menunjukkan hari ini bagi pengbisnis perkebunan gula semoga lebih berkembang. Di bawah ini terdapat sedikit isi Undang Undang Gula yang meliputi:
  1. Penghapusan perbisnisnan gula milik pemerintahan yang dilakukan secara bertahap.
  2. Pihak swasta akan mengambil alih seluruh perbisnisan gula milik pemerintah pada tahun 1891.

Baca juga : Peran Indonesia Dalam Lembaga Internasional Beserta Penterangannya

UU Agraria 1870 dan UU Gula 1870 yang terdapat dalam kebijakan politik pintu terbuka ini menunjukkan pengaruh baik kepada Indonesia. Hal ini sanggup dilihat dari penanam modal pihak gila yang semakin kaya, baik dalam bidang pertambangan inginpun perkebunan. Dibawah ini terdapat nama nama perkebunan gila yang ada di Indonesia:

  • Perkebunan tebu yang terletak di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  • Perkebunan teh yang terletak di Jawa Barat dan Sumatra Utara.
  • Perkebunan tembakau yang terletak di Deli, Sumatra Utara.
  • Perkebunan karet yang terletak di Sumatra Timur.
  • Perkebunan kelapa sawit yang terletak di Sumatra Utara.
  • Perkebunan kina yang terletak di Jawa Barat.

Dampak Politik Pintu Terbuka

Selanjutnya admin akan menterangkan seputar pengaruh politik pintu terbuka dalam pemerintahan hindia belanda, baik bagi Belanda inginpun Indonesia. Pada dasarnya tujuan kebijakan politik pintu terbuka yaitu untuk menyejahterakan rakyat. Namun kenyataannya malah membuat rakyat lebih menderita. Rakyat semakin sengsara dan menderita meskipun eksploitasi sumber pertanian dan sumber tenaga insan semakin hebat. Di bawah ini terdapat sedikit pengaruh politik pintu terbuka bagi Belanda dan Indonesia.
Bagi Pihak Belanda :
  • Pemerintahan Kolonial dan kaum swasta Belanda memperoleh laba yang cukup besar.
  • Semakin kaya hasil produksi tambang dan perkebunan yang mengalir ke negara Belanda.
  • Belanda dijadikan sebagai sentra perdagangan lantaran hasil tanah dari negara jajahannya.
Bagi Pihak Indonesia :

  • Pada tahun 1885 terjadi krisis perkebunan yang menjadikan kondisi penduduk semakin jelek lantaran harga gula dan kopi yang semakin jatuh.
  • Pertumbuhan penduduk Jawa semakin meningkat pesat, namun kosumsi materi pangan menyerupai beras semakin menurun.
  • Usaha kerajinan rakyat semakin menurun lantaran kalah saing dengan barang impor Eropa.
  • Penghasilan pengangkutan gerobak semakin menurun lantaran telah muncul angkutan kereta api.
  • Rakyat semakin menderita lantaran penerapan eksekusi berat bagi pelanggaran peraturan Penale Sanctie dan penerapan kerja rodi.
Demikianlah penterangan seputar kebijakan politik pintu terbuka dalam pemerintahan Hindia Belanda. Kebijakan ini mengeluarkan UU Agraria 1870 dan UU Gula 1870. Meskipun tujuan utama politik pintu terbuka untuk menyejahterakan rakyat, namun kenyataannya membuat kesengsaraan bagi rakyat Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

Baca Juga:   12+ Peninggalan Peradaban Mesopotamia Di Banyak Sekali Bidang

About CerdaskanKita

Check Also

Sejarah Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia – Pada ketika Indonesia mulai menuju kemerdekaan maka ketika …