Home / IPS / Pengertian Korupsi, Kolusi, Dan Nepotisme Terlengkap

Pengertian Korupsi, Kolusi, Dan Nepotisme Terlengkap

Pengertian Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Terkompleks – Korupsi, Kolusi dan Nepotisme atau kerap disebut dengan KKN merupakan penyakit sosial dalam pemerintahan dan kehidupan masyarakat yang sanggup merusak budpekerti dan menghambat adanya pembangunan di negara Indonesia. KKN tersebut bahkan diartikan sebagai tindakan yang dilakukan demi laba pribadi atau pihak tertentu untuk memperoleh kekuasaan yang berlebih sesampai kemudian sangat merugikan masyarakat dan negara. Selain itu KKN akan senantiasa merugikan dan menindas orang orang jujur serta orang orang kecil (miskin). Apa pengertian Korupsi? Apa pengertian Kolusi? Apa pengertian Nepotisme?

 Kolusi dan Nepotisme atau kerap disebut dengan KKN merupakan penyakit sosial dalam pemer Pengertian Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Terkompleks

Tindakan KKN harus segera dihapuskan dan dihilangkan dalam kehidupan masyarakat, terutama untuk negara Indonesia. Maka dari itu penyakit penyakit sosial tersebut tak semakin merajalela dikalangan masyarakat. Pada hari ini kali ini admin akan akan menterangkan wacana pengertian korupsi, pengertian kongkalikong dan pengertian nepotisme terkompleks. Untuk lebih terangnya sanggup anda baca di bawah ini.

Pengertian Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Terkompleks

Dalam pembahasan kali ini, admin akan membaginya menjadi sedikit pecahan yaitu pengertian korupsi, pengertian kongkalikong dan pengertian nepotisme. Masing masing pecahan terdapat penterangan didalamnya baik berupa faktor, ciri ataupun contohnya. Berikut penterangan sekompleksnya:

Baca juga : Pengertian Ekspor dan Impor, Tujuan, Khasiat, Beserta Dampaknya

Korupsi

Pengertian korupsi yaitu tindakan penyelewengan atau tak jujur terhadap suatu santunan wewenang sesampai kemudian sanggup merugikan bangsa dan negara. Biasanya korupsi kaya dilakukan oleh orang orang yang mengincar harta benda untuk dimilikinya sendiri. Selain itu korupsi juga sanggup berupa penyelewengan jabatan demi kelompok tertentu atau pribadi. Korupsi dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor ekternal.
Faktor Internal
Selain pengertian korupsi adapula faktor korupsi dalam lingkup internal. Faktor internal yaitu faktor yang ada dalam diri kita sendiri. Faktor internal korupsi terbagi menjadi sedikit pecahan seperti:
Sifat Tamak
Faktor korupsi dalam lingkup internal yang pertama yaitu sifat tamak. Sifat tamak merupakan sifat yang berasal dalam diri manusia. Sifat ini mendorong insan untuk menginginkan sesuatu hal secara berlebihan serta senantiasa membuat dirinya selalu merasa kurang dan kurang.
Gaya Hidup Konsumtif
Faktor korupsi dalam lingkup internal selanjutnya yaitu gaya hidup yang konsumtif. Setiap menusia tentunya terdapat kebutuhan yang berbeda beda. Pastinya kebutuhan tersebut akan membuat insan senantiasa memenuhi kebutuhan primernya. Tenamun pemenuhan kebutuhan gres saja terkadang tak diadaptasi dengan gaya hidup dan pendapatan masing masing orang. Maka dari itulah orang tersebut akan terdorong untuk melaksanakan tindakan korupsi.
Faktor Eksternal
Selain pengertian korupsi adapula faktor korupsi dalam lingkup eksternal. Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar diri kita sendiri. Faktor eksternal korupsi terbagi menjadi sedikit pecahan seperti:

Baca juga : Pengertian, Faktor, Dampak dan Contoh Etnosentrisme

Faktor Politik
Faktor korupsi dalam lingkup eksternal yang pertama yaitu faktor politik. Dunia politik memang cenderung menjadikan persaingan kekuasaan. Setiap anggota politik bersaing untuk memperoleh kekuasaan paling tinggi. Meskipun cara yang dipakai bergotong-royong tak benar. Contohnya untuk mendapat kekuasaan, orang tersebut melaksanakan tindakan menyuap terhadap instansi atau forum tertentu. Namun uang yang dipakai untuk menyuap merupakan hasil korupsi.
Faktor Hukum
Faktor korupsi dalam lingkup eksternal selanjutnya yaitu faktor hukum. Terdapat pepatah menyampaikan bahwa “Hukuk Tumpul keatas tenamun Lancip ke bawah”. Hukum memang terkadang terdapat kelemahan dan kekurangan dalam penyelesaian masalah, misalnya perkara suap yang merajalela dikalangan forum hukum. Kelemahan aturan inilah yang mengakibatkan tindakan korupsi gampang untuk dilakukan alasannya adanya diskriminasi dalam problem tersebut.
Faktor Ekonomi
Faktor korupsi dalam lingkup eksternal selanjutnya yaitu faktor ekonomi. Kebutuhan insan sanggup berupa kebutuhan primer, sekunder ataupun tersier. Tenamun kaya orang yang lebih cenderung mengedepankan kebutuhan sekundernya daripada kebutuhan primernya. Contohnya saja gaya hidup inginpun kebutuhan lain yang bergotong-royong dianggap kurang penting. Hal inilah yang memotivasi mereka untuk bertindak korupsi alasannya adanya peluang.
Faktor Organisasi
Faktor korupsi dalam lingkup eksternal selanjutnya yaitu faktor organisasi. Berdirinya suatu organisasi pastinya terdapat kelemahan dalam segi aturan, pemimpin yang kurang tegas ataupun struktur organisasinya. Hal hal tersebut sanggup memicu adanya tindak korupsi apabila dalam diri masing masing anggota organisasi tak ada rasa jujur dan bertanggung jawab terhadap kiprah mereka.

Kolusi

Pengertian kongkalikong yaitu kerjasama ilegal (melanggar hukum) yang terjadi antara pejabat pemerintah dengan oknum tertentu sesampai kemudian mereka sanggup memperoleh laba material. Pengaruh kongkalikong tersebut kaya dipakai dalam bidang ekonomi, dimana kaya perbisnisan yang bekerja sama dalam bidang industri untuk kepentingan bersama. Terutama dikala ingin mensugesti pasar universal, sedikit perbisnisan akan tetapkan untuk bekerja sama dalam pasar yang berbentuk oligopoli tersebut. Tindakan kongkalikong yang bentuknya berlebihan dinamakan dengan kongkalikong tersembunyi atau Kartel. 

Baca juga : Pembagian Waktu di Indonesia (WIB, WIT, dan WITA)

Berdasarkan pengertian kongkalikong terdapat penterangan bahwa tindakan ini merupakan tindakan yang melanggar hukum. Hal ini disebabkan kerjasama dan akad yang dilakukan secara sembunyi sembunyi serta didalamnya tedapat gratifikasi (fasilitas tertentu) dan santunan uang. Gratifikasi yaitu pelicin yang membuat semua urusan menjadi lancar. Di negara Indonesia, tindak kongkalikong biasanya berupa pengadaan jasa dan proyek barang tertentu yang dilakukan oleh oknum oknum pemerintah. Kemudian adapula ciri ciri kongkalikong yang meliputi:
  • Adanya pelicin. Pelicin tersebut berasal dari perbisnisan tertentu untuk diberikan kepada pejabat pemerintahan semoga tender pengadaan jasa dan barang tersebut sanggup dimenangkan oleh perbisnisan itu. Maka dari itu perbisnisan akan memperoleh proyek selanjutnya sebagai bentuk imbalan.
  • Adanya mediator (broker) dalam pengadaan jasa atau barang tertentu. Sebenarnya proses pengadaan jasa dan barang ini harus dilakukan secara eksklusif oleh pihak produsen dengan pemerintah ataupun sanggup melalui prosedur pemerintah dengan produsen (G 2 P) inginpun pemerintah dengan pemerintah (G 2 G). Namun dalam tindak kongkalikong terdapat adanya broker yang berupa kerabat atau jabatan tertentu dalam perbisnisan.

Nepotisme

Pengertian nepotisme yaitu pemanfaatan jabatan untuk keluarga kerabat atau teman bersahabat demi memperlihatkan hari ini, pekerjaan dan penghasilan sesampai kemudian hari ini orang lain lebih tertutup. Tindakan nepotisme tersebut lebih mengedepankan saudara inginpun teman bersahabat menurut hubungan saja dan bukan kemampuannya. Misalnya dalam sebuah perbisnisan terdapat kerabat manajer yang ingin masuk dan bekerja dalam perbisnisan tersebut. Maka dari itu manajer gres saja akan membuat kerabatnya untuk bekerja dalam perbisnisan tanpa melihat kemampuan kerabatnya. 

Sekian penterangan seputar pengertian korupsi, pengertian kongkalikong dan pengertian nepotisme terkompleks. Korupsi, kongkalikong dan nepotisme (KKN) terjadi alasannya adanya peluang dan hari ini dalam melakukannya. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat. Terima kasih.

Baca Juga:   Sejarah, Latar Belakang, Dan Efek Perang Padri Lengkap

About CerdaskanKita

Check Also

Sejarah Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia – Pada ketika Indonesia mulai menuju kemerdekaan maka ketika …