Home / Sejarah / 10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar

10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar

10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar – Dalam sejarah Dinasti Tang terdapat peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang menyebutkan bahwa kerajaan ini sudah ada semenjak periode ke 7 di pantai Timur Sumatera Selatan dan terdapat nama lain yakni She-li-fo-she. Hal ini dibuktikan dengan pemerolehan 6 prasasti peninggalan Sriwijaya yang penemuannya tersebar di wilayah Belitung, Sumatera Selatan dan Pulau Bangka. Selain itu peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya juga ditemukan dari sumber abnormal mirip pembangunan Prasasti Ligor di Pantai Timur Thailand Selatan dan di duga sudah ada semenjak tahun 775 Masehi. Kemudian adapula prasasti Tanjore di India pada tahun 1030 Masehi dan Prasasti Nalanda yang sudah ada semenjak pertengahan periode ke 9.

 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar 10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar
Bentuk Peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya, terutama di wilayah Palembang telah diperkenalkan agama Budha pada tahun 425 Masehi. Pada ketika itu telah kaya peneliti dari bermacam negara Asia dan peziarah yang tiba mirip kunjungan ke Sumatera yang dilakukan oleh pendeta Tiongkok I Ching lantaran perjalanan studinya menuju Universitas Nalanda. Bahkan ia juga membuat goresan pena bahwa ribuan sarjana Budha menganggap Sriwijaya sebagai rumah barunya. Untuk itulah bentuk peninggalan Sriwijaya di bermacam wilayah ditemukan. Pada hari ini kali ini admin akan membagikan sedikit peninggalan Kerajaan Sriwijaya beserta gambar peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijayanya. Untuk lebih terangnya sanggup anda baca di bawah ini.

10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar

Sebelum membagikan sedikit bentuk peninggalan Kerajaan Sriwijaya beserta gambar peninggalan Sriwijayanya. Saya akan menterangkan sedikit wacana kerajaan tersebut. Sebagaimana halnya kerajaan kerajaan di Indonesia lainnya, kerajaan ini juga meninggalkan sedikit peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya yang telah ditemukan di bermacam wilayah. Menurut sejarah, Kerajaan Sriwijaya terdapat masa kejayaan ketika seluruh kapal yang melewati rute perdagangan lokal dikenakan bea cukai. Kerajaan tersebut memperoleh kekayaan dari jasa pelabuhan dan gudang perdagangan.

Baca juga : 40+ Peninggalan Kerajaan Majapahit Beserta Gambar

Namun Sekitar tahun 1007 dan 1023Masehi, Kerajaan Sriwijaya mulai kehilangan masa kejayaannya. Hal ini sanggup terjadi lantaran Raja kerajaan Cholomandala yang berjulukan Raja Rajendra Chola berhasil merebut bandar kota Sriwijaya dan menyerangnya. Namun meski begitu kerajaan tersebut meninggalkan sedikit peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya yang telah ditemukan kini ini. Dibawah ini terdapat sedikit bentuk peninggalan Kerajaan Sriwijaya beserta gambar peninggalan Sriwijayanya. Berikut penterangan sekompleksnya:

Prasasti Kota Kapur

 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar 10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar
Gambar Prasasti Kota Kapur
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang pertama merupakan prasasti Kota Kapur. Prasasti peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya ini memakai huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno pada tulisannya. Penemuan prasasti kota kapur berada di Pulau Bangka Barat. Peninggalan Sriwijaya tersebut ditemukan pada tahun 1892 oleh J.K Van der Meulen dengan berisi dongeng kutukan kepada orang yang melanggar perinah dan titah dari Raja Sriwijaya yang berkuasa. Kemudian hebat epigrafi, H. Ken meneliti prasasti kota kapur yang terdapat anggapan bahwa Sriwijaya dikatakan sebagai nama seorang raja. Kemudian pada periode ke 7 Masehi terdapat kerajaan di Sumatera berjulukan Sriwijaya yang pernah berkuasa berpengaruh di Semenanjung Malaya, Thailand Selatan dan di Barat Nusantara sesuai dengan pendapat dari George Coedes. 
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini berada di Museum Kerajaan Amsterdam Belanda yang berjulukan Rijksmuseum hingga tahun 2012 lantaran Museum Nasional Indonesia meminjamkannya. Peninggalan Sriwijaya mirip prasasti kota kapur ini ditemukan terlebih dahulu sebelum inovasi Prasasti Talang Tuwo dan prasasti Kedukan Bukit. Dalam prasasti kota kapur tertulis bahwa kekuasaan Sriwijaya mencapai wilayah Pulau Belitung, Sumatera, Pulau Bangka dan Lampung. Dalam prasasti tersebut juga terdapat perlakuan ekspedisi militer oleh Sri Jayasana seputar eksekusi Bhumi Jawa yang tak mematuhi kerajaan Sriwijaya dimasa itu. Kejadian ini bertepatan dengan runtuhnya Holing atau Kalingga di Jawa Tengah dan Taruma di Jawa Barat disebabkan serangan Kerajaan Sriwijaya. Bahkan perkembangan Kerajaan Sriwijaya tak berhenti begitu saja lantaran dikala itu jalur perdagangan bahari di Laut Cina Selatan, Laut Jawa, Selat Malaka, Selat Karimata dan Selat Sunda juga dikendalikan oleh Sriwijaya.

Prasasti Ligor

 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar 10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar
Gambar Prasasti Ligor
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya merupakan prasasti Ligor. Prasasti peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya ini penemuannya terjadi di wilayah Thailand Selatan oleh Nakhon Si Thammarat. Peninggalan Sriwijaya tersebut mempunyai kedua sisi pahatan yang berjulukan Prasasti Ligor A (manuskrip Viang Sa) dan Prasasti Ligor B yang berisi tunjangan gelar Sri Maharaja menjadi Visnu Sesawarimadawimathana yang dibentuk oleh raja wangsa dari Sailendra. Kemudian dongeng dalam prasasti Ligor A berisi pendirian Trisamaya Caitya untuk Kajara yang dilakukan oleh Raja Sriwijaya sebagai raja dari seluruh raja di dunia. Sedangkan dalam prasasti Ligor B terdapat dongeng Visnu yang memperoleh julukan pembunuh sombong para musuh hingga kemudian tak tersisa berjulukan Śesavvārimadavimathana dan bergelar Sri Maharaja dari keluarga Śailendravamśa. Cerita ini tertulis memakai huruf Kawi dan kompleks dengan angka yang menerangkan tahun 775. 

Prasasti Palas Pasemah

 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar 10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar
Gambar Prasasti Palas Pasemah
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya merupakan prasasti Palas Pasemah. Prasasti peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya ini penemuannya terjadi di pinggir rawa Desa Palas Pasemah, Lampung Selatan, Lampung. Peninggalan Sriwijaya tersebut tersusun oleh 13 baris goresan pena yang memakai huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Dalam prasasti Palas Pasemah terdapat penterangan seputar kutukan dari penguasa Sriwijaya bagi orang yang tak ingin tunduk. Di duga prasasti ini telah ada semenjak periode ke 7 Masehi apabila dilihat dari aksaranya.

Baca juga : Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit Beserta Penterangan

Prasasti Hujung Langit

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya merupakan prasasti Hujung Langit. Prasasti peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya ini penemuannya di Desa Haur Kuning, Lampung. Peninggalan Sriwijaya tersebut memakai huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno pada goresan pena didalamnya. Prasasti Hujung Langit ini tak terlalu terperinci dibagian isinya lantaran kaya sekali kerusakan. Tenamun diperkirakan prasasti tersebut berisi tunjangan tanah Sima dan sudah ada semenjak tahun 997 Masehi.

Prasasti Telaga Batu

 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar 10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar
Gambar Prasasti Telaga Batu
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya merupakan prasasti Telaga Batu. Prasasti peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya ini penemuannya pada tahun 1935 di kotak Telaga Biru, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang. Peninggalan Sriwijaya tersebut tersimpan di Museum Nasional Jakarta dan isinya berupa kutukan dari kedaulatan Sriwijaya bagi mereka yang berbuat jahat. Saat inovasi prasasti Telaga Batu ternyata ditemukan juga prasasti Telaga Batu 2 disekitar lokasi. Prasasti kedua ini berisi keberadaan suatu vihara. Tenamun di Museum Nasional Jakarta juga sudah terdapat 30 prasasti Siddhayatra yang telah ditemukan di tahun sebelumnya. Prasasti Telaga Batu terdapat lebar 148 cm dan tinggi 118 cm dengan pahatan watu andesit.
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya mirip prasasti Telaga Batu ini terdapat 7 buah kepala ular kobra dibagian atasnya dan pancuran air tempat membasuh di penggalan tengahnya. Prasasti peninggalan Sriwijaya tersebut terdapat 28 baris goresan pena dengan memakai bahasa Melayu Kuno dan huruf Pallawa. Prasasti Telaga Batu sebagai peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya secara garis besar berisi kutukan dari kedatuan Sriwijaya bagi mereka yang tak patuh dan berbuat kejahatan. Kutukan yang tertulis dalam prasasti ini tergolong kompleks lantaran terdapat nama pejabat pemerintahan yang tinggal di ibukota kerajaan adalah Palembang sesuai dengan dugaan dari sedikit hebat sejarah. Namun semua itu dibantah oleh anggapan Soekmono lantaran didalam prasasti Telaga Batu tertulis anjuran Minanga mirip pada prasasti Kedukan Bukit disekitar ibukota Sriwijaya di Candi Muara Takus dan tak cukup Sriwijaya asalnya dari Palembang lantaran isinya hanya kutukan dari kedatuan untuk mereka yang tak patuh.

Prasasti Kedukan Bukit

 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar 10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar
Gambar Prasasti Kedukan Bukit
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya merupakan prasasti Kedukan Bukit. Prasasti peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya ini penemuannya di Kampung Kedukan Bukit, Kelurahan 35 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan khususnya di tepi Sungai Tatang yang alirannya menuju Sungai Musi. Peninggalan Sriwijaya tersebut ditemukan oleh M. Batenburg pada tanggal 29 November 1920. Ukuran dari prasasti Kedukan Bukit sekitar 45 cm x 80 cm yang didalamnya terdapat goresan pena memakai huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Prasasti Keduka Bukit berisi penyelenggaraan perjalanan suci memakai bahtera atau Sidhayarta oleh Dapunta Hyang sebagai utusan dari Kerajaan Sriwijaya. Perjalanan Dapunta Hyang didampingi oleh 2000 pasukan dan sanggup menguasai kawasan daerah lainnya. Prasasti peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya tersebut kini ini berada di Museum Nasional Jakarta.

Prasasti Talang Tuwo

 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar 10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar
Gambar Prasasti Talang Tuwo
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya merupakan prasasti Talang Tuwo. Prasasti peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya ini penemuannya di Bukit Seguntang tepi utara Sungai Musi. Peninggalan Sriwijaya tersebut ditemukan pada tanggal 17 November 1920 oleh residen Palembang berjulukan Louis Constant Westenenk. Prasasti Talang Tuwo mempunyai kandungan isi seputar doa yang dipakai pada masa Kerajaan Sriwijaya yakni fatwa agama Budha Mahayana. Hal ini terbukti dari adanya kata fatwa yang khas dari Budha Mahayana mirip annuttarabhisamyaksamvodhi, Vajrasarira, Mahasattva, dan Bodhicitta.
Prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini terdapat ukuran 50 cm x 80 cm yang keadaan tulisannya cukup baik serta berisi angka dari huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno tertulis 23 Maret 684 Masehi atau 606 Saka. Prasasti Talang Tuwo berhasil di terjemahkan oleh sarjana pertama berjulukan Van Ronkel dan berisi 14 baris kalimat didalamnya. Bahkan terjemahan Bosh ini telah dimuat dalam Acta Orientalia. Kemudian pada tahun 1920, prasasti Talang Tuwo disimpan di Museum Nasional Jakarta. Prasasti peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya tersebut berisi Sri Jayasana selaku Raja Sriwijaya yang membangun taman pada periode ke 7 untuk para rakyatnya. Lahan taman ini mempunyai lembah dan bukit sesampai kemudian pemandangannya sangat indah sesuai dengan isi dalam prasasti Talang Tuwo. Taman tersebut berjulukan Taman Srisetra dan dibagian dasar lembah terdapat sungai yang airnya mengalir ke Sungai Musi.

Prasasti Leiden

 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar 10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar
Gambar Prasasti Leiden
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya merupakan prasasti Leiden. Prasasti peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya ini berada di museum Belanda. Peninggalan Sriwijaya tersebut tertulis dalam lempengan tembaga dengan bahasa Tamil dan Sansekerta. Didalam prasasti Leiden terdapat dongeng relasi baik antara dinasti Sailendra di Sriwijaya India Selatan dengan dinasti Chila di Tamil.

Baca juga : 12 Peninggalan Peradaban Mesopotamia di Berbagai Bidang

Prasasti Berahi

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya merupakan prasasti Berahi. Prasasti peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya ini penemuannya di tepi Batang Merangin, Dusun Batu Bersurat, Desa Karang Berahi, kecamatan Pamenang, Merangin, Jambi pada tahun 1904 oleh Kontrolir L.M. Berhout. Peninggalan Sriwijaya tersebut berisi kutukan dari Raja Sriwijaya bagi mereka yang tak setia dan melaksanakan kejahatan. Dalam prasasti Berahi terdapat goresan pena yang memakai bahasa Melayu Kuno dan huruf Pallawa namun tak dikompleksi dengan goresan pena tahunnya. 
Penemuan prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini berada di lokasi akrab struktur bata kuno yang kini dijadikan sebagai lokasi pemakaman sesuai dengan pendapat Pak Natsir. Pada tahun 1727, prasasti ini ditemukan oleh cucu Temenggung Lakek sesuai dengan dongeng di Dusun Batu Bersurat. Jariah merupakan anak dari Temenanggung Lakek yang telah membawa watu prasasti Karang Berahi pada masa Belanda menuju masjid Asyobirin yang terletak di akrab fatwa Batang Merangin. Prasasti tersebut kemudian diletakkan di halaman kantor residen di kota Bangko. Sekarang ini kantor tersebut dikenal dengan nama Kantor Dinas Budpar Kabupaten Merangin. Namun masyarakat Desa Karang Berahi meminta kembali prasasti tersebut pada masa penjajahan Jepang. Kemudian pihak Jepang mengabulkan undangan itu dan mengembalikannya ke lingkungan tepi Batang Merangin di sekitar masjid Asyobirin.

Candi Muara Takus

 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar 10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar
Gambar Candi Muara Takus
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya merupakan candi Muara Takus. Candi peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya ini berada di Desa Muara Takus Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau. Peninggalan Sriwijaya tersebut terdapat tembok dari watu putih dengan ketinggian 80 cm yang terletak disekeliling candi berukuran 74 m x 74 m. Menurut asumsi candi tersebut dijadikan sebagai sentra Kerajaan Sriwijaya dan ada semenjak kerajaan tersebut mencapai masa keemasannya. Pembuatan candi ini berbeda dengan candi di Jawa pada umumnya yang berasal dari watu andesit. Namun pembuatan candi ini berasal dari watu sungai, watu pasir dan watu bata. Candi Muara Takus terdapat materi utama dari tanah liat desa Pongkai. Disekitar komplek candi terdapat menara stupa besar yang berasal dari watu pasir kuning dan watu bata. Selain itu bangunan Candi Muara Takus juga terdapat candi Tua, Stupa Mahligai, candi Bungsu dan Palangka di penggalan dalamnya.
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya mirip candi Muara Takus ini terdapat arsitektur yang tak sanggup ditemukan di wilayah Indonesia sesampai kemudian tergolong sangat unik. Hal ini disebabkan candi peninggalan Sriwijaya tersebut hampir sama dengan bentuk Stupa Budha yang ada di Myanmar, Sri Lanka, dan Vietnam. Dalam stupa candi Muara Takus peninggalan sejarah kerajaan Sriwijaya terdapat ornamen roda pada stupa dan disemua kompleks candinya kaya ditemukan kepala singa.

Candi Muaro Jambi

 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar 10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar
Gambar Candi Muaro Jambi
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya merupakan candi Muaro Jambi. Candi peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya ini berada di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia di tepi Batang Hari. Peninggalan Sriwijaya tersebut terdapat luas 3891 hektar sesampai kemudian termasuk dalam kompleks candi paling luas di Asia Tenggara dan diduga juga termasuk dalam peninggalan kerajaan Melayu. Pada tahun 1824, S.C. Crooke selaku letnan Inggris melaksanakan pemetaan demi keperluan militer di sekitar kawasan fatwa sungai. Kemudian pemugaran dilakukan oleh R. Soekmono pada tahun 1975 selaku pimpinan pemerintahan Indonesia. Candi Muaro Jambi diperkirakan telah ada semenjak periode ke 9 – 12 Masehi berdasarkan pendapat Boechari yang merupakan seorang pakar epigrafi.
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini mempunyai kandungan 10 candi di sekitar kompleksnya yang telah dilakukan pemugaran mirip candi Kembar Batu, Gedong Dua, Gumpung, Kembang Batu, Kedaton, Gedong Satu, Kotomahligai, Tinggi, Candi Astano, dan Telago Rajo. Candi Muaro Jambi merupakan peninggalan Sriwijaya yang disekitar kompleksnya terdapat akses kuno atau parit buatan manusia, gundukan tanah dari bata kuno dan kotak tempat penampungan air. Selain itu peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya tersebut juga ditemukan 85 menapo milik penduduk setempat di sekitar kompleks candi Muaro Jambi.

Candi Bahal

 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar 10+ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar
Gambar Candi Bahal
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya merupakan candi Bahal. Candi peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya ini berada di Desa Bahal, kecamatan Padang Bolak, Portibi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara. Peninggalan Sriwijaya tersebut termasuk dalam kompleks candi yang beraliran Vajrayana. Pembuatan candi Bahal berasal dari bata merah serta terdapat hiasan papan dikelilingi gesekan yaksa kepala binatang yang menari di penggalan kaki candinya. Penari tersebut terdapat wajah tertutup topeng binatang ibarat upacara pada Tibet. Selain itu adapula gesekan singa duduk pada hiasan papannya. 

Gapura Sriwijaya

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya merupakan Gapura Sriwijaya. Gapura peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya ini berada di Dusun Rimba, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Peninggalan Sriwijaya tersebut terdapat 9 gapura pada situs gapura Sriwijaya. Tenamun hingga kini hanya sanggup ditemukan 7 gapura saja. Gapura ini dalam keadaan yang roboh lantaran faktor alam mirip gempa, abrasi dan sebagainya. Selain itu reruntuhan gapura terdapat tanda cekungan oval di salah satu sisi pundak dimana bentuk bebatuannya ibarat segi lima memanjang. Cekungan tersebut merupakan tanda pengunci watu sesampai kemudian sanggup ditempel atau disatukan.
Sekian penterangan seputar sedikit peninggalan Kerajaan Sriwijaya beserta gambar peninggalan Sriwijayanya. Peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya tersebut intinya masih kaya ditemukan mirip peralatan perang, perhiasan, peralatan upacara dan lain lain. Semoga artikel ini sanggup menambah wawasan anda dan terima kasih telah berkunjung.
Baca Juga:   Asal Undangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia Beserta Penyebarannya

About CerdaskanKita

Check Also

Biografi Soekarno Presiden Pertama Indonesia (Singkat Dan Lengkap)

Biografi Soekarno Presiden Pertama Indonesia (Singkat Dan Lengkap) – Biografi merupakan catatan atau daftar riwayat …